-------- Original Message --------
Subject: Re: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than
Bali...? Peluang bisnis...??From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, August 3, 2006 8:56 am
To: [EMAIL PROTECTED]

Kkd. Maizar,

  Betul seperti yg kakanda sampaikan, polanya harus 'top down'
  seperti metoda yang diterapkan dalam Change Management
  Processes. Tidak semua hal bisa 'diambangkan' ke pasar dulu
  sebelum diputuskan.

  Sumsel sekarang juga sangat sadar akan hal itu, bahwa
  pariwisata merupakan peluang yang sangat prospektif untuk
  meningkatkan PAD mereka. Gubernurnya langsung yang memimpin
  dan mengajak kerja sama lembaga yang profesional untuk
  membantunya. Salah satunya adalah IMA (Indonesian Marketing
  Association), non profit organization pimpinan Hermawan
  Kertadjaja tsb. Gubernurnya mengundang dan menyediakan
  fasilitas di Palembang agar IMA tsb melaksanakan Munasnya
  tahun ini disana. Ternyata untuk Sumsel, pariwisata air
  merupakan prospek yang berpeluang besar dikembangkan
  kedepannya. Seperti Chaopraya River di Bangkok, dinner on
  the boat (tp jangan siang hari kesana ya...).

  Lalu Gubenrnur menindak lanjuti dengan meminta bantuan
  beberapa orang anggota IMA Sumsel berangkat ke Singapore,
  Malaysia dan Thailand untuk study banding (study beneran
  tapi...). Pulangnya mereka harus menghasilkan proposal
  ter-INTEGRASI untuk implementasi pengembangan pariwisata
  Sungai Musi tsb. Nanti Pemda yang melaksanakannya. Saya baca
  di koran, meraka sudah mulai siapkan kapal untuk itu dan SBY
  sudah mencoba mengarungi Sungai Musi tsb bbrp waktu lalu.

  Kalau Yogyakarta, semua tahu. Sudah sangat exist nama mereka
  didunia pariwisata. Tetapi Sultan masih merasa perlu untuk
  meningkatkannya. Sehingga beliau mengundang Hermawan dan
  Teamnya untuk itu. Sekarang Yogyakarta punya motto baru :
  "Jogja, Never Ending Asia...". Kalau Malaysia mottonya: "The
  Truly Asia...".

  Nah, Sumbar apa nih mottonya utk promosi pariwisata...??
  Jadi pertanyaan Kakanda Maizar sangat relevan dalam hal ini.
  Sebaiknya jangan hanya sekedar slogan "Visit Minangkabau
  Year..." doang lah...

  Kalau Pemda Sulut yg sudah terkenal dengan pariwisata bawah
  air Bunakennya ke seluruh dunia, malah lebih jauh lagi
  dengan 'membayar' khusus profesional Marketing dan Event
  Organizer utk mempromosikan pariwisatanya. Sampai jualan dan
  buka stand segala di event-event International seperti di
  Singapore, dll.

  Bulan Mei lalu, Jatim juga bikin promosi pariwisata
  besar-besaran dengan melibatkan Travel Agent Manca Negara.
  Saya sudah pernah sharing juga di milis RantauNet. Propinsi
  Banten lagi gencar-gencarnya juga mempromosikan
  pariwisatanya. Dan masih banyak lagi propinsi lain yang
  menyadari potensi pariwisata ini untuk meningkatkan PAD
  mereka.

  Satu lagi yang sangat menarik buat saya dari Kakanda Maizar
  adalah angka setengah juta wisatawan dalam 3 tahun.
  Sebetulnya kita punya bayangan gak, berapa besar sih itu
  angkanya yang akan masuk sbg cash flow di Sumbar
  nantinya...?? Saya bukan orang keuangan. Tapi pernah saya
  coba simulasi sangat kasar dan saya share di milis RantauNet
  beberapa waktu lalu.

  Katakanlah wisatawan berkunjung untuk 3 hari 2 malam saja ke
  Sumbar. Sewa kamar akan berkisar Rp. 900.000 average utk 2
  mlm, belum makan, minum, sewa kendaraan, belanja oleh2.
  Setidaknya minimal Rp. 2 jt per orang (Kakanda Idris Talu
  dari Malaysia mengoreksi saya bahwa orang Malaysia sangat
  'doyan' belanja. Angka Rp.2,5 jt buat mereka itu baru angka
  minimal HANYA utk shopping dan oleh2 aja).

  Ambillah dulu angka yg Rp. 2 jt tadi. Kalau proyeksi Kakanda
  Maizar 0,5 jt wisatawan kali Rp 2 jt = Rp.
  1.000.000.000.000...!!! SATU TRILIUN dalam 3 TAHUN bo...!!!
  Angka kasar lho... Apakah angka ini cukup menarik buat Pemda
  Sumbar...??

  Adakah alternatif industri lain yang bisa mendatangkan cash
  flow sebesar ini dengan modal yang lebih 'enteng'? Adakah
  alternatif industri lain selain industri pariwisata yang
  bisa mendistribusikan angka Satu Triliun tsb ke segmen
  masyarakat paling bawah sampai investor besar Hotel,
  Penerbangan, dll? Mulai dari tukang rokok, penjaja makanan,
  handycraft, resto & cafe, tour guides, transportasi,
  penginapan, losmen, Hotel, dsbnya...?

  Orang Bali sangat rajin mengasah Budaya dan berlatih
  Kesenian tiap hari. Selalu memotivasi diri belajar Manajemen
  dan mengelola Keuangan. Untuk apa...?? Saya tidak punya
  angka jumlah wisatawan yg berkunjung ke Bali. Tetapi rasanya
  diatas 1 juta orang. So... berapa besar tuh Rupiah yang
  masuk kesana...??

  Bahwa akan ada concerns dan peraturan tertentu untuk
  meminimalisir dampak pariwisata, HARUS dong. Bahwa SDM kita
  harus dibenahi juga, PASTI. Tetapi sebaiknya jangan
  diperdebatkan : "Duluan mana, Ayam atau Telur yang harus
  kita siapkan...?". Sayang dong kalau kita 'stuck and stay'
  terus, sementara propinsi lain sudah masuk 'arena balap'
  untuk memberi peluang menyejahterakan rakyatnya. Kata Kahlil
  Gibran : "Waktu tidak pernah mundur kebelakang...!".

  Mohon maaf talabiah takurang. Semoga berkenan.

  Salam,
  Nofrins

MAIZAR RAHMAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Adinda Rinaldo,`

Senang rasanya gayung bersambut, pantun berjawab. Urun rembuk
seperti ini, tetap ada manfaatnya, minimal membukakan mata
hati kita yang memang terbatas jangkauannya dan dengan
'bahimbauan' beginilah kita bisa saling memperkaya wawasan.

Ambo menggarisbawahi kata-kata adinda:

"......Kami berpendapat apabila Ranah Minang ingin seperti
Bali atau negara lainnya, maka Pemda harus kerja keras membuat
langkah2 kongkrit yg terprogram dg baik.( jk panjang, menengah
maupun pendek)......"

Dari surat Add Asadi Rasyid ke Bapak Gubernur jelas bahwa
masalah ini juga sudah
menjadi pemikiran serius Pemda. Alhamdulillah. Kalau boleh
urun rembuk lagi maka pendapat Adinda di atas diterjemahkan
oleh perlunya suatu Program Utama Wisata Minang yang dipimpin
langsung oleh Gubernur dan para Bupati.

Target pencapaian Program utama ini adalah bertahap: setengah
juta wisatawan, sejuta, satu setengah juta dan dua juta,
apakah turis domestik ataupun turis mancanegara. Target waktu
misalnya 3, 5, 7 dan 8 tahun.

Program Utama ini tentu mempunyai road map: dimulai dengan
program wisata terkendali, dilanjutkan dengan program wisata
terbatas terpantau, program wisata bebas terpantau, dan pada
akhirnya program wisata aman bebas. Maksudnya adalah pada
tahap awal Pemda sepenuhnya melakukan pengawasan dan
pengarahan dan pada tahap akhirnya semuanya sudah berjalan
spontan , dimana pada tahap akhir ini Pemda hanya akan lebih
memperhatikan keamanan dan pelaksanaan hukum.

Pembenahan awal, seperti Adinda katakan, sesuai kemampuan sdm
dan dana, difokuskan hanya pada objek-objek penginapan,
transportasi dan kunjungan tertentu dulu, sehingga turis
memperoleh rasa nyaman dan aman.yang kemudian dipertahankan
melalui pengawasan yang baik.

Kiranya sangat bermanfaat bila Pemda membentuk tambahan
jajaran keamanan bekerja sama dengan Polri untuk mencegah
teror semacam 'bom bali' atau sejenisnya
yang jelas akan memporakporandakan industri wisata kita.
Sebagai misal, Austria memiliki rasio polisi per penduduk yang
besar, demi memelihara keamanan, walau mereka tidak kelihatan
di jalan-jalan. Kelihatannya banyak yang beroperasi secara
intelijen.

Saya sitir lagi cuplikan tulisan Adinda:

...........padahal kita semua tahu bahwa yang paling abadi
didunia hanyalah PERUBAHAN...kita di Ranah Minang telah
dikaruniai alam yg indahnya luar biasa...tetapi sayang kita
belum mampu membangun software nya karena kita kurang care
dengan pembangunan SDM . Mudah2an mimpi saya menjadi
kenyataan.dan objek wisata Sumbar benar2 dapat dinikmati oleh
penduduk dunia dg nyaman,aman dan damai....

Saya sangat sefaham dengan ini, dan saya yakin, jutaan warga
Minang diseantero dunia ingin melihat 'mimpi ' tersebut.

Maizar Rahman (sma1 angkatan 66)

----- Original Message -----
From: "asadi rasyid" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Gamawan Fauzi" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 01, 2006 3:21 PM
Subject: Fwd: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than
Bali...? Peluang bisnis...??

> Kepada Yth,
> Bpk Gubernur Sumbar
> ditempat.
> Melengkapi masukan ambo beberapa waktu yg lalu ttg berbagai
> masalah
serta gagasan pengembangan kepariwisataan di Sumbar, berikut
ambo kirimkan masukan dari sanak Rinaldo J Azis (Dirut Aero
Wisata Int), Maizar Rahman (wakil Indonesia di OPEC), &
Nofrins (fotografer) sbg masukan.
> Mudah-2an bermanfaat bagi Pemda & masyarakat Sumbar sebagai
> bahan
kajian.
> Mohon maaf, untuak manjago keasliannyo surat sangajo indak
> ambo edit. Atas perhatian bapak sabalunnyo ambo ucapkan
> banyak tarimo kasih. Wassalam,
> Asadi Rasyid (75)
>
> "Rinaldo J. Aziz" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> From: "Rinaldo J. Aziz" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Tue, 1 Aug 2006 14:33:34 +0700
> Subject: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than Bali...?
> Peluang
bisnis...??
>
>
>
> > Uda Maizar Rahman
> >
> > Saya salut dan sangat mendukung ide2 uda ttg peluang
> > bisnis pariwisata
u/
> > kemajuan Sumbar. Izinkanlah saya ikut sharing.
> > Alhamdulillah krn tugas pada beberapa perusahaan yang saya
> > jalani sekitar 26 tahun sayapun telah merasakan sendiri
> > bagaimana negara negara atau daerah lain mengelola
> > pariwisatanya dengan baik.Sejauh yg saya tahu jumlah
> > wisatawan terbanyak yg pernah berkunjung ke Indonesia
> > ketika masih "jaya" (termasuk Bali,Jogya,Sumbar,dst)
> > hanyalah 5 juta orang, jauh kalah dibandingkan Thailand
> > dimana tahun2 sebelum terjadi Tsunami mencapai +/- 13,5 jt
turis
> > apalagi China diatas 40 juta turis pertahun.
> > Sebelum 'total packet crisis" melanda RI atau lebih khusus
> > setelah kejadian teror/ bom Bali dan kerusuhan
> > lainnya,kelompok turis yang
datang
> > masih bervariasi antara middle up, middle dan middle
> > low.Namun sayangnya beberapa tahun terakhir ini umumnya
> > hanya middle low dan 'back packers' yang menurut hemat
> > saya tidak terlalu banyak memberikan nilai
> > tambah.Kenapa hanya kelompok ini yg berminat ke Indonesia
> > saat ini?..jwbnya krn MURAH..Orang bilang ada barang ada
> > harga.Itulah harga yang pantas untuk kemolekan alam dan
> > budaya yang kita miliki saat ini karena minusnya faktor2
> > penunjang lain yg terabaikan
> > diantaranya faktor SDM, keamanan dan prasarana lainnya.
> > Akan sia2 kalau hanya mengandalkan objek wisata tampa
> > pembenahan SDM..
> > Uraian uda pada alinia terakhir sangat menarik dan pas
> > sekali....... Uda mengatakan: " Tentu perlu dicatat bahwa
> > Ranah Minang sekaligus juga membenahi diri dg segala
> > perangkat, baik manusia,keamanan,sistim dan fasilitas yang
> > mampu menerima turis manca negara secara berkwalitas
prima
> > internasional".....
> > Menurut hemat saya justru disinilah Key Success Factor
> > nya.Menurut pengalaman inilah faktor yg paling menentukan
> > dan justru ini titik yg paling lemah di Sumbar. Jangankan
> > turis manca negara, turis domestikpun (sebenarnya lebih
> > potensil dibandingkan turis2 back packers) berfikir
> > panjang dan enggan untuk datang ke Ranah Minang sekarang
> > ini.Kalaupun datang, coba survey ke mereka apakah mereka
> > ingin kembali? Hampir semua pelanggan kami menjawab hanya
> > dg diplomatis karena mrk tahu saya adalah orang
> > Minang...takut melukai persaan saya..haha.
> > Sebagai profesional yang sedang menggeluti bisnis yang
> > terkait dg 'hospitality' / pariwisata dalam 3 tahun
> > terakhir saya punya catatan sangat panjang yang berkait
> > dengan statemen uda dimaksud.
> > .Oleh karena itu, dengan beberapa sahabat (diantaranya Sdr
> > Elfiwadri 73,Syaiful Abbas 73,dll) dan dalam bbrp kali
> > pertemuan kami pernah bahas sebagai masukkan bagi Pemda
> > untuk pembenahan dan beruntung ada sanak
Asadi
> > Rasyid 75 yg punya jalur khusus dan sangat proaktif
> > membantu
menyampaikan
> > langsung pada BA 1.Saya yakin ini memang bukan pekerjaan
> > mudah bagi
Pemda
> > krn menyangkut perbaikan mental dan attitude masyarakat,
buktinya?..kira2
> > 1 bulan yang lalu sanak kita Munadir (73) melampiaskan
> > kejengkelannya pada saya tentang kejadian yang dialaminya
> > ketika berurusan dg petugas
di
> > bandara MIA Pdg ketika mau kembali ke Jkt....Saking
> > kesalnya akhirnya
dia
> > 'muntahkan' pada teman temannya apa lagi teman yg ada
> > 'bau2' airline
atau
> > bandara. Jadilah ambo kanai sasaran dan jadi korban
> > pulo...hahaha. Kami berpendapat apabila Ranah Minang ingin
> > seperti Bali atau negara lainnya, maka Pemda harus kerja
> > keras membuat langkah2 kongkrit yg terprogram dg baik.( jk
> > panjang, menengah maupun pendek). Yang pasti menurut hemat
> > saya alinia terakhir statemen uda Maizar Rahman itu masuk
> > dalam program jangka pendek yang sifatnya MUST...tidak
> > bisa di tawar2. Kongkritnya seperti apa?..tidak usah
> > muluk2..Mulai saja di pintu gerbang Sumbar , mampukah
> > pemda membenahi pelayanan di Bandara MIA,membrantas
> > preman2, calo/sopir taxi dan kuli2?? Apabila terbukti
> > mampu dan bisa ..maka insyaAllah selanjutnya akan lebih
> > mudah.Saya bermimpi bahwa pd suatu hari saya jalan2
> > bersama sekelompok orang yg terdiri dari para pemimpin
> > Sumbar,pemuka masyarakat, guru2,wartawan dan para alim
> > ulama mengunjungi negara lain yang pariwisatanya maju,
> > sikap dan kepribadian masyarakatnya sangat Islami
> > (walaupun mrk bukan beragama Islam), bersih, tp objek
> > wisatanya ternyata so so saja, ... ternyata turis yg
> > datang
bukan
> > main banyaknya. Kemudian saya mengajak mrk kenegara
> > tetangga yang penduduknya muslimnya cukup dominan dan
> > kondisi lainnya sama, ternyata turis yg datang juga
> > berlimpah..Saya sangat berharap agar sekelompok
orang
> > ini mau berfikir, merenung dan menceritakan pengalaman
> > pribadinya ini kepada anak didik, umat, pembaca maupun
> > rakyatnya bahwa ternyata selama ini kita hidup seperti
> > katak dibawah tempurung, kita yang mengaku
sebagai
> > daerah Serambi Mekah ke 2 setelah Aceh, yang sangat
> > menjunjung tinggi nilai2 luhur, ...ternyata sangat jauuuh
> > tertinggal...kita enggan untuk
mau
> > berubah,..padahal kita semua tahu bahwa yang paling abadi
> > didunia
hanyalah
> > PERUBAHAN...kita di Ranah Minang telah dikaruniai alam yg
> > indahnya luar biasa...tetapi sayang kita belum mampu
> > membangun software nya karena
kita
> > kurang care dengan pembangunan SDM . Mudah2an mimpi saya
> > menjadi kenyataan.
> dan objek wisata Sumbar benar2 dapat dinikmati oleh penduduk
> dunia dg nyaman,aman dan damai....
> Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan.
>
> Wass Add
> Rinaldo J Aziz 73 (52)
>
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "MAIZAR RAHMAN" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Monday, July 31, 2006 2:56 AM
> > Subject: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than
> > Bali...? Peluang bisnis...??
> >
> >
> >> Silahkan add atau rekan Nofrins, ambopun sangat
> >> bertarimokasih kalau rembukan saketek iko bisa bamanfaat.
> >> Maizar Rahman (66)
> >>
> >> ----- Original Message -----
> >> From: "Yulnofrins Napilus" <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >> Sent: Monday, July 31, 2006 1:02 AM
> >> Subject: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than
> >> Bali...? Peluang bisnis...??
> >>
> >>
> >>> Mohon maaf kapado sanak Maizar, krn manuruik ambo
> >>> pemikiran dan
tulisan
> >> sanak sangat bagus dan menarik utuak kito sharing basamo,
> >> mako ambo langsuang se copy and paste ke WS.com. Silahkan
> >> diliek di :
> >>>
> >>
http://www.west-sumatra.com/component/option,com_joomlaboard/Itemid,27/func,view/catid,37/id,139/#139>
 >>>
> >>> Ditunggu tanggapan sanak yg lain.
> >>>
> >>> Salam,
> >>> Nofrins
> >>>
> >>>
> >>> MAIZAR RAHMAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >>> JADIKAN MINANG SEBAGAI NAMA KHAS TUJUAN WISATA : 'VISIT
> >>> MINANG
> >> BEAUTIFUL'
> >>>
> >>> Indonesia begitu besar, penduduknya 30 kali Austria
> >>> ataupun Swiss . Turis
> >>> yang mengunjungi Austria 19 juta orang per tahun. 2,5
> >>> kali
penduduknya,
> >>> mereka membelanjakan 14 milyard dollar di sana. Kalau
> >>> mau
dianalogikan,
> >>> maka ranah Minanglah yang mampu menandingi keindahan dan
> >>> daya tarik turis
> >>> dari kedua negara tersebut. Maka tidak mustahil turis
> >>> yang masuk ranah Minang juga 2,5 kali jmlah penduduk
> >>> daerah ini atau 10 juta
> >>> orang per tahun . Maka, turisme saja, bila
> >>> berandai-andai, akan mampu menaikkan pendapatan per
> >>> kapita penduduk ranah Minang sebesar 2000 dollar
> >>> per tahun.
> >>>
> >>> Ketakutan penduduk daerah akan rusaknya budaya oleh
> >>> kedatangan turis-turis
> >>> tidaklah beralasan. Pengaruh perusakan dari siaran
> >>> televisi sangat jauh lebih besar. Turis-turis tidak
> >>> masuk ke kawasan penduduk. Dengan
> >> waktu
> >>> tinggal hanya beberapa hari, fokus kunjungan mereka
> >>> lebih ke objek wisata
> >>> alam, wisata peninggalan sejarah dan wisata pertunjukan
> >>> kesenian dan
> >> budaya.
> >>> Turis-turispun tidak berkeberatan bila diminta masuk ke
> >>> ranah Minang
> >> dengan
> >>> pakaian sopan. Mereka cukup dewasa untuk memahami adat
> >>> setempat.
> >>>
> >>> Mungkin tidak perlu dibicarakan secara rinci apa yang
> >>> harus dilakukan
> >> untuk
> >>> menyiapkan ranah Minang jadi daerah wisata internasional
> >>> karena
semuanya
> >>> sudah ada panduan atau 'teori'nya, banyak textbook
> >>> tentang itu, banyak konsultan yang mampu memberikan
> >>> arahan.
> >>>
> >>> Yang ingin disampaikan dalam saran pendek ini adalah
> >>> bagaimana promosinya
> >>> agar dunia mengenal dan tertarik mengunjungi ranah
> >>> Minang. Kita sering melihat iklan wisata di CNN seperti
> >>> 'Truly Malaysia' , demikian juga iklan-iklan gencar lain
> >>> mengenai Thailand, Egypt dan lain-lain. Mengingat begitu
> >>> luasnya Indonesia, maka iklan 'visit Indonesia'
jadinya
> >>> sangat umum. Karena itu tidak kalah pentingnya juga
> >>> secara khusus mengkampanyekan 'Minang beautiful' atau
> >>> 'Minang Wow' atau 'lovely Minang'
> >>> atau slogan lain yang lebih mengambil perhatian.
> >>> Ciptakan suatu citra unik
> >>> 'Minang' seperti halnya 'Bali'
> >>>
> >>> Dengan semangat otonomi daerah maka republik ini dengan
> >>> senang hati mempersilahkan daerah untuk mencari
> >>> kiat-kiat untuk meningkatkan kemakmurannya, termasuk
> >>> promosi.
> >>>
> >>> Promosi ini dilakukan secara internasional baik media
> >>> cetak dan elektronik
> >>> seperti CNN, BBC, CNBC dan lain-lain yang cakupannya
> >>> luas. Pengenalan 'Minang' boleh identik dengan
> >>> pengenalan Indonesia, tapi bilamana
> >> Indonesia
> >>> yang sangat luas ini, mengalami gangguan di satu
> >>> daerahnya, maka 'Minang'
> >>> tidak akan ikut terpengaruh besar. Turis lebih mengenal
> >>> 'Minang'
sebagai
> >>> Minang dan hanya ingin kepastian bahwa 'Minang' masih
> >>> tetap aman dan layak
> >>> kunjung.
> >>>
> >>> Untuk itu tentu diperlukan dana yang besar. Agar
> >>> pemerintah Sumbar
tidak
> >>> perlu
> >>> mengeluarkan dana jalan keluar yang dapat dicoba adalah
> >>> bekerjasama dengan
> >>> konsultan internasional yang
> >>> kuat. Mereka dijanjikan keuntungan berupa royalty yang
> >>> diambilkan dari peningkatan pajak daerah yang berasal
> >>> dari turisme selama beberapa
waktu
> >>> sampai modal mereka kembali dengan keuntungan yang
> >>> layak.
> >>>
> >>> Malaysia, dengan waktu cepat mampu menggaet jutaan turis
> >>> dengan
kampanye
> >>> 'Truly Asia' nya. Makan Insya Allah demikian juga dengan
> >>> ranah Minang
> >> dengan
> >>> kampanye " Lovely Minang' atau 'Beautiful Minang' nya.
> >>>
> >>> Tentu perlu dicatat bahwa ranah Minang sekaligus juga
> >>> membenahi diri
> >> dengan
> >>> segala perangkat, baik manusia, keamanan, sistem dan
> >>> fasilitas, yang mampu
> >>> menerima turis mancanegara secara berkualitas prima
> >>> internasional.
> >>>
> >>> Maizar Rahman
> >>>
> >>> ----- Original Message -----
> >>> From: "Yulnofrins Napilus" <[EMAIL PROTECTED]>
> >>> To: "RantauNet2 Milis" <[email protected]>
> >>> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
> >>> Sent: Wednesday, July 26, 2006 8:21 AM
> >>> Subject: [SMA 1 Bkt Jaya] Sumbar is better than Bali...?
> >>> Peluang
> >> bisnis...??
> >>>
> >>> > actually,there are so many amazing places which can we
> >>> > promote to
all
> >>> > of
> >>> tourists. if I compare with Bali, I can say my beloved
> >>> village is
better
> >>> than Bali like the view,beaches and many else. but bali
> >>> has so many thing
> >> to
> >>>
> >>> do, such as organized trips, activities like diving,
> >>> rafting, treking, cycling, crusing, treking and many
> >>> else.I work at MBA in Bali, MBA is like
> >> a
> >>> tour desk or tourist information. so, we give all about
> >>> tourism
> >> informations
> >>> in bali to tourists, like tourism object, shuttle bus,
> >>> ticketing,
> >> activities
> >>> etc, and we also organize it. so from what I'm doing, I
> >>> think I can
help
> >> to
> >>> promote our tourism by giving information about sumbar
> >>> to tourists in
> >> Bali.
> >>> but unfortunately I don't know much about sumbar, so
> >>> maybe I need more information about that.thank's
> >>> >
> >>> > --------
> >>> >
> >>>>
> >
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it
> free.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Moderator: Mungkin sanak dapek maringankan baban moderator
> saketek, (jan
sampai palanta talalok) jo manyisiahkan Rp. 200 perhari
karajo, untuak tetek bengek palantako. Mangurangi baban uang
pansiun salamoko. Kok iyo lai ado tolong bisiakan atau salekan
sajo ka rek dana social mbo BCA 0350154469, mandiri
1220093036567 a/n Darul Makmur, akhiri angko pitihno jo 752
(pla)
>
> Kirim email kosoang apobilo:
> Ka sato maota disiko, ka:
> [EMAIL PROTECTED] cuti dari
> palantako, ka: [EMAIL PROTECTED]
> Sato duduak baliak disiko,
> [EMAIL PROTECTED] Ingin manarimo digest
> sajo ka: [EMAIL PROTECTED] Lah maleh di
> palantako, ka: [EMAIL PROTECTED]
>
> Photo dan file dapek di upload ka website group, cubo masuak
> ka:
http://groups.yahoo.com/group/palantasma1bkt/photo
> Baco dan upload file di:
http://groups.yahoo.com/group/palantasma1bkt/files/
> Bia agak tahu tantang fasilitas group pai ka:
http://help.yahoo.com/help/us/groups/files
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>






---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US
(and 30+ countries) for 2ยข/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]



Moderator: Mungkin sanak dapek maringankan baban moderator
saketek, (jan sampai palanta talalok) jo manyisiahkan Rp. 200
perhari karajo, untuak tetek bengek palantako. Mangurangi
baban uang pansiun salamoko. Kok iyo lai ado tolong bisiakan
atau salekan sajo ka rek dana social mbo BCA 0350154469,
mandiri 1220093036567 a/n Darul Makmur, akhiri angko pitihno
jo 752 (pla)

Kirim email kosoang apobilo:
Ka sato maota disiko, ka:
[EMAIL PROTECTED] cuti dari palantako,
ka: [EMAIL PROTECTED]
Sato duduak baliak disiko,
[EMAIL PROTECTED]
Ingin manarimo digest sajo ka:
[EMAIL PROTECTED] Lah maleh di palantako,
ka: [EMAIL PROTECTED]

Photo dan file dapek di upload ka website group, cubo masuak
ka: http://groups.yahoo.com/group/palantasma1bkt/photo Baco
dan upload file di:
http://groups.yahoo.com/group/palantasma1bkt/files/ Bia agak
tahu tantang fasilitas group pai ka:
http://help.yahoo.com/help/us/groups/files

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/palantaSMA1Bkt/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke