BEBERAPA MASALAH DALAM PENERJEMAHAN NASKAHSASTRA MINANGKABAU

*Edwar Djamaris

(bagian tiga)

sumber http://dbp.gov.my/mab2000/Penerbitan/Rampak/beb20.pdf


III. Penutup

Demikianlah beberapa masalah yang perlu diperhatikan dalam
penerjemahan  karyasastra  lama  Minangkabau. Masalah yang dikemukakan
ini  agaknya  juga  berlaku dalam penerjemahan karya sastra lama daerah
lainnya.

Secara  sepintas  penerjemahan  karya  sastra lama Minangkabau
dianggap  orangmudah  karena  BMK  banyak  persamaannya  dengan BM/BI.
Ternyata,   justru   karenabanyaknya   persamaannya   itu  orang  lupa
memperhatikan  kekhususan bahasa masing-masing.

Sebagaimana   dikemukakan   oleh   Sadtono   (1985:2—3)   tiap  bahasa
mempunyaikeistimewaannya    sendiri.   Setiap   bahasa   kaya   dengan
perbendaharaan  kata  dalamkebudayaan sendiri dan ciri khas rakyatnya.
Ada  bahasa  yang  kaya  dengan bahasakiasan, dan ada bahasa yang kaya
dengan sumber tulisan dan lisan.


DAFTAR PUSTAKA
Djamaris,  Edwar.  1981.  “Bahasa  Melayu  Minangkabau. Majalah
Pembina  BahasaIndonesia. Jilid 2, No. 3, September. Jakarta: Himpunan
Pembina    BahasaIndonesia.

Moussay,    Gerard.   1998.   Tata   Bahasa
Minangkabau.  Terjemahan  Rahaya  S.Hidayat.  Jakarta: Ecole Francaise
d’Extreme   Orient,   Yayasan   Gebu   Minang,University   of  Leiden,
Kepustakaan  Populer  Gramedia.

Moeliono,  Anton.  M. 1988. Tata Bahasa
Baku  Bahasa  Indonesia.  Jakarta:  BalaiPustaka.

Penghulu,  M.  Rasjid  Manggis  Dt. Radjo. 1980. Cindua Mato Suntingan
Teksdan  Terjemahan.  Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia
danDaerah,   Pusat   Pembinaan  dan  Pengembangan  Bahasa,  Departemen
Pendidikandan Kebudayaan.

Pusat  Pembinaan  dan  Pengembangan  Bahasa.  1991. Kamus Besar Bahasa
Indonesia.Edisi  II. Jakarta: Balai Pustaka.Rusli, M. 1967. Peladjaran
Bahasa  Minangkabau.  Jakarta:  Bharata.

Rusmali,  Marah.  et  al.  1985. Kamus Minangkabau-Indonesia. Jakarta:
PusatPembinaan   dan   Pengembangan   Bahasa,   Departemen  Pendidikan
danKebudayaan.

Sadtono, E. 1985. Pedoman
Penerjemahan.   Jakarta:   Pusat   Pembinaan  danPengembangan  Bahasa,
Departemen  Pendidikan  dan  Kebudayaan.

Selasih.  1989.  Bujang  Jauh. Suntingan Teks dan Terjemahan. Jakarta:
ProyekPenerbitan  Buku  Sastra  Indonesia  dan Daerah, Pusat Pembinaan
danPengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Semi,  M.  Atar.  1991.  Si  Gadih  Ranti jo Bujang Saman. Transkripsi
danTerjemahan.  Jakarta:  Proyek  Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan
Daerah,Pusat  Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan
danKebudayaan.Van   der   Toorn,  J.L.  1891.  Minangkabausch-Maleisch
Nederlansche Woordenboek.‘s- Gravenhage: Martinus Nijhoff.



Posting by
Arnoldison     mailto:[EMAIL PROTECTED]



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke