Assalamualaikum ww Tudingan beberapa tahun lalu tentang sejarah Minangkabau yang tenggelam kedalam 80% mitos belum direspon sebagaimana mestinya, walau nggak rela dikatakan terlambat, upaya kearah itu bagi kita para kawula jelata amat dinantikan, Gebu Minang turut bertanggung jawab dalam hal ini, kan malu menyandang predikat Urang Minang big trousers alias The Gad-Ot bin Gadang Ota, baa gak ati mak Saaf tu? Bana Rasulullah, suai kito tu Dt. Endang akan melusuri lebih jauh tentang Ekspedisi Pamalayu ini, sumber dari Minangkabau sendiri boleh dikatakan nil samasekali paling juga dari tambo yang tidak dapat sama sekali dijadikan referensi, satu2nya yang kita miliki hanyalah Batu Basurek Pagaruyuang yang ada sedikit menukilkan tentang Adityawarman yang diyakini sebagai Maharaja Melayu Pagaruyung yang melepaskan diri dari kontrol Mojopahit yang semakin melemah setelah Patih Gajah Mada mengundurkan diri karena malu setelah bertindak diluar SOP sehingga Planning membuahkan Perang Bubat yang dikenal sebagai Banjir Darah di Pajajaran yang memilukan itu Nggak usah malu mengakui kalau nenek muyang kito buto huruf (Sangsekerta, Palawa etc), kan tidak satupun karya tulis yang telah diwariskan kepada kita anak cucunya, bandingkan dengan wong jhowo misalnya Mpu Sindok abad 9 dengan mahakaryanya ShangHyiang Manikam, Dharmawangsa (981-1016) memerintahkan sastrawan istana menyadur kitab Mahabhrata kedalam Bahasa Jawa, Mpu Kanwa sekretaris kepresidenan Erlangga (1037) dengan kitab Arjuna Wiwaha, dizaman Hayam Wuruk Mojopahit ada pula Nagara Kertagama oleh Mpu Prapanca belum lagi kitab Pararaton dan Babat Tanah Jawa entah siapa pula penciptanya Ambo setuju kalau dikatokan Sriwijaya memiliki reputasi dilaut, kan tidak sepanjang hari setiap saat, pasti ada dong suatu saat mereka BBM alias benar2 mabok, liat aja tahun 990 Prabu Dharmawangsa dari kerajaan Medhang dalam usahanya untuk menguasai lintas dagang Selat Malaka mengobrak abrik langsung pusat Sriwijaya hingga rajanya Sri Sudhamani Warmadhewa ter-birit2 masuk hutan setelah pasukan Medhang pergi barulah sang raja kembali dan mendapatkan istananya jadi abu rata dengan tanah Kecuali dizaman Bhala Putra Dhewa, Sriwijaya nggak ada apa2nya, mereka diserang silih berganti tidak kurang kerajaan Chola dari India tentaranya juga sempat tuh makan mpek2 Palembang nggak bayar Demikian pula dizaman Prabu Sri Kartanegara, Sriwijaya juga dibawah bayang2 Singosari, masih untung Ekspedisi Pamalayu ke Dharmasyraya dengan misi damai, itung2 penjajagan kekuatan Melayu sebelum ekspansi militer dikerahkan, soalnya Kartanegara sebelumnya juga telah menguasai Bali, Maluku, Bakulapura di Kalimantan Selatan, Sundapura bahkan pada waktu bersamaan dengan ekspedisi Pamalayu pasukan Kartanegara juga sedang bergerak menuju Sriwijaya Terakhir dizaman Mojopahit, Sriwijaya benar2 finished, Pangeran Adityawarman sebelum menempati Istano Alam Kerajaan Melayu Swarna Bhumi Pagaruyuang setelah ibunya Dara Jingga mengundurkan diri, juga pernah ditugasi sebagai Yuraja (Raja Muda) Wakil Raja Mojopahit untuk (DKI) Daerah Khusus Istimewa Takluk Sriwijaya Sebenarnya Kartanegara ini termasuk negarawan ulung, bahkan dibenaknya sudah ada rencana menyerbu Mongol di Tiongkok sono, beliau amat gusar melihat jhung2 China berkeliaran disana sini, ditiap pelabuhan pasti ada saja kapal dagang China, yang jengkelnya mereka arogan sekali, cukai pelabuhan aja nggak mau bayar, petantang petenteng masuk kota, maka ketika utusan Khubilai Khan datang dengan gayanya yang arogan minta agar Kartanegara mengakui kebesaran Khubilai Khan Sang Maharaja Mongol itu langsung aja didamprat habis oleh Kartanegara bahkan dalam perjalan pulang menuju kapalnya rombongan utusan tersebut sempat dipelasah massa dan dilempari tomat busuk Wasalam abp
Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dunsanak ysh, Membaca uraian di bawah, sedikit saya tergerak untuk berpendapat sebagai berikut :........................... cut gan lah dibaco..... -datuk endang __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

