Mokasih banyak kanda, rancak bana, alangkah baiknyo bisa dibaco basamo-samo, jadi ambo kirimkan ka palanta RN jo alumni SMA1bkt. Wassalam, Elthaf
________________________________ From: suheimi ksuheimi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, August 22, 2006 10:56 AM To: Elthaf (elthaf) Subject: RE: artikel Tarimo kasih b anyak atas bantuan adinda dan kerja samanya... cobo kirim ciek lai B E L A N E G A R A Oleh K.Suheimi Di Gadut B Tinggi saya lihat ada pesawat terbang yang di jadikan tugu peringatan bahwa disana pernah ada lapangan terbang, bahwa disana ada perjuangan, bahwa disana disaat-saat genting negara Indonesia hampir tak diakui lagi keberadaannya, karena semua pemimpin telah di tangkap Belanda, Ibu Kota telah diduki. Ibu kota yang pindah dari Jakarta ke Jokya, dan jokyapun sudah di duduki. Disaat genting sepertui itulah Rakyat Sumatera Barat tampil sebagai pembela bangsa ini. Disinilah di B Tinggi yang awalnya pemimpin kita berkumpul di halaban Payakumbuh dan Koto Tibggi. Disinilah pusat pemerintahan RI. Disinilah Presiden Syafruddin Prawiranegara memegang pusat komando mengendalikan Republik ini. Kita ingat M Rasyid sebagai Gubernur Militer yang piawai, menghantarkan Bangsa ini Ke Perundingan Meja Bundar. Disana pulalah Hatta yang juga putra Minang ini dengan cemerlang jadi bintang dalam KMB itu, dan selamat bangsa ini. PDRI Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ini dari Desember sampai Juli 1948, adalah pemerintah Darurat, dan dalam ke Daruratan inilah yang menentukan arah dan keselamatan Bangsa. Ketika saya menyaksikan ada tugu Pesawat, sebagai pelambang bahwa Angkatan udara sangat berperan waktu itu, dimana hubungan dan komunikasi terputus di seantero nusantara. Kehadiran Angkatan Udarlah melalui pemancar-pemancar radionya komando pemerintahan ini di kendalaikan. Saya terpesona menyaksikan Tugu pesawat sebagai bukti sejarah di Gadut B Tinggi itu. Lalu saya balik-balik internet, Sebagai pengetahuan kita tentang PDRI, ada baiknya kita sama-sama mengetahuinya, kerna di beberapa hari lagi akan dilaksanakan diskusi PDRI. Mungkin sebagai hantaran menjelang diskusi itu saya coba hantarkan apa-apa yang bisa saya baca di internet, sebagai berikut Tidak lama setelah ibukota RI di [[Yogyakarta]] dikuasai [[Belanda]] dalam [[Agresi Militer Belanda II]], mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar. Karena para pemimpinnya, seperti [[Soekarno]], [[Hatta]] dan [[Syahrir]] sudah menyerah dan ditahan. Dalam keadaan genting ini Sjafruddin bersama rekan-rekannya segera mengambil inisiatif. Mereka memutuskan untuk mendirikan pemerintahan dengan [[Kabinet Darurat]]. Pada hari Rabu, [[22 Desember]] [[1948]], di [[Halaban]], sekitar 15 km dari [[Payakumbuh]], pembentukan PDRI diumumkan. Sjafruddin duduk sebagai Ketua, merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri ''ad interim''. Kabinetnya dibantu Mr. [[T.M. Hasan]], Mr. [[SM Rasjid]], Mr. [[Lukman Hakim]], Ir.[[Mananti Sitompul]], Ir. [[Indracahya]], dan [[Marjono Danubroto]], [[Susanto Tirtoprodjo]]. Jendral [[Sudirman]] tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Keesokan harinya, [[23 Desember]] 1948, Sjafruddin berpidato: :"''... Belanda menyerang pada hari Minggu, hari yang biasa dipergunakan oleh kaum Nasrani untuk memuja Tuhan. Mereka menyerang pada saat tidak lama lagi akan merayakan hari Natal Isa AS., hari suci dan perdamaian bagi umat Nasrani. Justru karena itu semuanya, maka lebih-lebih perbuatan Belanda yang mengakui dirinya beragama Kristen, menunjukkan lebih jelas dan nyata sifat dan tabiat bangsa Belanda: Liciknya, curangnya, dan kejamnya.'' :''Karena serangan tiba-tiba itu mereka telah berhasil menawan Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan beberapa pembesar lain. Dengan demikian, mereka menduga menghadapi suatu keadaan negara republik Indonesia yang dapat disamakan dengan Belanda sendiri pada suatu saat negaranya diduduki Jerman dalam Perang Dunia II, ketika rakyatnya kehilangan akal, pemimpinnya putus asa dan negaranya tidak dapat ditolong lagi.'' :''Tetapi kita membuktikan bahwa perhitungan Belanda itu sama sekali meleset. Belanda mengira bahwa dengan ditawannya pemimpin-pemimpin kita yang tertinggi, pemimpin-pemimpin lain akan putus asa. Negara RI tidak tergantung kepada Sukarno-Hatta, sekalipun kedua pemimpin itu sangatber harga bagi kita. Patah tumbuh hilang berganti.'' :''Kepada seluruh Angkatan Perang Negara RI kami serukan: Bertempurlah, gempurlah Belanda di mana sajadan dengan apa saja mereka dapat dibasmi. Jangan letakkan senjata,menghentikan tembak-menembak kalau belum ada perintah dari pemerintah yangkami pimpin. Camkanlah hal ini untuk menghindarkan tipuan-tipuan musuh.''" Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Mr. TM Hasan yang menjabat sebagai Wakil Ketua PDRI, merangkap Menteri Dalam Negeri,Agama, Pendidikan dan Kebudayaan, menuturkannya bahwa romobongan mereka kerap tidur di hutan belukar, di pinggir [[sungai Batanghari]], dan sangat kekurangan bahan makanan. Mereka pun harus menggotong radio dan berbagai perlengkapan lain. Kondisi PDRI yang selalu bergerilya keluarmasuk hutan itu diejek radio Belanda sebagai ''Pemerintah Dalam Rimba Indonesia''. Sjafruddin membalas, :''Kami meskipun dalam rimba, masih tetap di wilayah RI, karena itu kami pemerintah yang sah. Tapi, Belanda waktu negerinya diduduki Jerman, pemerintahnya mengungsi ke Inggris. Padahal menurut UUD-nya sendiri menyatakan bahwa kedudukan pemerintah haruslah di wilayah kekuasaannya. Apakah Inggris jadi wilayah kekuasaan Belanda? Yang jelas pemerintah Belanda tidak sah.'' Melihat situasi gawat itu, pemerintah pusat memerintahkan Menteri Kesejahteraan RI, Sjafruddin Prawiranegara, untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatera Barat. Untuk melakukan komunikasi dengan para pemimpin perjuangan di Jawa dan daerah lain, PDRI menggunakan radio perhubungan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Fungsi dan keberadaannya diakui oleh Safrudin Prawira-negara, bahwa tanpa radio, PDRI tak dapat berbuat banyak. Kisah sejarah pun berlanjut. Belanda menangkap para pejabat tinggi RI, termasuk KSAU Komodor Suryadarma, kemu-dian mengasingkannya ke Pulau Bangka. Dengan tidak adanya pimpinan AURI, PDRI mengangkat Opsir Udara I Hubertus Suyono menjadi KSAU PDRI. Diangkat pula Opsir Udara I Soejoso Karsono, yang berkedudukan di Kutaraja, Aceh, sebagai KSAU cadangan I dan Opsir Udara II Wiweko Supono di Rangoon, Burma, sebagai KSAU cadangan II. Digambarkan dengan jelas, betapa banyak stasiun radio yang dimiliki TNI AU masa itu, untuk mendukung komunikasi perhubungan PDRI. Yaitu: stasiun radio "ZZ" di Kototinggi untuk melayani daerah Sumatera bagian tengah; stasiun radio pemancar "UDO" yang mengikuti gerakan gerilya PDRI; stasiun radio "PD-2" di Kutaraja dan "NBM" di Tangse, Aceh; pemancar radio "SMN" di pesawat Dakota Indonesian Airways, yang beroperasi di Rangoon, Burma; serta stasiun radio "PC-2" yang digunakan Kolonel TB Simatupang di Playen, Wonosari. Melalui stasiun-stasiun radio AURI, semua berita perjuangan diketahui negara-negara lain. Menurut Emil Salim, "Generasi masa kini banyak yang bingung untuk membedakan antara PDRI dan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia), sebab secara kebetulan memang para tokohnya sama. Kenyataannya, PDRI hadir semasa Perang Kemerdekaan dan PRRI di awal tahun 1960-an. Tetapi, tanpa ada PDRI, kesinambungan sejarah Republik Indonesia tidak akan pernah terjadi." "Mengapa? Karena syarat sesuatu negara harus ada tiga, yakni pemerintah, rakyat dan wilayah. Sementara itu, sesudah agresi militer Belanda kedua ke Yogya, kabinet bubar dan para pemimpin semuanya ditahan. Ini berarti, dalam pandangan dunia internasional, RI memang sudah bubar," kata Emil Salim menambahkan Menyinggung peranan Moh Rasjid dalam PDRI, pengamat militer Dr Salim Said menyebutkan tentang keunikan perang kemerdekaan di wilayah, Minangkabau, Sumatera Barat. "Di sana, sipil tetap menjadi pemimpin politik dan perjuangan. Maka yang menjadi gubernur militer adalah orang sipil, bukan tentara. Berbeda dengan situasi di Jawa, militer yang justru dan senantiasa tampil ke depan, memimpin segala-galanya," kata Salim Saya tidak banyak tahu tentang sejarah, tapi begitu emmbaca pejuang-pejuang kita dalam membela Negara dan Bangsa ini, saya jadi tersentak. Sejarah mencatat bahwa orang Minang ini dalam keadaan Genting muncul sebagai pembela dan penyelamat bangsa, Hari ini saya nerenung, sekarang bangsa kita sedang sakit, bencana datangnya bertirit-tirit dan beruntu, Kemarin saja Minggu 23 Juli 2006 ada 4 kali gempa yang mengoyang Republik ini. Jam 15 22 Gorontalo di gonacng dengan kekuatan 6,6 SR. Bali di hoyak kempa sekitar jam 17. Lalu Laut Banda digonacang lagi dengan kekkuatan 6,1 sekitar jam 19 25. Belum habis Nias di hoyak gempa pula dengan kekuatan 4,8. Pendudk berhamburan, kepanikan dimana0mana, ketakutanpun menyelimuti setiap jiwa. Nah pada suasana yang seperti itu mudah-mudahan muncul sang pahlawan yang akan membela dan menyelamatkan bangsa ini. Mudah-mudahan dengan di gelarnya diskusi dan seminar PDRI tgl 26 Juli Besok ini akan melahirkan pembela dan penyelamat bangsa kita yang sakit dan ditimpa Bencana. "Beban berat singgulung batu, sudah jatuh terhinpit tangga." Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al-Qur'an (Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). (QS. 16:111) ________________________________ Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. <http://us.rd.yahoo.com/evt=42974/*http://www.yahoo.com/preview> -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

