Manuruik ambo, ambo setuju kepada para anggota untuk
menghindarkan cross posting untuk menghindarkan diskusi
yang tidak utuh , karena kemungkinan terjadi ketidak
cukupan informasi (lack of information) sehingga
membingungkan pembaca dan menimbulkan kesalah fahaman.
Namun saya tidak setuju dengan cara yang terlalu cepat dan
tergesa-tergesa dari sesama anggota untuk mengucilkan
apalagi mengusir keanggotaan kecuali memang telah berbuat
kesalahan yang sangat fatal, padahal kita masih
membutuhkan kontribusi banyak pihak terutama untuk
membangkitkan masyarakat minang dan bangsa ini umumnya.
Saya sedikit ingin mengemukakan alasan kenapa saya
tertarik dengan budaya minang dan saya sering banggakan
kepada orang lain ialah bahwa budaya minang berintegrasi
dengan agama Islam (adat bersendikat syarak, syarak
bersendikan kitabullah ).
Saya sendiri tidak memiliki kaitan emosional dengan budaya
minang karena memang dibesarkan di rantau, walaupun orang
tua berasal dari minang . Bagi orang yang memang masa
mudanya tinggal dikampung halaman dan walaupun sekarang
sudah tinggal di belahan bumi lain namun tentulah kenangan
itu masih tersimpan.
Berbeda dengan orang-orang muda yang dibesarkan di rantau
apalagi yang telah lahir di rantau dimana tak ada kenangan
yang tersimpan di memorinya. Jadi bila memandang
lembah anai atau ngarai sihanok serupa hanya memandang
keindahan alam saja tanpa ada keterikatan batin.
Berbeda dengan orang tua-tau yang tumbuh dan berkembang
masa mudanya di daerah tersebut,pastilah memiliki kenangan
yang sulit dilupakan.
Namun didalam mencapai kedewasaannya setiap orang berupaya
melakukan pencaharian identitas diri dalam rangka memahami
makna kehidupan dengan lebih hakiki, serta memahami
existensi diri untuk mampu menjawab pertanyaan 'dari mana
dan mau kemana' hidup ini , untuk diperlukan
pengetahuan tentang latar belakang keberadaan diri. Bagi
seseorang tentulah harus mengetahui siapa ayah ibunya,
kerabat dan keluarganya, lingkungan yang membentuk mereka,
kenapa ia menjadi seperti sekarang ini, sehingga membentuk
kesadaran diri, maka bermanfaatlah bila kita mengetahui
budaya yang membentuk kepribadian kita tersebut.
Lalu apakah kita akan pakai budaya tersebut untuk
seterusnya tergantung kajian yang dimiliki.
Memang dimaklumi apabila sebagian anak muda minang
terutama yang di rantau dan belum mengetahui tentang adat
istiadat minang lalu beranggapan bahwa budaya minang sudah
tidak relevan dengan keadaan zaman dan tidak perlu lagi
ada revitalisasi budaya itu, karena selain faktor
kepmilikan emosional terhadap budaya minang yang tidak
dimiliki, juga informasi yang diterima bias.
Jadi tidak heran kalau ditanyakan kepada anak muda
sekarang ini bila ditanya apa yang dimaksud budaya minang
? Maka mereka akan cepat menunjuk kegiatan orang pada
waktu resepsi pernikahan, orang berpakaian adat, menari
dan menyanyi lagu-lagu minang.
Bahkan tidak sedikit anak-anak muda minang yang malu
memperlihatkan identitas sebagai anak minang, karena citra
negatif (bias informasi) tersebut, mis :karakater orang
padang yang pelit, licik, curang dll.
Untuk itu dalam menjembatani keadaan yang demikian perlu
suatu mutually understanding antara orang tua dan orang
muda, orang yang memiliki otoritas pengetahuan tentang
adat dan orang muda yang mau belajar dengan adat. Perlunya
penghargaan sebagi pendorong motivasi bagi orang muda
yang sedang belajar dan berkeinginan memahami budayanya
dan seballiknya juga bagaiman caranya untuk
menimbulkan penghormatan kepada orang tua-tua yang telah
memiliki asam garam kehidupan itu.
Saya rasa perlu penghargaan terhadap anak-anak muda yang
mau mengikuti dan menjadi anggota milis ini, karena
berarti ada suatu kehendak yang baik untuk masih mau
menjadi masyarakat minang.
Bahwa ditangan anak muda sekaranglah estafet buday minang
ini akan dilanjutkan.
Dalam mengupayakan 'mambangkit batang terandam' diupayakan
sinergi antara orang muda, orang tua-tua, tokoh adat, tokoh
agama, birokrat pemerintah , dan semua elemen masyarakat.
Kejayaan minang (bila ada) tidak cukup sekedar di
nostalgiakan saja, atau kalau hendak dibangkitkan tidak
cukup dibicarakan dengan sekedar obrolan senda gurau saja.
Wallahualam bis showab
Arnoldison
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================