-  Pada waktu itu Kerajaan Aceh sangat gigih membendung pengaruh
Portugis di Selat Malaka, dan salah satu upayanya adalah menguasai
daerah-daerah terutama di pesisir pantai timur Sumatera dan pantai barat
Malaysia. Pada masa itu Kerajaan Johor dan Kerajaan Siak bersekutu untuk
membendung pengaruh Aceh ini, namun tidak cukup kuat. Untuk itu
'diundanglah' Kerajaan Pagaruyung pada masa itu untuk membantu mencegah
intervensi Aceh. Dari ketiga luhak dikumpulkanlah sejumlah sukarelawan,
dan kemudian berangkat berperang. Akhirnya pengaruh Aceh dapat dicegah
di Riau terutama, dan ternyata banyak dari sukarelawan tersebut yang
kemudian dipersilahkan untuk menetap di Riau sebagai 'warga kehormatan'.
Kemudian beberapa daerah di Riau telah menjadi 'rantau' bagi orang
Minang, dan pada beberapa tempat adat Minangkabau dipakai. Beberapa
daerah tersebut di antaranya adalah Kampar Kiri dan Kampar Kanan,
Inderagiri, Bangkinang, hingga Kota Baru. Beberapa daerah disebutkan
membentuk sistem  persukuan tersendiri seperti di Minangkabau dan juga
mengangkat datuk-datuk. 
 Sebenarnya tidak ada upaya intervensi dari suku bangsa mana pun ke
Minangkabau, tidak pada masa Melayu, Sriwijaya, Majapahit, maupun Aceh.
Demikian juga orang Minang, tidak memiliki ambisi untuk menyerang daerah
lain, terkecuali memang saya melihat ada beberapa waktu menyerang ke
'utara', dan itupun tidak menduduki.

// Kalau suku Sakai di Riau jo Anak Dalam di Jambi tampaknyo budayanyo
barek ka Minang dari Melayu. Kabanyo mereka tamasuak nan gagal
menjalankan misi penyerangan sahinggo takuik pulang ka Minangkabau.
Sakai bisa indak dianggap asli Riau/ Melayu karano  daerah pemukimannyo
disekitar Sebanga/Minas -Duri merupakan hadiah dari sultan Siak dulu.
Baa pulo jo rang Talang Mamak salah satu suku terasing lain disekitar
Bukit Tiga Puluh/ Siberida- Indragiri Hulu. Kawasan mereka tampaknyo
dibateh akhir budaya Minang di Cerenti- Indragiri.  

 Sampai kini katigo suku tu masih banyak yang animisme.
Kalau Sakai lah banyak nan maju, bahkan ado yang sempat digunokan untuak
Illegal-logging dek para pengusaha kayu. Talang Mamak walau masih
animisme  ado juo inyo nan punyo antena parabola untuak nonton tipi.

Nan agak  lucu ambo liek suku Anak Dalam naiak sepeda motor, tapi inyo
indak basirawa. Kalau mereka kepasar untuak manjua hasia hutan dan
mambali keperluannyo lai basirawa. Tibo dihutan sarawa dibukak, tapi jam
tangan indak tangga doh. He..he..   

Untuak expansi ke "Utara", tampaknyo nan agak babakeh maso parang Paderi
sajo.  Konon kabanyo pasukan khusus Tuanku Lelo sabana banyak melakukan
pembunuhan dan pemerkosaan disana. Sehingga Sisingamangaraja yang mulai
simpati dengan Islam melalui Tuanko Rao, jadi berbalik.
Akhirnya yang sukses disini adalah HKBP.

Apokoh memang baitu sajarahnyo ???


 
  


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke