Katonyo Islam itu menjadi Rahmatan-Lil alamin, jadi untuk yang mnyangkut
hablum-minan nas adolah sah-sah sajo. Bahkan dianjurkan untuk saling
bertoleransi.

Tapi kalau sudah menyangkut aqidah, ambo indak satuju ba toleransi jo
JIL iko atau kelompok lain. Sabab banyak pemikiran kelompok Utan Kayu
yang menyimpang dari ajaran yang kito yakini .

Diantaronyo lah menyebabkan terbitnyo buku : " Pemurtadan di IAIN' yang
bedah bukunyo dilaksanan di IAIN Jakarta tu.  
Jadi kesimpulan bahwa sebagian anak muda mengandrungi JIL harus
dikoreksi menjadi sekumpulan kecil sajo.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Darwin Bahar
Sent: Friday, June 30, 2006 9:22 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]

Subject: [EMAIL PROTECTED] International Conference of Islamic Scholars (
ICIS) II
Bagi saya yang menarik ialah bahwa tema dan misi ICIS ini sangat kuat
diwarnai oleh sikap moderat dan tasamuh (toleransi) yang sudah membudaya
di kalangan nahdhyin. Gus Dur bisa diganti oleh dan kemudian kurang akur
dengan KH Hasyim Muzadi, atau PKB dapat saja pecah dua bahkan pecah
tiga, atau para ulama sepuh dapat saja mefatwakan bahwa "liberalisme"
yang dewasa ini digandrungi oleh sebagian generasi mudanya sebagai
"haram". Tetapi sebagai jamiah, NU selalu terlihat sebagai kesatuan yang
utuh.

Alhamdulillah, Indonesia beruntung dengan adanya NU.

Wassalam, Darwin


====================================================================

ICIS NU

Oleh : Azyumardi Azra

Republika, Kamis, 22 Juni 2006

http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=253239&kat_id=19

International Conference of Islamic Scholars (ICIS) II, yang
diselenggarakan PBNU, 20-21 Juni 2006 kemarin di Jakarta memiliki banyak
signifikansi.


KH Hasyim Muzadi mengakui hal tersebut. Dalam wawancara panjang dengan
koran Seputar Indonesia (19/6/2006), KH Hasyim Muzadi menyatakan,
penyelenggaraan ICIS II menyusul ICIS I pada 2004 bertepatan dengan
meningkatnya berbagai konflik internal di kalangan umat Muslimin di
banyak negara Muslim, termasuk di Indonesia. Menurut dia, perbedaan
antarmazhab dan aliran menjadi pemicu konflik internal tersebut.


Ketika saya berbincang-bincang dengan Pak Lah, panggilan akrab Abdullah
Badawi, di suite-nya sebelum acara pembukaan ICIS berlangsung, ia juga
menekankan bahwa umat Islam harus menerobos lingkaran kemiskinan dengan
meningkatkan etos kerja dan daya upaya untuk meningkatkan kemandirian
(self-sufficiency), dalam bidang pangan dan teknologi, misalnya. Jika
umat Muslimin miskin dan tergantung pada pihak luar, maka lingkaran
kemiskinan umat tersebut menjadi lestari.

Sebagian kita mungkin lebih senang menyalahkan pihak lain atas
kemiskinan dan keterbelakangan kaum Muslimin. Tapi, sudah waktunya umat
lebih jujur melakukan koreksi dan kritik internal. Tidak jarang, banyak
hal baik tentang Islam, tidak bisa diwujudkan secara aktual. Karena itu,
seperti dikemukakan Abdullah Badawi, kaum Muslimin harus menunjukkan,
tidak hanya dalam teori tapi juga dalam praktik, bahwa Islam tidaklah
berlawanan dengan kemodernan; bahkan tidak secara antagonistis
bertentangan dengan Barat. Kaum Muslimin juga seharusnya sadar, bahwa
mereka tetap bisa menjadi modern tanpa harus menjadi Barat; kaum
Muslimin perlu melakukan modernisasi, bukan westernisasi.

Hal yang sama juga ditekankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam
sambutan pembukaannya. Dunia Islam dan umat Muslimin menghadapi empat
masalah pokok: kemiskinan, konflik, pengabaian, dan terorisme. Di
samping itu, Presiden juga melihat meningkatnya gejala Islamofobia di
kalangan masyarakat internasional. Untuk menghadapi gejala tersebut,
umat Islam harus menunjukkan tindakan terpuji dan patut dicontoh, serta
pembelaan yang gigih bahwa umat Islam adalah masyarakat yang cinta
damai.


Karena itu, seperti juga ditekankan KH Hasyim Muzadi, umat Muslimin
haruslah meningkatkan sikap tasamuh (toleransinya). Dan ini kebutuhan
yang sangat mendesak. Setiap anggota umat memang diwajibkan untuk
senantiasa melakukan tawshiyyah bil haq; tetapi itu harus dilakukan
sesuai dengan prinsip tawshiyyah bish shabr, saling berwasiat, berpesan
dengan kesabaran.






--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke