Hmm,...lama sudah ngak muncul. nampaknya perlu saya
jelaskan,

--- Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ambo sadar sa sadar-sadarnyo nan ambo mukasuik Angku
> mambicarokan agamo dan
> BAHaSA ARAB di RN,  kok dapek di SURAU atau MANGAJI
> sasuai jo parmintaan
> urang-urang dibawah ko. Juo hanyo mambicarokan
> Minang sajo di RN ko. Kok
> susah bana bakareh hati nak maaja BAHASO ARAB di RN?
> Demi Allah ambo indak
> IRI HATI sarupo nan angku tuduahkan.

1. Tidak ada yang mengatakan bahwa di RN susah
mengajar bahasa Arab, saya yakin semua kita
berpandangan sama bahwa benar bahasa Arab itu sulit,
tetapi mengajarkan orang untuk belajar bahasa Arab
tidaklah ada yang sampai menyangka hal semacam ini,
karena kalau kita katakan begitu terlalu sombong diri
kita telah menakar "isi kepala, kecerdasan seseorang",
padahal bisa jadi satu sisi dalam satu keilmuan dia
lemah, sisi lainnya dia sangat kuat dan pintar.

 2. Kalau kita tidak ingin dikatakan orang iri,
sebaiknya kita juga jangan sampai pernah terucap kata
"Si A iri sama si B". Bagaimana "sakit" disaat
disuntik orang, begitulah "sakitnya" saat kita pernah
menyuntik orang lain.

> 
> Jan salah mangarati nan ambo mukasuik. Latakkkan
> sesuatu pado tompaeknyo.

Milist RN adalah milist yang berbicara bagaimana adat,
budaya Minang. Sementara Minang itu sendiri basisinya
jelas. ABS-SBK. Jadi berbicara agama sudah pada
tempatnya di RN ini, bukan dengan melarangnya dan
menyuruh berbicara agama hanya di surau saja.

> 
>  
> 
> Hayatun Nismah Rumzy
> 
>  
> 
>  
> 
> 26/02/2006
> 
> Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
> 
>  
> 
> Sato lo ambo snek.
> 
>  
> 
> Rahima,
> 
>  
> 
> Kalau Rahima berpendapat bahwa membicarakan masalah
> agama boleh dimana saja,
> rasanya kurang kena. Kalau semua orang lagi nonton
> sebuah film di bioskop,
> apakah Rahima mau nyerocos juga ngomong masalah
> agama. Kalau orang lagi
> mendiskusikan masalah ekonomi mikro di suatu ruang
> diskusi atau ruang
> kuliah, apakah Rahima tetap ngotot membicarakan
> masalah agama di
> sela-selanya?

Sudah pastilah kita faham apa yang dimaksudkan
berbicara agama boleh dimana saja, bukan berarti di WC
pun boleh, di bioskop pun boleh, di saat orang main
sepak bola dilapangan boleh? Emang ada orang
berceramah di bioskop, di wc, di saat pertandingan
sepak bola? 

Namanya juga milist RN, banyak pembicaraan disana. Apa
bisa kita semua sepakat dengan mengatakan : " Hari
ini, detik ini, jam ini, pembicaraan kita terfokus
pada permasalahan flu burung, atau fokus pada orang
kemauskan Jin? ".

Saya belum pernah menemukan dimilist manapun , juga
milist RN ini pembicaraan pada satu fokus saja
postingan setiap harinya, setiap minggunya, setiap
bulannya. pasti bermacam ragam informasi yang saya
baca di RN ini.


Jadi, posisi saya berbicara agama disela-sela begitu
banyak postingan dengan berbagai informasi, tidaklah
salah. Ia hanya datang sebagai penyegar, sentuhan, dan
siraman ruhani saja. Sebagaimana tubuh perlu makanan
setiap saat, ruhanipun butuh diberi siraman setiap
saat, itulah keseimbangan makanan tubuh manusia, tidak
satu macam makanan saja, semua diperlukan.

> 
>  
> 
> Milis adalah "ruang" komunikasi yang dibuat sebuah
> komunitas untuk membahas
> topik tertentu yang sudah mereka tetapkan di awal
> pembuatannya. Tentu sangat
> tidak etis kita yang datang belakangan di milis itu
> memveto kehendak kita
> sendiri untuk merobah apa yang sudah disepakati para
> pendidirinya.

Tidak pernah sama sekali saya memveto, keinginan saya,
karena saya tahu milist ini milik semua orang Minang
dan kemanfaatannya disetiap sisi juga buat orang
Minang, bukan milik perorangan ataupun milik beberapa
orang anggotanya. Setau saya milik semuanya. Makanya
sebelumnya saya pernah bertanya, milik siapa RN ini?
Milik semua orang Minang, itulah jawaban yang saya
terima.

> 
>  
> 
> Coba Rahima inok manuangkan sekali lagi. Berdakwah
> adalah suatu kegiatan
> terpuji, tapi berdakwah dengan mengganggu orang lain
> di rumah orang lain,
> saya kira merupakan suatu perbuatan yang sangat
> tidak etis.

Saya tidak pernah mengganggu orang dirumahnya sendiri.
Saya berbicara dirumah saya sendiri.

Untuk tanggapan selanjutnya yang dibawah telah saya
tanggapi. Tinggal baca ulang saja postingan dan
disksui yang telah terjadi. Mungkin karena postingan
diatas belum saya tanggapi.Padahal tak ingin saya
menanggapinya,tetapi sepertinya itu dijadikan hujjah.
Terpaksa saya menanggapinya. 

Wassalamu'alaikum. Rahima.

> 
>  
> 
> Salam,
> 
>  
> 
> mak Sati (68->69)
> 
> Tabiang
> 
>  
> 
> 25/02/2006
> 
>

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke