Assalammu'alaikum wr wb,

Sakadar batanyo ka usatadzah ciak, baa mukasuiknyo. Hadist :  

Rasulullah batanyo ka sabahabat : wahai rasulullah, apa itu ghibah ?
tu dijaweklo dek rasulullah sendiri baraso ghibah itu..dst.

yang manjadi pertanyaan kalimat pertamo dari Rasulullah batanyo ka
sahabat sasudahtu tando titiak duo (:) wahai rasulullah, apa itu
ghibah...ambo raso ado yang jangga...apokah indak sahabat yang batanyo
ka Rasulullah. Kalau salah mohon dimaafkan tapi kok batua mohon
dikonfirmasikan.

Wassalam,
Wedi. 
--- In [EMAIL PROTECTED], Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.
> 
> Mak Ngah, Eva, kenapa sampai dikatakan info penting
> yang saya sampaikan agar menjadi 'i'tibar bagi yang
> lain bila suatu saat mengalami/melihat hal yang sama
> dikatakan ghibah?
> 
> Tahu ngak kita apa itu yang dikatakan ghibah, dan
> ghibah mana saja yang diperbolehkan dalam Islam?.
---------------------------------------------------------+
> Rasulullah bertanya pada sahabat : " Wahai Rasulullah, +
> apa itu ghibah? Beliau menjawab Menyebutkan pada       +
> saudaramu (tentang saudara lain, tanpa                 +
> sepengetahuannya), apa-apa yang ia tidak sukai)....".  +
---------------------------------------------------------+ 
> Sementara yang saya lakukan, adalah orang yang saya
> sebutkan mengetahuinya, dan itu adalah diskusi kami
> yang sudah selesai, saya kirimkan sebagai i'tibar kita
> bersama, jadi sama sekali bukan ghibah, andaikanpun
> itu ghibah, adalah ghibah yang dibolehkan, tetapi ini
> bukan ghibah sang yang dibicarakan mengetahui
> postingan yang saya kirimkan sebelum ini, karena ia
> sendiri membacanya.
> 
> Kalau kita belum tahu apa hakikat ghibah, ada baiknya
> kita pelajari dulu baik-baik, sehingga sangka buruk
> kita akhirnya kembali kepada diri kita sendiri yang
> bisa itu adalah suatu dosa. Untuk dikatahui juga, apa
> yang saya kirimkan dimilist ini dimilist lainpun
> dikirimkan dan yang diperbincangkanpun memiliki hak
> bicara, ia sendiri membacanya.
> 
> Yang sering terjadi saya perhatikan malah sebaliknya,
> betapa banyaknya diantara kita yang saling japrian
> untuk mengguncingkan seseorang dengan menyebutkan nama
> orang tersebut, bukan untuk meminta fatwa, tanpa
> penyebutan nama. Disadar-atau tidak disadari, diri
> kita sendirilah yang mengetahui akan hal itu.
> Sementara saya, melemparkannya didepan umum dan yang
> orang yang dibicarakannyapun ikut membacanya.
> 
> Ada beberapa macam ghibah yang dibolehkan menurut
> ulama
> 
> 1. Orang yang teraniaya menceritakan kepada hakim akan
> kejadian yang menimpanya dari orang yang mendzalimi,
> seperti orang yang diperkosa mengadu pada hakim akan
> penyiksaan orang yang mmeperkosanya.
> 
> 2. meminta bantuan untuk mencegah kemungkaran, seperti
> seorang ibu menceritakan keadaan anak kandungnya pada
> suaminya(anak ayah tersebut)
> 
> 3. Meminta fatwa. Seseorang pernah mengadu tentang
> kepelitan suaminya : " Sesungguhnya Aba Sufyan
> (suaminya)seorang lelaki yang pelit, wahai Rasulullah"
> jawab Rasulullah " Ambillah apa yang cukup untuk kamu
> dari uangnya(walau tanpa sepengetahuannya).
> 
> 4. Amanah untuk memberitahukan pendapat, dan
> peringatan seorang muslim pada muslim lainnya akan
> kejahatan seseorang, karena bisa merusak ummat
> lainnya.
> 
> 5. Mendefenisikan aib seseorang untk pengenalan.
> Contoh " Si A Yang pincang itu, yang buta itu "( Allah
> berfirman : " Abasa watawalla, anjaaahul'a'maa".)
> 
> 6 Peringatan akan bahaya seseorang. Kisah nabi Yusuf,
> sang ayah memberi peringatan pada anaknya Yusuf
> alaihissalam, akan kejahatan kakak-kakaknya.
> 
> 7. Orang yang sudah nyata-nyata kefasikannya,
> kekafirannya, kemunafikannya. Contoh para penyanyi,
> artis, bintang flm, sering dighibahkan oleh
> masyarakat, dan itu dibolehkan, karena memang dirinya
> sudah berfrofesi semacam itu. Orang kafir, fasiq,
> semacam Presiden Bush, dimana-mana dibicarakan, Inul
> dengan goyang pinggulnya, dan semacam itu, karena
> memang terkenal kefasikan dan kekafiran mereka.
> 
> Rasulullah bersabda dan hadist ini terdapat di Tafsir
> l Qurthubi : Tiga orang yang tidak punya kehormatan
> baginya : Pemilik(pecandu) hawa nafsu, Fasik yang
> dilaknati, Imam(pemimpin) yang jahat.
> 
> ( Semua diatas diambil dari buku karangan Dr. Afaf Ali
> Najjar dalam bukunya Surat Al Hujuraat).
> 
> Semoga yang akan datang, kita hati-hati bila
> mengeluarkan statement seseorang telah bergunjing apa
> tidak, sebelum kita mengerti dulu perihal ghibah
> tersebut. Ini bukan maksud "membela diri", tetapi
> menyampaikan ilmu dan kebenaran yang saya ketahui
> dalam Islam, begitulah adanya. Sebagaimana kata Mak
> Ngah, tak satu jalan keneraka, maka buruk sangka
> adalah jalan yang paling tergampang untuk masuk
> keneraka, menuduh/berburuksangka pada  seseorang yang
> bukan ia lakukan.
> 
> Wassalamu'alaikum. Rahima
> 
> 
> 
> 
>




--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke