Dunsanak ysh,
   
  Bilamana ditanya apakah ada unsur keyakinan (seperti fengshui) dalam 
perletakan permukiman di Minangkabau, jawabannya tentunya adalah ada. Saya 
memang belum memperhatikan sampai satu unit bangunan ‘rumah’ katakanlah rumah 
gadang, tapi ‘sedang’ memperhatikan pola regional atau wilayah yang lebih luas. 
Hingga sampai pada kesimpulan sementara: sebenarnya orang Minang memiliki bakat 
genetik yang sedikit lebih unggul dibandingkan suku bangsa lain dalam hal 
apresiasi geografi.
   
  Sebenarnya dulu secara tidak sengaja saya mempelajari pola-pola permukiman 
awal, terutama setelah dituntun melalui tambo. Dan memang ada orientasi 
tertentu seperti gunung, sungai, dst. Hal ini merupakan suatu proses alamiah 
bagi setiap permukiman masa itu. Namun pola geografis ini janganlah disamakan 
dengan fengshui dalam pemahaman masa kini.
   
  Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya keahlian ini kian tersimpan, dan 
bilamana tidak jeli memperhatikan akan mudah mengatakan tidak ada. Beberapa 
tersimpan di dalam pitatah-patitih, dan semua menggunakan lambang-lambang dalam 
alam takambang. Seperti persyaratan nagari disebutkan bakorong bakampuang, 
balabuah batapian, dst. Termasuk pembagian luhak nan tigo, disebutkan: luhak 
tanah datar – airnya jernih ikannya jinak buminya dingin, luhak agam – airnya 
keruh ikannya liar buminya hangat, luhak lima puluh – airnya manis ikannya 
jinak buminya pun demikian juga. Tentunya akan lebih banyak lagi contoh-contoh 
kalau kita cermat memperhatikan. Namun untuk sementara saya baru memperhatikan 
untuk ‘skala wilayah’ atau nagari, dan belum kepada single entity bangunan.
   
  Bilamana ada kesempatan berdiskusi langsung, saya juga ingin menunjukkan di 
atas peta tentang adanya pola-pola yang luar biasa dari pola permukiman tempo 
doeloe, yang telah menginsipirasi di antaranya pembentukan adat dan budaya 
Minangkabau. Dalam bentangan geomorfologis hal ini dapat menunjukkan kekompakan 
dan keteraturan sistem budaya Minangkabau yang terbentuk sedemikian rupa. 
Sehingga tentunya sangat riskan bagi kita untuk sekedar memahami satu atau 
beberapa bagian saja dari adat budaya tersebut, konon pula untuk mengubahnya.
   
  Untuk skala wilayah, kompleksitas spatial-culture ini lebih rumit 
dibandingkan dengan Bali (hasta bumi). Namun untuk skala yang lebih besar, 
tentunya pola Bali akan lebih mudah terbaca dan lebih simbolik (hasta kosala 
kosali). Saya juga mulai mempelajari sebuah pola yang terbentuk di hulu Sungai 
Musi, yang kelihatannya juga cukup unik.
   
  Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya, apresiasi geografi ini adalah 
genetik untuk orang Minang, sehingga membentuk ciri. Untuk sama-sama kita 
pelajari tentang hal ini saat ini, seperti pemilihan tempat tinggal, lokasi 
usaha, dll, sampai dengan ‘dua langkah di depan Cina’. Mungkin kompetisi 
pemilihan ruang ini bisa sebanding dengan suku bangsa lain, namun untuk aspek 
pergi ke tempat-tempat jauh hingga terpencil ‘sendirian’, kelihatannya belum 
saya lihat bandingannya.
   
  Wassalam,
  -datuk endang


zul amry piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Siapa bilang orang Minang dalam 
mendirikan suatu bangunan tidak 
memperhatikan "fengsui" atau "kosali kosali" kata orang Bali . Umumnya 
rumah rumah yang berada diselingkar gunung Merapi termasuk kampung 
saya di Solok akan menghadap kearah gunung tersebut , dah katanya ini 
akan membawa berkah . Tak satupun bangunan yang ada menghadap matahari 
terbenam , karena akan dianggap akan berakibat kurang baik , yaitu 
surutnya rejeki sesuai redupnya matahari dikala senja . Arah yang 
paling baik konon katanya menghadap timur . Entah sejak kapan aturan 
ini mulai berlaku di Minangkabau , tak seorang pun yang saya temui 
bisa menjelaskannya dengan jelas dan rinci . Barangkali ada sanak di 
palanta yang tahu tentang hal tersebut .

Wassalam : zul amry piliang di pantai jimbaran bali 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Next-gen email? Have it all with the  all-new Yahoo! Mail Beta.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke