Assalamu'alaikum WW

Untuak nan sakian kali....... spin off.....
...... siapo sabananyo nan dibalakang iko ?

Wassalam

Z St Bandaro Kayo




http://www.kompas.com/ver1/Ekonomi/0606/28/145234.htm

Jika Tuntutan Spin Off Gagal, Masyarakat Sumbar Demo


Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi




PADANG, KOMPAS - Persoalan pemisahan (spin off) PT Semen Padang dari 
induknya PT Semen Gresik Tbk, kini bagai bara dalam sekam. Berbagai elemen 
masyarakat dan tokoh masayarakat, Selasa (27/6) malam menggelar rapat dengan 
Gubernur Sumatera Barat. Tuntutan tetap agar pabrik semen tertua di 
Indonesia ini segera spin off. Jika tuntutan tidak terkabul, masyarakat 
Sumbar dan perantauan akan demonstrasi besar-besaran di Jakarta.

Pemerintah Sumatera Barat sudah dua kali mengirimkan surat kepada pemerintah 
pusat dan belum satu pun dijawab secara tertulis. Dalam pekan ini surat 
ketiga akan dilayangkan, isinya tetap menuntut terwujudnya spin off. Di 
samping itu juga mendorong pemerintah untuk membuat holding semen Indonesia.

Demikian inti dari pertemuan tokoh masayarakat, elemen masayarakat, DPRD 
Sumbar dan Gubernur Sumbar, yang dikemukakan Ketua Forum Perjuangan Spin Off 
(FPSO) Sumbar, Haji Basril Djabar, Rabu (28/6).

"Sikap masyarakat Sumbar ini sebagai reaksi dari rencana transaksi terakhir 
pihak Cemex Meksiko untuk menjual sahamnya di PT Semen Gresik Tbk kepada PT 
Rajawali, tanggal 3 Juli mendatang. Perjuangan masyarakat Sumbar sejak tahun 
1998 ini sudah menjadi harga mati, tak bisa ditawar-tawar," katanya.

Basril menjelaskan, andaikata proses akuisisi Semen Padang oleh Semen Gresik 
dan pembelian saham Semen Gresik Group oleh Cemex tidak berlumuran dengan 
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, spin off ini tidak akan pernah 
terdengar.

Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, mengakui sebetulnya sebagian besar tuntutan 
masyarakat Sumbar sudah dikabulkan pemerintah pusat, yaitu mayoritas saham 
tetap pada pemerintah, put option (pilihan menjual) saham pemerintah kepada 
Cemex tidak terjadi, dan Cemex hengkang dengan CPSA-nya. Tinggal lagi 
tuntutan spin off yang belum terlaksana.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga akan meminta saham kepada Rajawali Group 
sebesar tiga persen, yang nilainya sekitar Rp400 miliar. "Cara pembayaran 
saham tiga persen itu adalah dicicil dengan dividen yang akan diterima 
setiap tahun. Sebesar 90 persen dari deviden dibayarkan untuk cicilan dan 
sisanya 10 persen untuk daerah," tambah Gubernur Gamawan Fauzi.




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke