Perlu peningkatan rasa memiliki.
Memang sangat memprihatinkan mendengarnya dan memang kenyataannya demikian,
Walaupun Saya sejak umur 2 tahun merantau dibawa orang tua ke Negeri Priangan
hingga Umur 36 saya masih tetap cinta dan menjunjung tinggi nilai-nilai
budaya/adat Minangkabau walaupun tidak lancar berbahasa Minang dan lancar
berbahasa Sunda, 2 orang Abangku sama seperti aku, tetapi berbeda dengan
Abang yang 1 orang lagi, Dia sudah mengabaikan adat dan budaya Minang karena
isterinya dari Priangan.
Dari kasus tersebut kemungkinan besar adalah karena beristri bukan orang
minang sedangkan saya dan 2 abang beristri masih orang minang dan masih satu
kampung dengan Ayah dan Ibuku di sebuah desa dekat Bukit Tinggi.
Saking cintanya merasa memiliki budaya minang saya memaksakan melihat kampung
halaman saya dan alangkah indahnya -permainya.
Bagi orang-orang tua sebaiknya putra-putri kita bersuamikan dan beristerikan
orang minang juga agar tidak sulit kita mewariskan budaya minang.
Atau perlu juga diadakan semacam QUIZ berhadiah di TV atau Radio dan
Pemenangnya memperoleh hadiah menarik dan dinobatkan sebagai Putra/Putri
Minang.
Arif Sutan Saidi
----------------------------------------------------------------------
Message: 1
Date: Sat, 25 Feb 2006 10:41:10 +0700
From: Nofiardi
Subject: [EMAIL PROTECTED] Merisaukan, Generasi Muda Minang Tak Kenal Adat
dan Budaya
To: [email protected]
Message-ID:
Content-Type: text/plain; charset="iso-8859-1"
Assalamualaikum WW
Dari Kompas 1 minggu nan lalu.
Apo yo sarupo iko keadaannyo?
NRM -39
==================================
Sabtu, 19 Februari 2005
Merisaukan, Generasi Muda Minang Tak Kenal Adat dan Budaya
Padang, Kompas - Adat dan budaya Minang ke depan dalam tantangan dan bahaya.
Sebab, banyak generasi muda sebagai generasi pelanjut dewasa ini kurang
mengenal, bahkan tak kenal lagi dengan adat dan budayanya. Budaya Minang
dianggap tak lebih hebat dari budaya suku bangsa lain. Padahal, kalau mereka
selami, adat dan budaya Minang bisa menjadi perisai diri dan sekaligus
perisai agama. Makanya filosofi hidup orang Minang berbunyi adat basandi
Syara', Syara' basandi Kitabullah.
Kerisauan itu dikemukakan Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat dan Alam
Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat H Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie,
Jumat (18/2) ketika berbincang-bincang dengan Kompas di Padang.
"Betul, etnis Minang suku yang paling cepat berubah karena filosofinya
antara lain di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Namun, adat dan
budaya Minang jangan diabaikan, apalagi dilupakan. Karena benteng diri dan
benteng agama," katanya.
Ia menjelaskan, kerisauan yang kini semakin mencemaskan itu, tatkala,
misalnya, melihat perilaku generasi muda kini yang begitu longgar, misalnya,
memakai pakaian ketat dan tampak pusar, tidak bisa berbahasa Minang. Ada
pula yang berpandangan, dan seolah itu suatu kebenaran, bahwa perempuan
Minang cenderung berselingkuh, kebebasan seksual yang luas, dan
promiskuitas.
"Ini sudah tidak benar lagi dan perlu diluruskan. Adat Minang adalah adat
islami dengan filosofi adat basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah.
Bahkan, untuk membentengi diri dari perbuatan yang keji itu, maka dalam
norma adat dan budaya Minang ada yang dinamakan Sumbang 12, seperti sumbang
duduk, sumbang tegak, sumbang tanya, sumbang jawab, sumbang berpakaian, dan
sumbang diam," ujarnya menambahkan.
Apa maksudnya sumbang duduk? Sumbang duduk artinya bila seorang perempuan
Minang duduk, harus merapatkan lutut. "Supaya bareh jan taserak (beras
jangan terserak) di bawah," katanya dengan bahasa kias.
Hanya saja, kata Datuk Simulie, kini kondisinya mulai merisaukan karena
adanya "serangan gencar" dari luar sebagai dampak globalisasi. Ini
diperparah lagi karena ajaran adat tak lagi diajarkan dan dipraktikkan para
orangtua.
Sebenarnya, menurut Datuk P Simulie, dengan kembalinya ke sistem
pemerintahan nagari di Sumbar, diharapkan ada perubahan, setidak-tidaknya
pemahaman adat dan budaya itu. Namun, dalam praktiknya hidup ber-nagari
belum berubah, kecuali yang berubah itu sistem pemerintahan nagarinya. (NAL)
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================