Nio sato juo :-)

Sumbar emang belum pernah memiliki Gubernur dengan
latar belakang pengusaha waloupun menurut saya jiwa
pengusaha bagi orang minang merupakan anugrah dasar
yang dimiliki, cuma emang masalahnya how to implement
aja:)

Yah figur gubernur emang belum pernah ada dengan latar
belakang pengusaha, tapi beberapa bupati disumbar
pernah ada atau juga mungkin masih ada yang berlatar
belakang pengusaha tulen. Tapi toh kenyataannya daerah
yang dipimpin juga gak bagus2 banget bergeraknya kalou
mau diukur berdasarkan PAD dan alokasi dana yang
dimilikinya.

Ada kelakar yang pernah saya dengar dulu dari teman2
Minang dipapua waktu saya diatas gunung begini "Bisa
memimpin orang Minang berarti punya potensi untuk bisa
memimpin INdonesia, tapi bisa memimpin indonesia belum
tentu bisa memimpin orang Minang". Etnis ini emang
unik dan begitu lah adanya.

Kajian tentang keunggulan komparatif orang Minang
dimilis Rantaunet ini dah banyak arsipnya, boleh di
cek or tanya kepada senior2 dimilis ini, tidak ada
satupun keunggulan yang belum dipetakan oleh milis
ini. Dari keunggulan nagari dibidang agrobisnis -
pariwisata + dengan data nya. Kalou tidak ketemu saya
masih punya arsip penyebatan potensi agrobisnis
disumatra barat berdasarkan komoditi dan luas
lahannya.

Atau kalou mau arsip diskusi tentang yang seperti ini
bisa tanya Da Hendra Maesa dia kawakan dibidang ini,
yo ndak da:)

Saya pun pesimis dengan undang2 tanah ulayat kalounpun
selesai karena juga tidak menyelesaikan masalah:-),
Bercerita tentang teori ekonomi modern dan contoh2
keberhasilan daerah maupun negara lain cuma buat
kening kita berkerut.

Menurut saya "Membangkitkan Semangat Perubahan"adalah
dengan merubah pola berpikir dari masing2 kita dengan
mulai dari :

1. Cara Berpikir Holistik dan tidak lagi parsial.

Sehingga permasalah sumatra barat tidak terlihat
secara sederhana yang nantinya cuma akan menghasilkan
program yang sederhana.

2. Tidak berorientasi waktu jangka pendek

Sumatra Barat harus dicapture 15th kedepan akan
seperti apa, sehingga tahapan2 langkah yang dilakukan
terprogram dengan baik bukan lagi tambal sulam seperti
kebiasaan orang indonesia dalam berencana. Coba kita
perhatikan jurnal2 yang ditulis oleh top level univ
didunia seperti Blue Ocean diriset lebih dari 15th
sebelum diterbitkan, maka tidak aneh negara lain bisa
berlari kencang menyongsong kemajuan.

Sedikit saya bercerita tentang Investor dan Investasi,
Perlu diperhatikan investor untuk menanamkan investasi
dimanapun bukan melulu memperhatikan potensi yang
dimiliki tapi juga melihat rating international. Nah
otonomi daerah diindonesia membuat kebebasan bagi
daerah tapi untuk mendapatkan investasi dari luar,
huah gak gampang karena daerah2 diindonesia gak
mempunyai rating dimata investor.

3. Tidak berorientasi Cash Cow

Tidak perlu diurai sudah serat makna.

4. Bisa dan mau bekerjasama.

Ini yang berat banget disumatra barat, padahal
berdasarkan teori manajemen tidak ada satupun manusia
didunia ini yang sanggup berdiri tanpa kehadiran orang
lain. Tapi ternyata teori ini gak berlaku disumatra
barat.

Regards
Ronal Chandra 





--- Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Tarimo kasih Dinda Proto. Walaupun jauah labiah mudo
> dari ambo, tapi patuik ambo angkek tangan atas opini
> Angku Mudo iko. Walaupun stlh kito baco, mungkin dg
> mudahnyo kito akan bereaksi: "Nah, iyo iko nan kito
> mukasuik...". Tapi untuk menjadikannnya sebuah
> tulisan singkek padek macam iko, indak mudah. Jadi
> ambo batarimo kasih atas tanggapannyo. 
>    
>   Walaupun ambo sacaro umua jauah labiah senior dari
> Angku Mudo Proto, tapi bukan berarti ambo labiah
> menguasai sagalo hal dari nan mudo. Satiok kito
> masiang-masiang punyo kompetensi dan diferensiasi.
> Nobody is a hero...! Semoga nuansa ini bakambang
> baiak pulo di kampuang awak kalau iyo ingin samo2
> maju dari keterpurukan ini. Amin.
>    
>   Salam,
>   Nofrins St. Batuah - 46 thn
> 
> proto_melayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Assalamualaikum
> 
> Tarimo kasi Da Nofrin St. batuah..ambo sangaik
> sapandapek baraso nan
> dibutuhkan SUmbar adolah good manager bukannyo good
> birokrat..seorang
> manger sudah pasti birokrat yang baik namun birokrat
> yang baik belum
> tentu manager yang baik…kita bisa contoh tetangga
> kita
> Jambi..gubernurnya adalah pengusaha muda yang sukses
> kemajuannya
> sungguh mencengangkan PAD meningkat 300 % lebih
> sehingga saat ini
> pendapatan mereka sudah jauh melangkahi Sumbar. Kita
> tengok juga
> gorontalo yang dipimpin oleh pengusaha sukses
> juga..PAD nya juga
> melesat jauh….jadi apa poin yang bisa kita ambil ?
> Serahkanlah sesuatu
> pada ahlinya….hahaha..
> 
> Sejauh yang saya pahami sebagai orang awam dalam
> sector ekonomi..yang
> dibutuhkan sebagai landasan awal adalah kebijakan
> pemerintah daerah.
> Bagaimana agar investor mau menanamkan modalnya di
> daerah kita. Itu
> dulu.. kalau selama ini gubernur Cuma bergaul dengan
> kalangan LSM
> local yang tak jelas ujung pangkalnya, atau dengan
> "perantau yang
> oportunis" bagaimana investor akan tertarik ?..mbok
> pergaulan gubernur
> diperluas ke lingkaran pengusaha2 pribumi maupun
> asing yang
> sesungguhnya sangat banyak bertebaran di
> Jakarta..itu salah satu
> kelebihan gubernur Jambi. Nah produk hokum dan
> regulasinya tentu juga
> sangat berpengaruh termasuk bagaimana membangun
> birokrasi satu atap !!
> 
> Dalam sector ekonomi rakyat..selama perda tanah
> ulayat belum selesai
> maka sesungguhnya banyak hal yang bisa dilakukan.
> Dengan perekonomian
> berbasis nagari misalnya. Setiap nagari bisa
> diharuskan membentuk
> Usaha Bersama Nagari. Yang paling cocok adalah
> sector agrobisnis.
> Modal bisa didapat dengan memberikan kemudahan
> kemudahan dalam
> peminjaman ke koperasi atau Bank. Usaha Nagari ini
> akan mendatangkan
> lapangan kerja bagi anak nagari itu sendiri dan apa
> usahanya saya rasa
> setiap nagari mempunyai keunggulan tertentu.
> Bagaimana pemasarannya ?
> itu lah yang musti dipikirkan bersama oleh Pemda2
> yang ada…jadi
> sebaiknya berhenti mengkambing hitamkan masalah
> tanah ulayat !
> 
> Saya rasa tidak sulit sesungguhnya mencari
> keunggulan komparatif yang
> dimiliki sumbar selama Pemerintah mempunyai
> keinginan untuk itu dan
> mau membuka diri dengan masukan2 yang membangun.
> Selama ini saya lihat
> rakyat bahkan pemerintah Sumbar sendiri masih
> terlena bahwa Sumbar
> daerah yang kaya, pemandangannya elok, orangnya
> pintar2..masih terpaku
> pada romantisme masa lalu padahal dalam realita
> Sumbar sudah
> ketinggalan kereta sementara kapal kepadang juga
> sudah berlayar (
> meminjam judul film).
> 
> Salah satu yang perlu kita sadari juga..sesungguhnya
> tolak ukur
> kehebatan atau kepintaran atau kecedasan suatu suku
> bangsa tidak bisa
> diukur dari derajad intelektual semata yg selama ini
> kita percayai).
> Selama ini banyaknya tokoh tokoh politik dan agama
> dari sumbar sudah
> memperdaya kita dan kita terlena. intelegensi tidak
> hanya diukur dalam
> masalah social dan politik saja namun termasuk
> intelegensi dalam
> ekonomi..kalau hatta, natsir, tan malaka dll memang
> hebat. Tapi pada
> masa itu memang dibutuhkan banyak tokoh politik
> dalam
> perjuangan..sekarang yang dibutuhkan orang berjiwa
> pengusaha/entrepreneurship yang mampu memanfaatkan
> potensi ekonomi
> rakyat. Jadi berhentilah menganalogikan orang sukses
> adalah orang yang
> keluar masuk Koran sebagai politikus atau anggota
> DPR.
> 
> Spirit itulah yang musti di munculkan lagi bahwa
> saat ini Sumbar bukan
> apa apa lagi, era hatta , tanmalaka, sutan syahrir
> sudah lewat. Yang
> dibutuhkan saat ini adalah jiwa yang mampu bangkit
> untuk mengejar
> ketertinggalan dalam bidang ekonomi. Kalau generasi
> muda minang mau
> maju dan berhasil maka berkaryalah dalam bidang
> ekonomi. Tidak usah
> semuanya bercita cita jadi tokoh politik seperti
> Hatta dkk karena itu
> tidak akan membuat rakyat minang menjadi sejahtera,
> kita tahu sejarah
> bisa mebunuh anaknya sendiri seperti halnya PRRI.. 
> 
> Mungkin itu dulu ya da sutan..saya bukan ahli
> ekonomi (sesuatu yang
> cukup saya sesali ) sehingga mungkin sanak sanak
> yang lain lebih paham
> dan mengerti bagaimana caranya mencari peluang2
> ekonomi yang layak di
> speed up di sumbar
> 
> Wassalam
> 
> Proto/25th
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Yulnofrins Napilus
> wrote:
> >
> > Ambo satujo jo pandapek angku mudo iko: "Buka dulu
> peluang-peluang
> utk Speed-up peningkatan Ekonomi Rakyat...". Bukan
> acara
> seremonial-seremonial untuk kepentingan public
> relation oriented
> doang... Akan lebih baik 'kerja besarnya' fokuskan
> dulu agak lebih utk
> menarik Investor2 ke Sumbar untuk peluang2 mencetak
> duit. 
> > 
> > Yang dibutuhkan untuk memimpin Sumatera Barat kini
> adalah : "A
> good manager, belum a good birokrat...!". 
> > 
> > Memang batua, kalau rakyaik alah bapitih (bukan
> cuman dari wesel
> rantau) dan peluang2 karajo alah labiah tabukak
> (bukan cuman mangolah
> tanah ulayat nan itu2 sajo), "basic needs" (walaupun
> sgt relatif)
> sudah terpenuhi, masyarakat akan dengan bangga
> "managakkan adaik" nyo
> nanti... Tetapi bukan berarti juga ditinggalkan dulu
> sama sekali saat ini.
> > 
> > Jadi manuruik sutan mudo, apo peluang2 ekonomi nan
> layak di speed
> up di Sumbar agar SPIRIT itu muncul nanti..? Thanks.
> > 
> > Salam,
> > Nofrins St. Batuah - 46
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
>
=========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke