On 3/22/06, Syafrinal Syarien <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Apakah kebutuhan syetan untuk punya teman di neraka > sedemikian menggebu-gebu sampai ke ubun-ubun (syetan > punya ubun-ubun nggak ya?) sehingga mereka > mendedikasikan tujuan hidupnya untuk membujuk manusia > agar kafir dan berbuat maksiat? Mungkin kita perlu > tanyakan lagi kepada syetan. >
Tak perlu heran jika menerima kebenaran firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam al-A'raaf 7:13-19 (yang artinya): ------------------------ "Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya". ------------------------ Mengenai hal ini banyak diulang di surat lain seperti 15:34-40, 17:62-63, > Apa enaknya ya punya teman banyak sembari disiksa di > neraka? Jadi, selagi disiksa para syetan itu butuh > teman ngobrol dan curhat gitu? Kok sempat-sempatnya > mikirin punya teman di neraka, padahal tiap saat di > sana diazab melulu pasti nggak sempat lagi untuk > kongkow-kongkow, mahota, main domino, dsb. > Kalau mengacu ke teori McClelland berarti syetan ini > memiliki Needs for Affiliation yang sangat tinggi. > Karena telah jelas kebenarannya maka tidak perlu lagi berangan-angan "kenapa oh kenapa". "Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." (QS. an-Nisa 4:120) "Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya," (QS. al-Hijr 15:39) > Secara materi hukum, bagaimana bisa suatu hal yang > relatif jeleknya bisa dinilai kurang jelek dengan hal > yang hampir mutlak jeleknya? (Catatan: saya sendiri > juga bingung dengan kalimat terakhir ini). > "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah 2:216) > Apakah maksud Anda, kalau ada orang yang berpendapat > bahwa berinfak lebih utama ketimbang ibadah ritual > sunnah, maka orang tersebut berarti mengikuti hiasan > setan? Kalau begitu, jika ada orang uzur yang tidak > sanggup puasa Ramadhan, sebaiknya diganti dengan > shalat sunnat saja 100 rakaat, nggak usah bayar fidyah > ke fakir miskin. Soalnya kan ibadah sunnah lebih utama > ketimbang memperhatikan nasib fakir miskin. Ini bid'ah > lagi ya? > Ini Strawman argument. > > 9. Salah satu lagi hiasan syetan adalah > > merubah-rubah > > hukum Allah, yang wajib jadi sunnah, yang haram jadi > > halal, yang makruh jadi wajib, atau sebaliknya, > > diputar balikkan hukum-hukum Allah itu. > > Jadi ingat pelajaran munakahat waktu SMA dulu. Hukum > awal nikah itu "boleh". Namun hukum asal itu bisa > berubah-ubah sesuai sikon. Bisa jadi "wajib", kalau > begini. Bisa jadi "haram", kalau begitu. Bisa > "sunnat", kalau begini begitu. Hiasan syetan juga? > Ini Strawman argument juga. "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan." (QS. al-An'aam 6:112) Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

