--- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Tujuan utama syetan adalah menjadikan manusia itu > kafir seperti ia, agar banyak temannya dineraka > jahannam nantik. Kalau syetan tak bisa mengkafirkan Apakah kebutuhan syetan untuk punya teman di neraka sedemikian menggebu-gebu sampai ke ubun-ubun (syetan punya ubun-ubun nggak ya?) sehingga mereka mendedikasikan tujuan hidupnya untuk membujuk manusia agar kafir dan berbuat maksiat? Mungkin kita perlu tanyakan lagi kepada syetan. Apa enaknya ya punya teman banyak sembari disiksa di neraka? Jadi, selagi disiksa para syetan itu butuh teman ngobrol dan curhat gitu? Kok sempat-sempatnya mikirin punya teman di neraka, padahal tiap saat di sana diazab melulu pasti nggak sempat lagi untuk kongkow-kongkow, mahota, main domino, dsb. Kalau mengacu ke teori McClelland berarti syetan ini memiliki Needs for Affiliation yang sangat tinggi. > > 2. Bidah dalam agama. > Ahli ilmu mengatakan amalan bidah jauh lebih jelek > ketimbang maksiat. Kenapa, kalau orang maksiat tahu > salah dan dosanya, ia bisa taubat, sementara bidah, > ia tidak tahu salahnya, merasa benar, maka ia tidak > bertaubat. Sia-sialah amalan didunia yang ia lakukan > itu. Banyak hal yang disebut bid'ah itu ujung-ujungnya menjadi hal yang relatif. Perayaan maulid nabi, sebagian mengatakan bid'ah, sebagian oke-oke saja. Orang Muhamadiyah mengatakan doa qunut itu bid'ah, orang NU malah menganjurkannya. Namun satu perbuatan dengan mudah bisa diidentifikasikan maksiat atau bukan, tanpa perlu ilmu fikih yang dalam dan canggih. Secara materi hukum, bagaimana bisa suatu hal yang relatif jeleknya bisa dinilai kurang jelek dengan hal yang hampir mutlak jeleknya? (Catatan: saya sendiri juga bingung dengan kalimat terakhir ini). > 4. Infak pada fakir miskin jauh lebih utama > ketimbang > berada dalam mesjid terus menerus, karena > memperhatikan nasib fakir lebih utama, ketimbang > ibadah sunnah. Apakah maksud Anda, kalau ada orang yang berpendapat bahwa berinfak lebih utama ketimbang ibadah ritual sunnah, maka orang tersebut berarti mengikuti hiasan setan? Kalau begitu, jika ada orang uzur yang tidak sanggup puasa Ramadhan, sebaiknya diganti dengan shalat sunnat saja 100 rakaat, nggak usah bayar fidyah ke fakir miskin. Soalnya kan ibadah sunnah lebih utama ketimbang memperhatikan nasib fakir miskin. Ini bid'ah lagi ya? > > 6. Kenapa nomor 6 nya kosong? Apakah "kekosongan" dan "kehampaan" itu merupakan hiasan setan juga? > > 9. Salah satu lagi hiasan syetan adalah > merubah-rubah > hukum Allah, yang wajib jadi sunnah, yang haram jadi > halal, yang makruh jadi wajib, atau sebaliknya, > diputar balikkan hukum-hukum Allah itu. Jadi ingat pelajaran munakahat waktu SMA dulu. Hukum awal nikah itu "boleh". Namun hukum asal itu bisa berubah-ubah sesuai sikon. Bisa jadi "wajib", kalau begini. Bisa jadi "haram", kalau begitu. Bisa "sunnat", kalau begini begitu. Hiasan syetan juga? __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

