dunsanak sadonyo, 

ada hal yg menarik, melihat perjalanan karier orang minang di dalam 
dunia kerja, 
sikapnya yg konsisten, memegang prinsip, kuat dg pendapatnya , dan 
berbagai karakter khas minang lain nya, sering berbenturan dg kondisi 
kerja secara umum , sehingga sikap tsb sering membuat perjalanan 
karier urang awak, agak terhambat

berikut ado tulisan dari ambo, mengenai persaingan karier di dunia 
kerja, semoga bermanfaat, 
khususnya utk urang awak, yg sering dikenal sbg pekerja dg image yg 
kurang baik ( suka melawan, kurang disiplin, susah di atur dll )

semoga dunsanak awak, nan berkarier di dunia kerja, bisa tambah sukses

wassalam 

HM

--------

Dunia kerja, adalah juga kumpulan orang2 yg secara bersama2 mencari 
rizki dg kegiatan usaha nya , secara sosiologis, bila ada kumpulan 
orang maka akan timbul interaksi sosial dan dari interaksi yang 
kompleks , timbul lah "praktek politik" , dalam skala yg sederhana , 
sampai ada buku "Politic at office" yang menjelaskan fenomena 
tersebut , karena itu lah, logika Machiaveli yg sebelum ini kita 
kenal di dunia politik , bisa berlaku juga di dunia kerja , misalnya 
dalam ranah persaingan karier , merebut posisi/ jabatan pada suatu 
perusahaan.

Machiaveli seorang ahli politik dalam sejarah kuno romawi, dikenal dg 
nasihat2 nya yg dianggap licik, tapi ternyata efektif dalam meniti 
karier politik dan "bermain" politik. Dari sisi moralitas bisa jadi 
dogma2 dari Machiaveli dianggap sebagai suatu hal yg tidak bermoral , 
namun berbeda pandangan dari sisi politik praktis, yang seringkali 
menghalalkan saja berbagai cara untuk mencapai tujuan nya 

Hal yg sama ternyata bisa berlaku juga di dunia kerja atau bisnis 
secara umum. Salah satu tindakan praktis di dunia kerja yang 
menggunakan juga logika serupa dikenal dg istilah perilaku katak , yg 
diterapkan oleh sebagian pekerja dalam menapaki karier nya . Katak 
secara karikatural / parodi digambarkan sebagai berperilaku , ke atas 
menjilat ( menangkap mangsanya ) , ke samping menyikut dan ke bawah 
menginjak.  Analogi itu menggambarkan karakter pekerja yg kalau ke 
atasan / bos berperilaku "menjilat" , ingin kelihatan hebat di mata 
atasan nya dengan berbagai cara , cari muka istilah gaulnya , kepada 
rekan satu level ia saling sikut ( merendahkan/ menjelek2 an ) atau 
tindakan yg merugikan lain nya, sedangkan kepada 
bawahan "menginjak" , dalam arti perilaku yg menekan atau memeras 
tenaga bawahan untuk kepentingan sendiri , tanpa mempedulikan hak 
bawahan bersangkutan

Sebenarnya itu hanyalah hiperbolisme semata,yg kalau sampai binatang 
katak bisa mengerti, mungkin mereka akan protes juga kepada bangsa 
manusia , tapi yah itulah manusia suka memberi gambaran jelek pada 
binatang , sama seperti istilah kambing hitam.  Sebagian pekerja 
sudah mafhum dg istilah demikian , dan memang benar2 ada , para 
pekerja yg berperilaku seperti itu ( karakter katak ). Bila pekerja 
tersebut tambah canggih lagi dalam "bermain" strategi politik di 
tempatnya bekerja , maka bisa pula kita istilahkan dengan "Katak 
Machiaveli" .

Pengalaman saya di dunia kerja, menunjukkan bahwa secara diametral, 
ada dua tipe pekerja ; Pekerja yg kompeten, bekerja dengan dedikasi 
tinggi dan tulus , namun kurang pandai berkomunikasi , yang merupakan 
salah satu cabang keahlian politik kantor . Di sisi lain ada pekerja 
yg kompetensi teknis nya biasa2 saja, tapi memiliki kemampuan politik 
kantor yg tinggi, pandai berkomunikasi dan ahli dalam membuat tak tik 
dan intrik2.

Banyak kasus di dunia kerja, menunjukkan bahwa mereka yang 
berdedikasi tinggi, ahli dan tulus,kalah bersaing dalam perkembangan 
karier di bandingkan dengan pekerja yg walau skill teknis nya pas2 
an, tapi pandai berkomunikasi dan berstrategi. Kesuksesan karier tak 
selalu berhubungan dg skill teknis seorang pekerja , karena 
perusahaan tak memberikan respon yg setimpal, terutama pada 
perusahaan yg HRD system nya tak berjalan baik atau corporate culture 
nya lemah..

Pada perusahaan yg memiliki corporate culture yg sehat dan HRD system 
nya berjalan baik , kita istilahkan dengan perusahaan ideal , akan 
lain kondisinya , di tempat ini, pekerja yg berdedikasi tinggi, 
bekerja dg tulus dan cermat, akan mendapatkan imbal balik yg bagus 
juga dalam perkembangan karier nya.
Tapi perusahaan ideal tsb , bisa dikatakan hanya sebagian kecil dari 
perusahaan secara umum.

Sebuah penelitian psikologis di Amerika, yg meneliti karakteristik 
perusahaan dari sisi psikologis, dg mengumpamakan perusahaan bagaikan 
manusia, Setelah mengadakan penelitian bertahun2 pada banyak 
perusahaan ,ia menemukan bahwa perusahaan adalah bagaikan makhluk yg 
psikopat , memiliki karakter yg jelek ; ingin menang sendiri, cari 
untung yg banyak , tak peduli dg yg lain dan berbagai karakter 
negatif lain nya. Yah memang perusahaan bukan makhluk yg bernyawa, 
tapi ternyata berperilaku seperti itu. Hasil penelitian tsb dibuatkan 
film dokumenter dg judul "The Corporate".

Tingkah laku paling ekstrim digambarkan pada perusahaan yg mana 
pimpinan / pemilik modal , memeras tenaga pekerja nya , tapi tak 
memberikan imbalan yg setimpal ditambah lagi dengan perilaku yang 
tidak adil terhadap semua karyawan nya. Hal tersebut mendorong pula 
karyawan untuk berperilaku negatif, antara lain sikap "menjilat" pada 
atasan agar diperlakukan dg baik, atau lebih parah lagi melakukan 
korupsi kecil2 an atau mencuri barang2 perusahaan, karena ia 
menganggap bahwa perusahaan telah menganiaya dirinya selaku pekerja.

Karakter perusahaan yg seperti itu, akan klop sekali dengan para 
pekerja yg memiliki karakter "Katak Machiaveli" tersebut diatas , 
sehingga banyak kita temui , bahwa banyak mereka yg sukses berkarier 
selain mereka yg memang benar2 kompeten dari segi teknis dan pandai 
berkomunikasi, adalah juga , mereka yg biasa2 saja dari sisi 
kompetensi, tapi ahli juga dalam "politik kantor" . Banyak juga kita 
temui , pekerja2 yg idealis,berdedikasi tinggi dan memiliki 
kompetensi teknis , tapi karier nya mentok atau bahkan frustasi , 
bahkan keluar kerja dan berpindah2 kerja dari perusahaan ke 
perusahaan lain, tapi tetap saja kariernya tak berkembang bagus.

Karakter perusahaan yg tidak sehat seperti itu ,seringkali menjadi 
bahan ejekan juga , sumber ketidak puasan dari para pekerja idealis 
yg merasa telah bekerja dg dedikasi tinggi, tapi perusahaan tak 
memberikan balasan setimpal.

Dalam dunia kerja, bisa dipilah dua tipe pekerja, pekerja yg sukses 
dan pekerja yg berbakti untuk perusahaan. Pekerja yg berdedikasi 
tinggi akan mendarma baktikan dirinya untuk kemajuan perusahaan 
dengan berbagai cara , ia berjuang dengan tulus dan ikhlas , syukur 
bila ia berada di perusahaan yang bagus juga budaya dan HRD system 
nya,ia akan mendapatkan kompensasi dan pengembangan karier yg baik , 
tapi bila berada di perusahaan yg tak sehat budaya nya, ia akan jadi 
pekerja idealis yg frustasi.

Pekerja yg sukses, sejak awal masuk kerja, sudah berpikir bagaimana 
caranya ia bisa sukses, dapat jabatan tinggi, dapat gaji yg besar , 
fasilitas , training dan berbagai manfaat lain nya. Kalau mereka 
memang memiliki kompetensi dan kecerdasan yg tinggi pula , tinggal 
dipulas dg kemampuan komunikasi dan keahlian sosial lain nya, ia akan 
jadi pekerja yg sukses. Ada pula pekerja yg ingin sukses tapi tak 
memiliki kompetensi yg memadai, akhirnya ia lebih mengandalkan 
kemampuan, komunikasi, lobby dll, untuk mencapai keberhasilan nya 
tersebut.

Pekerja sukses yg baik , adalah yg juga memberi kontribusi, terhadap 
kesuksesan perusahaan, ada dedikasi utk bersama, bahkan berani 
berkorban demi kemajuan perusahaan. Tapi pada sisi lain ada juga 
mereka yg berusaha meraih kesuksesan dg logika individualis / egois, 
bagaimana caranya saya bisa sukses sendiri, apa pun cara ditempuh, 
peduli amat dg rekan kerja yg lain , bahkan tak begitu peduli juga 
dengan perusahaan yg penting dirinya bisa sukses. seperti cerita 
parodi, seorang pimpinan proyek (pimpro) pada sebuah perusahaan yg 
berpendapat bisa saja proyek nya rugi, yg penting pimpro secara 
pribadi tetap untung . Ia hanya berusaha mencari manfaat sebesar 
mungkin dari perusahaan, tapi sebaliknya perusahaan tak mendapatkan 
manfaat yg besar dengan keberadaan pekerja tipe tersebut. Kalau tak 
didapat di suatu perusahaan ia berusaha mencari di perusahaan lain, 
kita kenal pula dg istilah pekerja kutu loncat.

Pekerja yg berusaha sukses secara individualis ini lah yg banyak pula 
menggunakan logika 'Katak Machiaveli" diatas , dalam menempuh jenjang 
karier nya.
Secara legal formal, mungkin sah sah saja, tak melanggar hukum , tapi 
secara hubungan timbal balik antara perusahaan dengan pekerja , 
perusahaan tak mendapat manfaat banyak dg tipe pekerja seperti ini , 
bahkan bisa merusak sistem pengembangan sumber daya manusia , merusak 
jenjang karier , bilamana ia memiliki jalur karier yg zig zag, 
melangkahi karier pekerja lain , menimbulkan rumor tak sedap dan de-
motivasi pada pekerja lain , bila misalnya ia karena kemampuan lobby 
nya , menjadi pekerja kesayangan bos besar.

Para pekerja di satu sisi dan perusahaan di sisi lain , bisa kita 
andaikan bagaikan 2 makhluk yg berseberangan dan ketika mereka 
menandatangani kontrak kerja , saat itulah mereka bagaikan pasangan 
yg menjalin janji. Perkembangan selanjutnya penuh dengan lika liku , 
ada konflik seperti demo mogok kerja atau bahkan terjalin harmonis  
seperti perusahaan yg bisa mengayomi pekerjanya dg baik.

Sebenarnya perusahaan adalah kumpulan manusia juga, direksi dan 
komisaris pemilik modal. Manajemen perusahaan yg baik, akan berhasil 
juga mengarahkan semua kompetensi sumber daya nya untuk meraih 
keberhasilan, keberhasilan semua pihak, perusahaan untung dan 
karyawan pun bahagia. Bila kondisi seperti itu, bisa terbangun , 
pekerja yg berkarakter "Katak Machiaveli"  tak akan ada, kalaupun ada 
sudah dikeluarkan secepatnya, supaya tak merusak sistem perusahaan 
secara keseluruhan.

Sebenarnya logika katak machiaveli tersebut , adalah hal yg rasional 
dalam dunia kerja , bahkan bisa disikapi secara positif. Misal 
sikap "menjilat" atasan esensinya ialah bahwa walau bagaimana pun , 
atasan harus memiliki rasa percaya yg tinggi terhadap kehandalan 
kerja anak buah nya , dan dengan sikap yg komunikatif , relasi yg 
baik, akan positif dalam proses pekerjaaan. Bawahan perlu membuat 
cara agar atasan nya percaya dan merasa dekat, hal tersebut bisa 
dilakukan dengan cara yg positif tanpa merendahkan diri. 
Sikap "menyikut" pada sesama rekan kerja selevel , makna nya ialah 
bahwa kompetisi yang sehat antara sesama pekerja sah sah saja, dengan 
kompetisi lah akan terlihat siapa pekerja yg lebih kompeten , namun 
tetap mendahulukan sikap bekerja sama sesama rekan kerja.
Kalau sikap menginjak pada bawahan , memang adalah sikap yg negatif, 
sudut pandang positif nya ialah diperlukan sikap yg tegas dan jelas 
terhadap bawahan dalam pelaksanaan tugas dan atasan tetap memiliki 
wibawa dimata bawahan nya.

Bila dibuat analogi , pekerja yg berdedikasi tinggi, tulus dan 
kompeten , adalah bagaikan gadis desa yg berhati tulus. Ia memang 
cantik secara karakter, tapi tetap diperlukan pakaian yg serasi dan 
perawatan tubuh yg cukup, sehingga orang lain bisa melihat dia 
sebagai gadis yg cantik luar dalam. Bila ia berpakaian seadanya, tak 
merawat diri, walau ia seorang gadis yg baik hati , tulus, tetap saja 
belum tentu orang lain memiliki persepsi yg positif , ia perlu 
memulas diri, agar kecantikan dalam nya ( inner beauty ) dilengkapi 
dg tampilan luar yg positif pula.

Kira2 hal yg sama berlaku untuk pekerja yg berdedikasi tinggi 
tersebut, ia perlu "memulas" dirinya  dengan keahlian komunikasi dan 
jalinan relasi yg baik dengan semua pekerja , atasan dan bawahan 
nya , ia akan menjadi pekerja yg benar2 menjadi asset perusahaan yg 
berharga.

wassalam 

Hendra Messa 

Sedikit perenungan dalam perjalanan hidup di dunia kerja

http://hdmessa.multiply.com




--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke