On 4/21/06, Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>..., bermakna bahwa Ulil Amri yang dipatuhi hanyalah Ulil Amri yang tunduk dan
> patuh kepada Allah dan menjalankan hukum-hukum Allah saja. BIla tidak
> menjalankan hukum-hukum Allah bermakna ia zhalim dan tidak patut diturut. 
> .....
>

Mak, rasonyo sifat adil indak jadi syarat dipatuhinyo Ulil Amri
(salamo inyo Muslim). Nan indak buliah dipatuhi tu kok perintahnyo itu
untuk maksiat.

Dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhu berkata, berkata Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :

"Wajib bagi seorang Muslim untuk taat dalam hal-hal yang dia sukai
ataupun yang ia benci kecuali kalau diperintah untuk berbuat maksiat
maka tidak boleh mendengar dan taat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Auf bin Malik radliyallahu 'anhu berkata, berkata Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :

"Ketahuilah, barangsiapa yang di bawah seorang wali/pemimpin dan ia
melihat padanya ada kemaksiatan kepada Allah maka hendaklah ia
membenci kemaksiatannya. Akan tetapi janganlah (hal ini menyebabkan)
melepaskan ketaatan kepadanya." (HR. Muslim dalam Shahih-nya)

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radliyallahu 'anhu berkata, bersabda
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :

"Akan datang sesudahku para pemimpin, mereka tidak mengambil
petunjukku dan juga tidak melaksanakan sunnahku. Dan kelak akan ada
para pemimpin yang hatinya seperti hati syaithan dalam jasad manusia."
Maka aku berkata : "Ya Rasulullah, apa yang aku perbuat jika aku
mendapati hal ini?" Berkata beliau : "Hendaklah engkau mendengar dan
taat pada amirmu walaupun dia memukul punggungmu dan merampas
hartamu." (HR. Muslim dalam Shahih-nya)

Dari Adi bin Hatim radliyallahu 'anhu berkata, kami berkata :

"Ya Rasulullah, kami tidak bertanya padamu tentang sikap terhadap
penguasa-penguasa yang bertakwa/baik. Akan tetapi penguasa yang
melakukan ini dan itu (disebutkan kejelekankejelekan)." Maka
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Bertakwalah
kalian kepada Allah, mendengar dan taatlah kalian." (HR. Ibnu Abi
Ashim dan dishahihkan Al Albani dalam Adz Dzilal)

Dari Irbadh bin Sariyah radliyallahu 'anhu berkata, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah berkhutbah kepada kami, beliau
berkata :

"Bertakwalah kalian kepada Allah, wajib bagi kalian untuk mendengar
dan taat walaupun pemimpin kalian adalah budak dari Habasyah. Dan
sesungguhnya barangsiapa yang hidup panjang di antara kalian akan
melihat perselisihan yang sangat banyak maka wajib bagi kalian
berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khalifah yang lurus dan
terbimbing sesudahku." (Hadits shahih riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi,
dan Ad Darimi)

Dan banyak keterangan lainnya.

Berkata al-Imam At Thahawi rahimahullah dalam aqidahnya:

"Kami tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada penguasa dan
pemimpin kita walaupun ia seorang pemimpin yang jahat. Dan tidak
mendoakan kejelekan untuk mereka. Tidak melepaskan tangan dari
ketaatan kepada mereka. Karena ketaatan pada mereka termasuk ketaatan
kepada Allah dan merupakan kewajiban. Selama tidak diperintahkan
kepada yang maksiat. Kita mendoakan untuk mereka kebaikan dan
ampunan."

Ibnu Abil 'Izz rahimahullah menjelaskan dalam syarah-nya:

"Adapun taat kepada mereka adalah wajib walaupun mereka zholim, karena
memberontak kepada mereka akan mengakibatkan kerusakan yang berlipat
ganda jika dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan oleh penguasa
itu. Bahkan bersabar terhadap kejahatan mereka akan menghapuskan
dosa-dosa, karena Allah tidak menguasakan mereka atas kita kecuali
karena rusaknya amal kita, dan balasan itu sesuai dengan amalannya.
Maka wajib atas kita untuk bersunguh-sungguh meminta ampunan,
bertaubat, dan memperbaiki amalan. Allah berfirman:

        وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

"Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)." (QS. As Syuura 42:30)

Firman-Nya dalam ayat yang lain:

        وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا 
يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang lalim itu
menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka
usahakan." (QS. Al An'am 6:129)

Maka jika rakyat ingin terbebas dari kezholiman penguasa yang jahat, 
hendaknya mereka meninggalkan kezholiman."

Allahu Ta'ala a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke