Sayang kalau dilewatkan :
   
  http://www.indonesiamedia.com/2006/08/early/budaya/budaya0806.htm.
  
Mengenai orang Melayu yang ada di Indonesia, diperkirakan mereka berasal dari 
daratan benua Asia mengikuti suatu gelombang migrasi yang berlangsung pertama 
kali pada sekitar 2500-1500 SM. Gelombang migrasi ini datang ke Indonesia 
sebagian melalui Semenanjung Melayu masuk ke Sumatera, Kalimantan, Jawa; dan 
lainnya melalui Filipina masuk ke Sulawesi. Para migran ini disebut kelompok 
Melayu Tua (Proto Melayu).
  Pada akhirnya kelompok Melayu Tua ini tersebar di berbagai bagian wilayah 
Indonesia dan sekarang dikenal sebagai kelompok-kelompok etnis atau sukubangsa. 
Beberapa di antaranya adalah sukubangsa Gayo, Alas, Batak, Nias, Talang Mamak, 
Orang Laut, Batin, Kerinci, Mentawai dan Enggano, yang semuanya berada di pulau 
Sumatera dan sekitarnya; Dayak di Kalimantan; Badui dan Tengger di pulau Jawa; 
dan beberapa kelompok etnis di pedalaman Sulawesi.
   
  Gelombang migrasi berikutnya dari daratan Asia yang juga melalui Semenanjung 
Melayu dan Filipina disebut Melayu Muda (Deutero Melayu). Ini terjadi sekitar 
300 SM. Sukubangsa yang termasuk Melayu Muda ini, antara lain orang Aceh, 
Tamiang, Melayu Deli, Melayu Riau, Minangkabau, Melayu Jambi, orang Penghulu, 
Melayu Bengkulu, Palembang, Melayu Pontianak, Kutai, Berau, Minahasa, Bugis, 
Makassar, Bali, Sasak dan lain-lain. Beberapa sukubangsa lainnya yang juga 
masih mengidentifikasikan diri sebagai “orang Melayu”, adalah Melayu Biliton, 
Melayu Betawi, dan sebagainya.
  Kelompok sosial lainnya tidak secara langsung mengidentifikasi diri sebagai 
orang Melayu, tapi menggunakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Sebagai 
contoh, di Minahasa ada sejumlah sub-sukubangsa Minahasa yang masing-masing 
menggunakan dialek tersendiri. Sedangkan sebagai sarana komunikasi antara 
anggota sub- sukubangsa tersebut digunakan bahasa Melayu Manado. Beberapa 
sub-sukubangsa Minahasa, seperti orang Tonsea, Tombulu, Toulor dan Tontemboan 
diperkirakan sebagai bagian dari arus migrasi Melayu Muda.
  Sejumlah sukubangsa di pulau Bangka, seperti orang Darat, Sekah dan Lom 
menggunakan bahasa Melayu Bangka dalam percakapan sehari-hari. Sedangkan orang 
Muyu di Irian Jaya menjadikan kemampuan berbahasa Melayu sebagai salah satu 
syarat untuk bisa mengangkat seseorang sebagai kepala suku.
  Sejak 400 tahun yang lalu di Jakarta terjadi asimilasi kebudayaan dari 
beberapa sukubangsa dan bangsa, seperti Melayu, Jawa, Sunda, Bali, Bugis, 
Portugis, China, Arab, India, serta belanda, yang kemudian melahirkan 
sukubangsa dan kebudayaan Betawi. Orang Betawi menggunakan bahasa Melayu Betawi 
sebagai alat komunikasi.
  Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, merupakan sukubangsa yang dianggap 
termasuk kelompok Melayu-muda.
  Orang Melayu menetapkan identitas ke-Melayu-annya dengan tiga ciri pokok, 
yaitu berbahasa Melayu, beradat istiadat Melayu, dan beragama Islam. 
Berdasarkan ciri-ciri pokok tersebut, masyarakat Indonesia yang tergolong 
sebagai orang Melayu baik dilihat sebagai ras atau sukubangsa, dipersatukan 
oleh adanya kerjaan-kerjaan Melayu pada masa lampau. Kebesaran 
kerajaan-kerajaan Melayu telah meninggalkan tradisi-tradisi dan simbol-simbol 
kebudayaan Melayu yang menyelimuti berbagai suasana kehidupan hampir sebagian 
besar masyarakat di Indonesia.
  Kerjaan-kerajaan besar Melayu bukan saja terpusat di pulau Sumatera, 
persebarannya mencapai sebagian besar wilayah nusantara. Hal ini dapat saja 
terjadi karena adanya beberapa penguasa beserta pengikutnya dari 
kerajaan-kerajaan tersebut yang melarikan diri karena berbagai faktor, dan 
kemudian mendirikan kerajaan Melayu baru di daerah lain.
  Simbol-simbol yang berasal dari kebudayaan Melayu, yang berlaku di 
tempat-tempat umum serta yang digunakan untuk menjembatani berbagai sukubangsa 
dan golongan etnis yang berbeda sehingga dapat saling berinteraksi adalah 
bahasa Melayu dan etika Melayu (antara lain keramahtamahan dan kerterbukaan). 
Dapat dikatakan, bahwa kebudayaan Melayu memiliki ciri-ciri utama yang bersifat 
dan fungsional dalam mengakomodasi perbedaan-perbedaan.
  Ciri-ciri seperti yang dimiliki kebudayaan Melayu muncul dari pengalaman 
sejarah kebudayaan Melayu yang selama berabad-abad telah mengalami kontak 
dengan berbagai kebudayaan asing, baik yang hanya mampir karena hubungan dagang 
maupun yang menetap di Indonesia. Karena itu kebudayaan Melayu juga memiliki 
kesanggupan yang besar dalam mengambil alih unsur-unsur kebudayaan non-Melayu.
  Kebudayaan Melayu yang diterima oleh semua golongan masyarakat tumbuh dari 
sejarah perkembangan kebudayaan Melayu itu sendiri, yang selalu berkaitan 
dengan tumbuh, berkembang, dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Melayu, dengan agama 
Islam, perdagangan internasional, serta penggunaan bahasa Melayu. Oleh karena 
itu simbol-simbol kebudayaan Melayu yang sampai sekarang diakui sebagai 
identitas Melayu adalah bahasa Melayu, agama Islam, serta kepribadian yang 
terbuka dan ramah.

                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke