Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuhu. Eva, dan dunsanak kasodonya, sebenarnya yang membawa pembicaraan itu melebar siapa? Bukan saya lho, dan juga bukan Eva.
Posisi Eva sekedar mengingatkan, netiket milist, walau apa yang saya sampaikan itu benar, bermanfaat, dan walaupun kalau dihitung-hitung netiket milist boleh dikatakan banyak sekali yang melanggarnya bukan, jadi itu bisa saya mengerti, dan itu saya terima, saya ucapkan terimakasih kemarenkan? Yang saya tidak terima, kalau itu sampai dikatakan ghibah, atau guncing, wajar saya menjelaskan apa itu guncing. menyebutkan nama orang bila ia terkenal merusak akidah ummat Islam, malah perlu itu Eva. menjaga dan mengingati ummat muslimin sangat perlu. Dan tidak perlu lagi saya ulangi apa itu ghibah, sudah sangat jelas rasanya kemaren itu. Yang tidak bolehkan kalau kita bergunjing menyebutkan kejelekan orang yang kita sakit hati padanya, tapi untuk fatwa boleh-boleh saja, agar jelas siapa yang dimaksudkan oleh yang meminta fatwa tersebut. Kesalahan saya kemaren, hanya saya tidak merampungkan, menulis baru, tidak diedit ulang, kirim saja apa adanya, tetapi tetap menyebutkan nama boleh sekali eva, bahkan perlu, contoh saja, kita mengutip pendapat dari seseorang yang "menyalahi dari Islam" harus kita sebutkan itu berita dari siapa, agar tidak salah duga orang lain, salah sangka orang, bisa kita juga yang berdosa, tidak menjelaskan siapa yang mengatakan pendapat "menyalahi agama itu". Maaf karena saya orang hadist terbiasa teliti dan jelas siapa pembawa berita, siapa yang mengatakan statement itu, agar tidak salah sangka orang lain. Namun tidak menyebutkan nama seseorang atas perlakuannya yang tidak benar dalam Islam, perlu, karena salah satu menutup aib saudara sendiri.Rasulullah bersabda " Barang siapa yang menutup aib saudaranya, maka kelak Allah akan menutup aibnya dihari kiamat kelak". Sementara kenapa berkembang kearah yang lain, soal ghibah, jelas bukan berkembang, tetapi itu penjelasan saya Eva, saya tahu apa itu ghibah, dan mana yang dibolehkan dalam Islam. Soal kenapa sampai melebar kearah "melarang kebaikan"? Lihat sajalah komentar masing-masing netters, kronologisnya bagaimana, cukup masing-masing menyadari kekhilafannya. Siapa yang suka memberi minyak dalam kompor? Tidak perlu dijawab, sadari saja kekhilafan masing-masing. Sadar aja, itu sudah cukup bagi kita semua. Mohon maaf kalau salah kata. Wassalamu'alaikum. Rahima. --- eva nukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > assalaamu'alaykum wr. wb. > > dunsanak kesadanya > (sata pulalah saya berbahasa Indonesia Raya) > > saya tidak tahu apakah harus tertawa atau prihatin > melihat perkembangan > diskusi yang ada. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

