Assalaamu 'alaikum.

Bapak dan Ibu sekalian,

Saya mengucapkan selamat berkenalan dan terimakasih kepada Pak 
Sjamsir Sjarif karena memperkenalkan milis ini kepada saya.  Sudah 
agak lama juga saya diterima jadi member tetapi baru sekarang berani 
bersuara :-)  Sebelum ini saya hanya membaca saja.  Maaf bahasa 
Minang saya kurang fasih walaupun Ibu dan ayah saya berbahasa Minang 
di rumah.

Saya dilahirkan di Padang 43 tahun yang lalu.  Ibu saya dari 
Bukittinggi dan ayah saya dari Payakumbuh.  Kami sekeluarga (saya 4 
bersaudara) berhijrah ke Malaysia pada tahun 1971 - mulanya ibu saya 
sangka datang sekejap karena ayah saya dijemput menjadi guru di sini 
(beliau berkelulusan Matematik), rupanya sampai sekarang kami masih 
di sini :-)  

Saya belajar di bidang komputer dan telah bekerja 15 tahun dalam 
bidang itu tetapi kini bekerja di rumah (lawati website kami 
www.bakerette-cafe.com).  Selain daripada membuat roti, kek dan 
homemade products lainnya, saya juga melakukan penterjemahan 
Malay<>English, juga pernah Indonesian to Malay.  Internet menjadi 
teman setia saya dan saya menyertai berbagai kumpulan agar dapat 
belajar dari berbagai budaya di seluruh dunia.

Saya dan suami pernah belajar bahasa Arab di Cairo selama 9 bulan 
pada tahun 2001, iaitu di Fajr Center di Hayyu Thamin (www.fajr.com) 
dan Qortoba (www.qortoba.com) di Hayyu Ashar, tetapi sampai sekarang 
belum fasih :-) baik written atau verbal.  Mesti lebih banyak 
berlatih, mungkin dengan menterjemah dari bahasa Arab (bahasa ini 
perlu dilatih kalau tidak nanti bisa hilang).  

Saya seronok membaca posting dari Bu Rahima mengenai pengalaman 
studinya di Al Azhar, juga mengenai hadis dsb (juga blog orang 
Minang di serata dunia).  Tempat kami tinggal dulu begitu dekat 
dengan asrama pelajar Malaysia, dan kami berkesempatan juga 
berkenalan dengan pelajar-pelajar Indonesia.

Saya dan suami ada juga termimpi-mimpi untuk dapat pensiun di 
Bukittinggi karena di situ cuacanya dingin dan nyaman (kami beraya 
Idul Fitri di sana pada tahun 2001).  Kami ingin mengusahakan 
sesuatu di sana yang sustainable dan dapat kami usahakan hingga 
akhir hayat :-)  Buat masa ini ia hanya tinggal mimpi, tapi mana 
tahu ianya mungkin terjadi :-)  

Kami agak kagum dengan kehidupan masa lalu, kami sering tertanya 
bagaimana orang dulu boleh hidup tanpa kemudahan moden yang kita 
kini rasakan tak dapat hidup tanpanya.  Namun kelihatannya pada 
zaman ini terdapat banyak penyakit berat dan pencemaran alam terlalu 
hebat, jadi mungkin cara orang dulu lebih mesra alam dan wajar 
dipelajari.  Rupanya kerosakan alam yang berlaku pada 20 tahun 
terakhir ini lebih besar daripada ribuan dan jutaan tahun dahulu.  

Terima kasih karena membaca posting saya.  Moga berjumpa lagi di 
lain waktu.

Wassalaam,
mardia dan mustaffa
www.bakerete-cafe.com

 


--- In [EMAIL PROTECTED], mardia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sila baca artikel bertajuk "Edisi KL: Albino bukan kerana 
sumpahan", 
> di alamat 
http://www.hmetro.com.my/Current_News/HM/Monday/Setempat/200603270953
05/Article/indexm_html
> 




--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke