AssWrWb, Ini adalah momentum yg tepat utk meng respon adanya rencana mendirikan "pesanggrahan kepresidenan di Bukititingi,..implikasi nya dalah sdh dikatakan pak mentri.."Bulittingi pernah jadi ibukota pemerintahan darurat RI ". Kita ingat .. urang lua pernah 'meng "negate", ignore mencuekkan Bukittingi sebagai ibukota darurat dulunya. Disinilah peranan GEbu Minang, dan perantau minang di Jkt/Ibukota utk meng "lobby" dan meng gol kan rencana tsb. Pemda Bkt, apakah telah siap dgn proposal dan tanahnya. Mudah2an sanak2 di rantau bisa berdiskusi dgn hal ini. InsayAllah.
Wass. Muzirman =========================================== Yusril: Bukan Istana Negara * Hanya Pesanggrahan di Bukit Tinggi Sabtu, 25-Februari-2006, 04:56:18 28 clicks Jakarta, PadekMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra mengaku sudah ada pembicaraan di kalangan Sesneg tentang rencana pembangunan tempat peristirahatan kepresidenan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Baru sekedar omong-omong. Bukan istana, hanya pesanggrahan kecil saja. Dalam omongan tidak akan menjadi lebih besar dari istana di Cipanas, ujar Yusril usai Raker dengan Pansus RUU Pemerintahan Aceh, di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, kemarin. Meski sudah ada obrolan di kalangan Sesneg, Yusril mengakui hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi tentang rencana tersebut. Namun, Yusril mengaku jika rencana tersebut terealisasi, maka anggaran pembangunan akan diambil dari APBN. Nanti akan ada studi kelayakan. Sekarang masih dalam tahap omong-omong, tandasnya. Salah satu pertimbangan dalam memilih Bukit Tinggi sebagai tempat dibangunnya tempat peristirahatan karena kota tersebut dianggap memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa ini. Harus diingat pertimbangan bahwa Bukittinggi pernah jadi ibu kota pada waktu pemerintahan darurat RI, jelasnya. Sebagaimana diketahui, di Bukit Tinggi saat ini sudah ada Istana Bung Hatta, selain beberapa istana kepresidenan antara lain Istana Bogor, Istana Tampak Siring di Bali, Istana Cianjur dan Istana Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Tapi yang Istana Bung Hatta ini bukan dikelola oleh Sesneg, tapi oleh Pemda, paparnya. Istana-istana tersebut, tambah Yusril, tidak semuanya dibangun pada masa penjajahan Belanda. Dia mencontohkan Istana Tampak Siring di Bali yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pada tahun 1955. Juga istana yang di Pelabuhan Ratu, demikian Yusril. Seperti diberitakan, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif mengaku mendapat informasi pemerintah berencana membangun istana negara di Sumatera Barat. Kabar itu diungkap oleh anggota DPRD Sumbar. Ini disampaikan wakil gubernur Sumbar dalam rapat dengan DPRD setempat, ujar Zaenal kemarin. Meski demikian, dia mengaku tidak tahu persis ide ini muncul dari pihak mana. Apakah dari pemerintah setempat atau pemerintah pusat. Karena itu, ini sangat aneh. Perlu kita telusuri bersama, ujarnya. Selama ini istana negara berada di Bali, Bogor, Jakarta, dan Jogjakarta. Semuanya, ada di Pulau Jawa. Politikus dari Partai Bintang Reformasi ini mengatakan, kalau informasi yang beredar itu benar, dia pribadi menyesalkannya. Sebab, dalam kondisi negara seperti ini, tidak sepantasnya pemerintah menghambur-hamburkan uang untuk membangun sebuah istana. Kalau memang dibangun, anggarannya dari mana? Di APBN tidak pernah ada anggaran untuk itu, jelasnya.(jpnn) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

