Mak Ban jo dunsanak dipalanta, Bialah kito bantu mengingatkan Pertamina yang sangat disayangi orang banyak. Bagi urang awak di ranah maupun dirantau, kita merasa sedikit kecil hati tidak memiliki sumber minyak dan gas sehingga sempat berfikir bahwa Sumbar miskin SDA. Mungkin hal ini ada hikmahnya bagi kita, sehingga kita tidak terlalu mengharap banyak dari limpahan rezeki minyak dan gas.
Banyak daerah yang semula merasa akan dihidupi oleh minyak dan gas ternyata hasilnya tidak seperti harapan. Contohnya Lhokseumawe di Aceh, yang semula terang benderang dimalam hari dilihat dari pesawat terbang. Sekarang kembali meredup setelah pamor produksi minyak dan gas menurun. Contoh yang sama banyak kita temui di daerah lain, seperti juga dibanyak tempat bekas tambang minyak di Amerika. Bagi orang awam, sulit untuk bisa percaya bahwa Pertamina bukan penghasil minyak dominan dinegeri ini. Pak Kurtubi - pengamat perminyakan, melaporkan Pertamina hanya menghasilkan 40rb barel sehari dari lapangan yang dioperasikan sendiri ditambah sekitar 100 rb barel dari lapangan yang operasikan oleh kontraktor lainnya. Sangat kecil dibandingkan produsen lainnya di Indonesia, tidak banyak beda dengan Medco sebagai perusahaan nasional yang rasanya belum terlalu lama dilahirkan. Mudah-mudahan hasil yang dicapai di Cepu bisa menjadi pil pahit untuk semua orang bahwa untuk bisa berhasil, kompetensi yang perlu diperkuat. Seperti kata mak Ban, yang wajib yang didahulukan bukan yang sunat. Wassalam, R Sampono Sutan (57-4hari) ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, March 14, 2006 7:49 PM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Diambiak aliah pertamina (was RE: PerombakanDireksi......) | | | Maa no Sampono Sutan. | Batua. | Awak nan lah bagulimang minyak (*1) dan maliek dari "lua | jandela" tau bana kulikaik pertamina ko. | | Sabanano banyak nan akn ditulih (dilihat dari pandangan "lua") | sehubungan dengan ketidak becusan pertaminako, in-efficiency | (kadang-kadang sangat menggelikan bagi orang non pertamina),padat karya, type "mandua gadang", baku-atur tender, mark-up, | dulu nan sunaik daripado nan wajib. | | Bahan pun cukup banyak dan transparan sekali. | Tapi dek palanta wakko banyak pula sanak nan di pertamina, | io banyak suruk langkahmbo dari maju. | Akan mambuek polemik, nan indak bahubungan jo Minang dan Sumbar. | | (*1) ( ambo 35 thn di perminyakan selalu di prshhan asiang. | Baru 3th terakhir di prshn lokal sekali) | | Wass | mak ban | di warnet nagoya - batam | ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ | | > Mak Ban, | > Setuju jo pandangan mamak ko. Ambo nan hampir duo puluah | > tahun di | > perminyakan mengenal siapa Pertamina. | | | ___________________________________________________________ | indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id | | | | -------------------------------------------------------------- | Website: http://www.rantaunet.org | ========================================================= | Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: | http://rantaunet.org/palanta-setting | -------------------------------------------------------------- | UNTUK DIPERHATIKAN: | - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply | - Besar posting maksimum 100 KB | - Mengirim attachment ditolak oleh sistem | ========================================================= | -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

