Uni, Bank-Bank Syariah akan kesana, akan menyamai service yang diberikan oleh bank-bank konvensional global lainnya. Cuma masih perlu waktu dan pengalaman. Dan perlu di ingat juga bahwa bank- bank konvensional global spt citibank, hsbc, atau deutsche bank sebenarnya telah terlibat dalam memberikan jasa keuangan syariah (jadi masuk kelp bank syariah juga kan namanya ?:)) yang saya yakin kedepannya, porsi service keuangan antara keu islam dgn konvensional akan semakin berimbang.
Beberapa hal masih menjadi kendala spt tingkat pemahaman masy yang mengatakan bahwa keuangan islam itu hanyalah sebuah produk keuangan yang bernama islam. Padahal it's totally diferent. Krn bukan hanya produk, tapi sistem yang sangat berbeda dengan konvensional. Kendala lain, kurangnya tenaga profesional dalam keu syariah. yang ada selama ini adalah SDM konvensional yanng diberi training 2-3 hari ttg keu syariah, lalu dicemplungkan ke dalam bisnis syariah. Juga menjadi kendala lain, dari sisi regulasi. Lambatnya pmth dan semua pihak terkait dalam merespon perkembangan keu islam ini dlm penyediaan regulasi, sehingga terkadang para pengusaha timteng tdk bisa langsung invest disini karena tidak tersedianya SPV, dll Ini sering dikeluhkan oleh pelaku pasar keu syariah. Padahal spt kita ketahui, naiknya harga minyak mentah dunia (diatas USD 70 perbarrel) telah membuat para pengusaha minyak timteng kelebihan likuiditas. Tarok di amrik and eropah nggak mungkin, krn kejadian 9/11. Akhirnya mereka melirik asia, spt china, m'sia, and Indonesia. (itulah sebabnya, SBY and team (termasuk team dari Deutsche Bank wara wiri ke timteng akhir akhir ini. Saya kira itulah kunci keberhasilan keu islam, yaitu Pemahaman Masyarakat, Tersedianya SDM yang handal (memahami keu islam tdk hanya dari sisi knowledge), dan kesiapan pmth dgn segala regulasinya. wassalaam, Ronald On 5/6/06, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > --- 1972 putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalaamu 'alaikum Wr Wb > > Disinilah muncul ijtihad utk boleh mengambil > > keuntungan dari barang yang > > digadaikan untuk menutup biaya pemeliharaan yg > > menjadi kewajiban Rahin. Nah, > > biaya pemeliharaan inilah yang kemudian dijadikan > > ladang ijtihad para > > pengkaji keuangan syariah, sehingga gadai atau rahn > > ini menjadi produk > > keuangan syariah yang cukup menjanjikan. > > Dik Ronald, bercerita masalah gadai, bank Syari'ah > ini. Ada yang selama ini jadi pemikiran Uni, dan > kaitannya dengan kemajuan masyarakat islam secara > keseluruhan, masyarakat Indonesia, secara umum, > masyarakat Minang secara khusus. > > Masyarakat non Muslim, bisa maju karena ekonomi mereka > sangat kuat.Contoh saja Kristen. Di Mesir ini, > meskipun mayoritas Kristennya sangat sedikit, berapa > persenlah, namun kehidupan mereka makmur, toko-toko > banyak dikuasai oleh mereka. Ini karena mereka sangat > pintar ,memanagement keuangan mereka, menyimpan uang > dan memutar uang sehingga mendatangkan uang semakin > bertambah banyak. > > Berbeda dengan kita ummat Islam(tidak keseluruhannya), > saking takutnya dengan masalah Riba, sehingga uang > disimpan dilemari, atau di belikan emas, ke emas, > emas, ke emas lagi, ngak diputar. > > Sistem ekonomi yang dicontohkan Rasulullah, tidaklah > semacam itu. Uang diputarkan, hidup sesederhana > mungkin, padahal Rasulullah adalah seorang yang kaya, > mahar beliau kepada siti Khadijah saja, berapa onta > itu? kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, berapa > mercedest benz? Itu pertanda beliau kaya, tetapi hidup > sederhana. Zuhud, istilah Islamnya. > > Jadi yang dikatakan zuhud itu bukan dikarenakan > ketidak adaan, atau kemiskinan seseorang, disaat ada, > seseorang mampu hidup sederhana, itulah dikatakan > zuhud.Para sahabat banyak yang semacam ini. > > Kembali kemasalah ekonomi Islam. Islam akan sulit > majunya, kalau ekonomi morat-marit, Indonesia susah > makmurnya, kalau masih tergantung pada hutang, > tergantung pada negara lain, negara adikuasa. > > Kemajuan zaman semakin berkembang pesat, kebutuhan > hidup semakin meningkat, apakah Islam tidak memiliki > solusi untuk memberantas kemiskinan ini, tanpa ada > keharaman dan keribaan disana? > > Jawabannya, ada solusinya. > > Salah satu contoh diatas, sebagaimana yang dik Ronald > kemukakan : > > sehingga gadai atau rahn > > ini menjadi produk > > keuangan syariah yang cukup menjanjikan. > > Hal, inilah yang sellau menjadi pemikiran uni, gimana > cara merealisasikan dan membuat masyarakat bisa lebih > membuka mata pada bank-bank Syari'ah yang ada. Selama > 3 tahun di organisasi, banyak yang saya dapatkan, > terutama masalah bisnis, jualan, ambil > persenan,keuntungannya buat organisasi, yang > menjalankannya pengurus, dlllnya, kerjaan saya setiap > minggu selama lebih tiga tahun ini. > > Ibu-ibu diplomat, yang uangnya dollaran itu, setelah > tahu akan riba bank konvensional, bingung kemana lari > kita lagi? Bank Syari'ah masih belum memadai, contoh > pengiriman dollar, dan penerimaan dollar, masih belum > seperti city bank, yang sudah mendunia, dimana-mana > bisa dipakai.Padahal, ada salah seorang Ibu yang jujur > mengatakan pada saya : " Sebenarnya kita ingin > keuntungan dari uang kita ini bisa diambil oleh Islam, > tapi gimana lagi yah,. > > Bank Syari'ah masih belum seperti bank bertaraf > Internasional lainnya, jadi dengan secara terpaksa > kita menyimapn uang di Bank, tanpa bunga dengan syarat > buka account minimal US$ 5000, tidak boleh diambil > kecuali kalau mau mundur. Bayangkan saja, dengan > minimal 1 orang saja uangnya ada US$ 5000 dollar, > bagaimana kalau jutaan manusia, pantasan city bank dab > bank bertaraf Internasional lainnya, itu kaya, dan > makmur? > > Ketika itu, saya hanya mampu menjawab. Yah...ngak jauh > bedalah bu, dengan orang yang berjualan, mulanya modal > sedikit, tapi karena banyak pengunjung, banyak yang > beli, akhirnya uangnya berputar, dan ia bisa beli > barang baru, jual lagi dengan kapasitas dan kwantitas > yang lebih baik lagi. > > Coba kalau modal sedikit, pengunjung yang beli juga > sedikit, dari mana ia bisa mengembangkan modal dan > bergerak, juga memperbaiki mutu jualannya? Akhirnya > orang lari ke tempat yang mutunya, atau rasa makannnya > lebih enak lagi bukan? > > Padahal, asal muasalnya ia juga bermodalkan sedikit, > sama dengan penjualan yang tidak laris tadi. Sistem > pemasaran, distribusi, pelayanan pada konsumen, iklan, > dllnya, juga menetukan bisnis seseorang/ badan bisa > maju atau tidak. Begitupun dengan Bank Syari'ah ini. > > Kerepotan para ibu-ibu ketika di Indonesia, pengiriman > uang, dan juga penerimaan uang, dalam bentuk dollar, > mereka kirim dollar, maunya juga terima dollar, tanpa > potongan yang terlalu tinggi. > > Dan saya pernah mengalami hal ini, suami mengirim > dollar dari Kairo(BNI), tetapi saya tidak bisa > mengambilnya dalam bentuk dollar, harus rupiah dengan > kurs yang sangat-sangat rendah pula(kalau tinggi > bendingan?). Akhirnya saya terpaksa lari dan buka > account di BII. Hanya ketika itu(thn 2001), yang > mampu memberikan sesuai apa yang saya inginkan. Ketika > itu Bank Syari'ah belum saya ketahui ada di BKT, dan > belum begitu semarak. > > Sering saya berfikir, betapa baiknya uang yang kita > simpan, atau kita putarkan pada Bank Syari'ah, bank > untuk kemajuan masyarakat Islam juga, tapi apa daya, > kendala-kendala masih ada, sebagaimana yang pernah > saya alami, atau ibu2 diplomat lainnya juga > mengalaminya dalam bentuk lain juga, padahal kalau > ditanya hati nurani para ibu2 diplomat yang kaya-kaya > itu, mereka lebih mau memajukan bank Islam, ketimbang > memajukan non Muslim(ini penuturan mereka secara > jujur, saya tahu persis akan hal ini). Semoga jadi > bahan renungan buat dik Ronald dan lainnya, yang > bergerak di bank Syari'ah. > > Sekali lagi, Islam akan bisa maju, masyarakat Minang > yang nota bene juga adalah Islam, bisa maju, dengan > kemajuan ekonominya. Apakah bisa orang hidup selesa > dizaman ini, dizaman butuh biaya sekolah yang luar > biasa tingginya, butuh hidup layak(tetapi zuhud), > kalau ekonominya melarat, atau senin-kamis? Disinilah > letak salah satu peran dari Bank Syari'ah. > > Wassalamu'alaikum. Rahima. > > > > > Demikian, semoga bermanfa'at > > > > wassalaam, > > Ronald > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

