Assalamualaikum w.w.
Kkd. Saafroedin,
Kalau west-sumatra.com belum ada apa2nya lah saat ini. Sifatnya adalah
"triggering" dan masih jalan dg dana kantong pribadi saya sendiri semuanya.
Saya akan coba semaksimal yang sanggup saya lakukan. Mudah2an ide Kanda Duta
untuk menerima iklan nantinya di WS.com, mungkin itu akan memperpanjang dan
bisa meningkatkan kualitas isinya nanti. Tp saat ini belum waktunya, krn masih
banyak yg harus diimprove dulu sebelum menerima iklan. Kalau pun bisa berjalan
baik, tetap merupakan bagian kecil dari suatu sektor industri dan Sumbar secara
keseluruhan.
Tapi bahwa banyak yang "takajuik" melihat kampung halaman sendiri begitu
indahnya sih iya. Krn ternyata banyak yang belum pula pernah berkunjung ke
tempat2 tsb. Saya menerima banyak email tentang hal ini.
Harapan saya dengan foto2 ini, ini akan membantu secara tidak langsung
menyadarkan kita semua : Sektor apa sebetulnya yang bisa dan perlu kita
kembangkan secepatnya?
Termasuk juga masalah Rel Kereta Api yang mau dijadikan besi tua begitu saja
yang telah dibangun dengan darah nenek moyang kita yg di rodi oleh Belanda
dulu. Sekali lagi harapan saya, semoga foto punya kekuatan untuk "membangunkan"
kita.
Kembali ke masalah kemiskinan, mestinya ada strategi besar untuk itu. Yg kita
bicarakan ini baru sektoral semua. Dan akan sangat berbahaya kalau dijalankan
kurang terintegrasi. Kalau menurut saya, sebaiknya Pemda Sumbar mengundang dan
mengajak Para Pakar Profesional dibidangnya masing2 untuk membuat suatu
Workshop yang akan keluar dg program jangka pendek dan jangka panjang yg
meliputi berbagai sektor terkait satu sama lain. Katanya Sumbar punya segudang
intelektual hebat, tp sayang kurang terlihat dirangkul nampaknya. Atau para
intelektualnya yg gak mau dirangkul ya...? Sudah saatnya kita bisa bekerja sama
dengan siapa saja untuk maju.
Kalau kita mau kompetitif dan bersaing, sudah bukan waktunya lagi untuk malu
bertanya dan mengajak para profesional dibidangnya masing2 itu kerja sama. A
good manager knows how to delegate to the right persons. Nah nanti Pemda
tinggal melaksanakan hasil yang telah disepakati dan diperdebatkan bersama
dengan segala kendala dan limitasi yang dimiliki oleh Pemda. Profesional yang
punya idealisme juga masih banyak dan rasanya tidak semua mau minta dibayar, I
hope...
Contoh yang cukup menarik seperti pernah saya tulis sebelumnya adalah Pemda
Sumsel yg sangat cerdik memanfaatkan IMA (Indonesian Marketing Association)
agar mereka melakukan Musyawarah Nasionalnya di Palembang. Sehingga Hermawan yg
biasanya dibayar puluhan juta itu, juga terpaksa ikut kesana. Lalu dia bisa
ngomong gratis di Palembang dan dg IMAnya mengeluarkan saran terbaik untuk
pariwisata Sumsel.
Untuk "Grand Strategy" Sumbar, tentunya tidak hanya pariwisata. Itu baru satu
sektor. Dan saya juga bukan pakarnya. Tetapi saya orang IT dan hobby
fotografi...:D
Mohon maaf talabiah takurang. Agak basumangaik pulo kito dek Kkd. Saaf
jadinyo he..he... Krn ambo satuju jo pandapek baliau. Semoga berkenan.
Wassalam,
Nofrins - 46 thn
Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waalaikumsalam w.w. Ananda Hadi Saputra,
Cara jitu dengan membangun infrastruktur itu perlu dan harus dilakukan. Tapi
kan tidak usah meninggalkan alternatif lain yang dapat meringankan beban,
betapa pun kecinya kemungkinan hasil. Soalnya kemiskinan dan pengangguran di
ranah sudah sangat mendesak ditangani, dengan cara apapun juga, termasuk
mengisi pasar tenaga kerja terdidik dan terlatih di luar negeri.
Dengan demikian kedua cara ini bisa ditempuh sekali gus.
Saya setuju sekali tentang pentingnya peranan pemerintah dalam keseluruhan
upaya ini. Btw sampai di mana kemajuannya Wireless West Sumatra dan
West-Sumatra.com ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================