Assalamu'alaikum.w.w.

... kita sambung nan kemaren ....

**" Dan tiada yang lebih pedih siksanya karena hawa
nafsu dan sahwatnya. Dan adalah Allah ta'ala jadikan
ia sebagai pemimpin di dunia seolah-olah ganti Allah
ta'ala di muka bumi, mengapa ia mengubah ketentuan
yang ada. Oleh karena itu ia kena siksa yang pedih"**

Artinya, kalau kita tahu bahwa menjadi pemimpin itu
seolah-olah sebagai pengganti Allah ta'ala di muka
bumi ini, jangan pandai-pandai menukar hukum Allah
ta'ala, maka layaklah menerima siksaan yang pedih itu.
    Sembahyang maghrib 3 rakaat bukan ?, boleh diubah
4 rakaat atau 2 rakaat ?... tidak boleh. Begitulah
hukum Allah ta'ala. Hukum minum arak (alkohol) didera
(cambuk, rotan), tidak boleh ditukar dengan denda.
Kalau didenda berarti mengubah hukum Allah ta'ala.   
   Kita rasa kita ini pandai sekali, Allah ta'ala
tidak pandai. Hukum Allah kita ubah, kita tukar dengan
hukum lain, hukum penjajah, hukum barat, hukum yang
kita cipta sendiri. Orang maukan hukum Allah ta'ala
kita marah, kita halangi, kita katakan zhalim…
...hebat kita...  lupa api neraka menunggu.

Yang hebatnya kita ini,.. dimana-mana pun, orang tak 
marah kalau kita hafal al-qur-an, bahkan orang suka
dengan orang yang hafal al-qur-an ini, orang sanjung
tinggi. Hari puasa bulan ramadhan, dipanggil hafiz
qur-an jadi imam sembahyang. Semua orang suka. Tapi
apabila menguraikan apa yang imam baca,... orang tidak
suka..... aaa .. jangan....katanya, dia marah. 
Ada satu orang tua yang sembahyang dekat saya,
dikatakannya senang betul sembahyang tidak penat, 
karena imam hafiz dan suaranya enak didengar.
Tapi bila diuraikan apa yang dibaca, dia marah. 
   Tuan-tuan membaca kitab fiqhul aulawiyaat (fiqih 
prioritas), karangan Dr. Yusuf Al Qardhawi. 
Melaksanakan antara yang utama dengan yang lebih
utama. Membaca Qur-an itu memang utama, tapi
melaksanakan isi al-Qur-an lebih utama. 
  Di kita terbalik, membaca Qur-an lebih utama,
melaksanakan isi Qur-an tidak boleh.. ha.. ha..
aaa... begitulah kita, ada musabaqah,..ada khatam 
qur-an,... seorang bapak akan bangga bila anaknya 
khatam qur-an. Tapi bila anaknya hendak melaksanakan
isi Qur-an, bapaknya marah, .. apa-apa-an .. 
... ikut-ikutan Qur-an ?. 
   Baca boleh,.. dapat pahala memang,.. tapi dia 
lupa bahwa melaksanakan apa yang terkandung dalam 
al Qur-an adalah lebih utama daripada membacanya. 
Memang berpahala membaca al Qur-an, tapi bila
ditentang apa yang dibaca....dapat apa ?. Sia-sia kita
membuat musabaqah.. akhirnya sia-sia kita sembahyang 
puasa... dst.

**"Kata Abu iza at tirmidzi,.. Dan perkara bab ini ada
riwayat dari Abdullah bin Abu 'Aufa, telah bersabda
rasulullah saw. Bermula, Allah ta'ala beserta qadhi,
menolongnya dan menurunkan rahmat ke atasnya, selama
tiada dia zhalim. Sebagaimana Umar bin Khattab tatkala
ia menjadi khalifah di Madinah. Maka kata 'Ibnu 'Abbas
ra., tiap tahun datang api ke negeri Madinah, maka
mengadu semua orang kepada saidina 'Umar, maka kata
Umar pada budaknya, ambil kain selendang selimut badan
aku ini, maka apabila datang api itu maka
kembangkanlah ia dihadapan engkau, maka katakanlah hai
api, ini selendang saidina 'Umar, niscaya kembali dia.
Maka manakala datang api itu maka gemparlah  sekalian
orang Islam, maka membawa budak saidina 'Umar akan
kain selendangnya, 
maka keluarlah ia dari kota Madinah serta
dibentangkannya dengan kedua belah tangannya akan kain
saidina 'Umar sebagai disuruh penghulunya maka katanya
"Hai api, inilah kain selendang saidina 'Umar,
khalifah Allah yang 'adil". Maka kembali api itu
sebentar itu juga tiada datang lagi"**

   Di sini hendak bercerita tentang saidina 'Umar. 
Bahwa pemimpin yang ‘adil, nanti Allah akan 
bersamanya selalu, "Allahu wal qaadhi maa lam
yanzhul",  selama tak berlaku zhalim. Kisahnya,
saidina 'Umar diberitahu orang, "Wahai 'Umar api
sering datang ke Madinah ini, lalu membakar". Oleh
karena saidina 'Umar ini 'adil,  katanya kalau nanti
api datang lagi, engkau bentangkan kain aku ini".
Datanglah api, oleh hambanya dibentangkannya kain itu
lalu dia berkata 
"Ini selendang saidina ‘Umar". Lalu apipun mati. 
Begitu hebatnya saidina 'Umar.... 
Nampak ndak tuan-tuan ?. Allah ta’ala bersama 
pemimpin yang 'adil.
  Suatu hari dapat surat dari Mesir. Orang berkata,
"Wahai Amirul Mukminin, sebenarnya di Mesir ini
apabila sungai Nil surut, apa mereka buat, mereka
tangkap anak-anak gadis yang cantik-cantik kemudian
diikatkan di tengah-tengah sungai Nil, sebagai korban,
itulah adat orang-orang dulu, karena kadang-kadang
terjadi pula hal itu. 
Umar berkata "Tidak boleh, jangan lakukan perbuatan
zaman dulu itu, tapi campakkan surat aku ini ke sungai
Nil. Ditulisnya surat, "wahai Nil, yang aku harapkan
bukan engkau, yang aku harapkan Allah ta’ala". Orang
Mesir mencampakkan surat itu ke dalam sungai Nil,
... Naik lagi pasang sungai Nil. Begitu kehebatan 
'Umar bin Khattab ra. 
Memang ia pemimpin yang 'adil.
   Suatu hari, ketika hendak meresmikan kota Kaherah
(Kairo) di Mesir, saidina 'Umar pergi dengan
pembantunya naik himar tapi seekor (mengapa tidak dua
ekor tidak dijelaskan). Naik sekali berdua bisa patah
pinggang binatang itu. Kata 'Umar "tidak apa-apa, kita
bergiliran. Kalau engkau penat, engkau naik aku turun,
kalau aku penat aku naik engkau turun". 
Lalu berjalanlah mereka sampai ke dekat kota Kaherah,
tapi giliran umar yang berjalan. Sampai di Kaherah,
orang ramai melihat "Mana yang khalifah ni ?, 
... tidak kenal,... tak kan mungkin khalifah 
jalan kaki"... aaa begitulah 'adilnya saidina 'Umar.
   Suatu hari anak ‘Umar telah berbuat salah,...
berzina. Kata ‘Umar "Hukum..."
Dihukum dera, hukum Allah diberlakukan.  Didera...
sampai hampir habis,..anaknya berkata 
"Ayah,.. beri saya segelas air ayah". Kata 'Umar
"tidak,... sudah habis aku beri".
Didera lagi... sekali lagi tinggal 
"Ayah .. peluk saya ayah", kata Umar 
"tidak, nanti aku peluk". Didera sekali itu yang
keseratus,...Umar memeluk anaknya.... 
Meninggal dunia.
Masuk surga anaknya,... bertemu dengan Rasulullah. 
Memang ia bersalah, tapi hukum Allah diberlakukan. 
Allah ta'ala sudah menghukumnya,... habis dosanya.
     Ada pula kajian sains di Mesir, orang yang
terkena aids itu bila dirotan (didera),...hilang
aidsnya. Tapi orang yang sudah kawin tidak sembuh,
tidak hilang, karenanya harus dirajam sampai mati. 
Itu 'adilnya hukum Allah ta’ala. Tapi orang tidak 
paham, tidak mengerti,... ini yang payah. 
Dan lebih payah lagi tidak mau mengerti, tidak mau
belajar. 
Itulah gambaran 'adilnya saidina ‘Umar. 
Betapa hebatnya ia,... cerita saidina 'Umar ni
panjang. 

... aaa lah panjang pula ... besok kita sambuang.. 

Wabilahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro



                
---------------------------------
Be a chatter box. Enjoy free PC-to-PC calls  with Yahoo! Messenger with Voice.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke