On 5/11/06, Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Logika Sejarah > > Oleh : Ahmad Syafii Maarif > ... > ..., sedangkan proses pembentukan atau pengangkatannya sudah tidak lagi > mengacu kepada Alquran yang mengedepankan syura (permusyawaratan) dalam > kehidupan bermasyarakat. >
Hmm, apakah dengan begitu penunjukkan Umar bin al-Khaththab radhiallahu 'anhu sebagai penerus oleh Abu Bakar radhiallahu 'anhu keliru? Begitu pula penentuan Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu yang dilakukan hanya oleh 6 orang? Begitu pula dengan diserahkannya kepemimpinan umat oleh al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhuma kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu 'anhuma? BTW, penyerahan kepemimpinan ini telah dikhabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwa cucu beliau itu, al-Hasan, akan mendamaikan dua kelompok mukminin yang bertikai. > Logika sejarah mengatakan begitu. Maka, bentuk demokrasi lebih dekat kepada > sistem syura itu. > Hmm, rasanya ekstrapolasi yang telalu jauh. Bagaimana kemudian jika ayat-ayat mengenai kerajaan Nabi Daud 'alaihis salaam dan Nabi Sulaiman 'alaihis salaam dijadikan alasan bahwa kerajaan berdasarkan keturunanlah terbukti oleh Al-Qur'an dan logika sejarah? Mungkin bakal banyak yang "ngamuk". Kalau melihat logika sejarah terbukti bahwa umat Islam lebih jaya pada masa Khulafaur Rasyidin; bahkan masa pemerintahan Raja pertama umat ini, Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu 'anhuma, jauh lebih jaya dari pada hari ini. Bukankah ini logika sejarah yang nyata? Dilihat-lihat teladan para shahabat yang mulia di atas sungguh-sungguh tidak demokratis dengan ukuran hari ini. Oh iya, pemilihan Abu Bakar radhiallahu 'anhu sebagai Khalifah Rasulullah pun setahu saya tidak meminta pendapat para penduduk Makkah. Siapakah yang keliru? Hmm, siapa ya yang di-ridhai Allah Ta'ala? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. at-Taubah 9:100) Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

