Jaringan bisnis etnis Cina satulelaki.com - Sejak jaman dulu hingga sekarang, orang Cina dikenal sebagai etnis 'pedagang'. Mereka terkenal sebagai pelaku bisnis yang ulet dan tangguh serta jeli membaca peluang. Tak heran jika jaringan bisnis mereka juga sangat luas, dari desa, kota, hingga transnasional. Inilah empat lingkar jaringan bisnis yang menarik untuk dicermati.
Dilihat secara keseluruhan, jaringan bisnis etnis Cina di Asia Timur dan Tenggara terdiri dari empat lingkar: lingkar pedesaan, lingkar perkotaan, lingkar regional dan lingkar transnasional. Keempat lingkar tersebut terjalin menjadi jaringan-jaringan bisnis yang bisa diandalkan untuk dengan cepat memobilisasi dan mendistribusikan modal, barang kebutuhan produksi, konsumsi dan informasi. Jaringan bisnis etnis Cina lingkar edesaan terlihat jelas ketika terjadi kekerasan terhadap penduduk etnis Cina di Kalimantan Barat pada tahun 1967. Pada waktu itu diperkirakan, sekitar 300 penduduk etnis Cina terbunuh dan sekitar 45.000 melarikan diri dari desa-desa ke pontianak dan Singkawang. Mereka ditempatkan di barak-barak pengungsi yang dikelola militer, dan paling tidak, 4.000 lagi meninggal karena sakit dan kurang gizi. Komunitas-komunitas etnis Cina, di daerah tersebut berantakan, dan hal itu sangat memukul perekonomian penduduk Dayak. Jaringan bisnis etnis Cina lingkar pedesaan di Kalimantan Barat pada dekade 1930-an yang bisa diasumsikan terus berlanjut sampai pertengahan dekade 1960-an tersebut, terdiri dari para pedagang etnis Cina yang mendirikan pos-pos dagang di pedalaman Kalimanrtan Barat untuk mengumpulkan produk hutan seperti rotan, karet dari orang Dayak. Jaringan bisnis lingkar pedesaan ini terintegrasi dengan jaringan bisnis etnis Cina lingkar perkotaan. Para eksportir dan importir etnis Cina yang tinggal di perkotaan Pontianak dan Singkawang tersebut menjalin hubungan kredit dengan para pemodal etnis Cina yang tinggal di Singapura. Selain menangani ekspor, para pedagang etnis Cina dari lingkar perkotaan tersebut juga menyediakan berbagai komoditi yang bisa diperoleh dari importir-importir etnis Cina di kota-kota pesisir yang lebih besar untuk dijual ke desa-desa. Jadi, jaringan dagang mereka membentang dari pedalaman, ke kota-kota pantai hingga ke Singapura. Jaringan dagang yang umurnya puluhan tahun dan bahkan bisa jadi berabad-abad ini, tidak bisa digantikan begitu saja oleh orang-orang Dayak yang bisa jadi hanya mempunyai jaringan dagang di daerah-daerah pedesaan saja. Uraian mengenai jaringan bisnis etnis Cina di Kalimantan Barat itu melukiskan betapa kuat dan luasnya jaringan bisnis yang mereka bangun dan kembangkan. [hnl] ----------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

