Assalamulaikum Wr Wb Ambo sangat setuju dengan pendapat Dinda Proto, Di Nagari Kito Minangkabau saat ini sangat di butuhkan pemimpin daerah yang memiliki jiwa kewirausahaan, seperti tulisan Dinda Proto yang menyebutkan Kepala Daerah Jambi dan Gorontalo yang berhasil meningkatkan PAD. Kedua Gubenur daerah tersebut memang dia memulai karier sebagai seorang pengusaha.Setelah berhasil baru dia menjadi orang birokrat ( pemerintahan ) . Seorang yang telah lama berkekerja di bidang swasta , kelebihan yang bisa kita lihat dari segi displin kerja, pelaporan yang detail , fokus pada SDM dan selalu mengunakan analisa SWOT . Namun di Nagari KITO , SDM di kantor pemerintahan sangat parah sekali, mulai dari masalah ke disiplinan , pembuatan laporan yang ABS , promosi jabatan yang kurang objectif dan lain-lain. Kalau ingin membangkitkan semangat perubahan di Nagari KITO adalah merubah pola pikir masyarakat Minang tentang menilai pemimpin. Kita selama ini selalu mengkulturkan seseorang. Terlalu mengadang-gadangkan sesorang . Seperti tulisan Dinda Proto tentang tentang Gubenur hanya bergaul dengan perantau yang opotunis saya sangat setuju, mari kita melihat kebelakang pada era tahun 80-an para perantau di besar - besarkan di berikan gelar datuk di angkat menjadi anggota DPR/MPR utusan daerah , namun setelah era ORBA berlalu para pengusaha perantau tersebut namanya hilang. Apakah kita akan mengulang kesalahan seperti tersebut?apakah mereka yang menjadi pangusaha tersebut bisa dikategorikan pengusaha andal ? menurut saya dia tersebut pengusaha oportunis. Wassalam Mondrian_Em (Laparta) Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: FYI. Kkd Maizar adalah Wakil Indonesia di OPEC... Skl lg, akan sampaikah "suaro" kito iko ka Pemda Sumbar...?? Lai kata danga dan didanga kan...??
Tolong lah kok lai saluang nan kamanyampaikan... Salam, Nofrins St. Batuah MAIZAR RAHMAN wrote: To: , "chairul djamal" CC: , "IPMPP" , From: "MAIZAR RAHMAN" Date: Fri, 1 Sep 2006 20:50:28 +0700 Subject: Re: [SMA 1 Bkt Jaya] Re: [EMAIL PROTECTED] Membangkitkan Semangat Perubahan Bravo, ambo tagalitik yo salut atas pendapat Dinda Proto (bagi ambo lah ananda, 33 tahun bedanyo). Ado baiknya setiap selesai satu tahun masa jabatan pejabat tertinggi Pemda (gubernur dan bupati), diumumkan tingkat keberhasilan yang dicerminkan suatu kriteria, misalnya kalau di perusahaan disebut KPI/Key Performance Index ( Indeks Kinerja Kunci). Dengan demikian setiap tahun bisa dipantau progres pembangunan oleh Pemda. Unsur-unsur utama KPI bisa berupa peningkatan PAD, penurunan tingkat kemiskinan, pertambahan jumlah perusahaan (kegiatan ekonomi), kualitas lulusan pendidikan di berbagai tingkat, tingkat keamanan dan kriminil, pelayanan administrasi ke rakyat, pelayanan kesehatan, peningkatan disiplin rakyat, penerapan hukum dan keadilan, peningkatan citra pemda di masyarakat, peningkatan citra daerah di mata orang luar (hasil survey) dsb, yang dapat dikembangkan lagi. Ambo raso KPI bukan barang baru, tentu sudah diketahui semua oleh pemda, yang diperlukan adalah sosialisai informasinya ke masyarakat secaro maluas, agar masyarakat dapat memberikan penilaian yang objektif dan lebih menyeluruh. Dengan cara itu masyarakat makin tergugah semangat partisipasinyo. Wassalam Maizar Rahman (58 tahun, SMA1 ang 66) ----- Original Message ----- From: "Yulnofrins Napilus" To: Cc: ; "IPMPP" ; Sent: Friday, September 01, 2006 2:46 PM Subject: [SMA 1 Bkt Jaya] Re: [EMAIL PROTECTED] Membangkitkan Semangat Perubahan Tarimo kasih Dinda Proto. Walaupun jauah labiah mudo dari ambo, tapi patuik ambo angkek tangan atas opini Angku Mudo iko. Walaupun stlh kito baco, mungkin dg mudahnyo kito akan bereaksi: "Nah, iyo iko nan kito mukasuik...". Tapi untuk menjadikannnya sebuah tulisan singkek padek macam iko, indak mudah. Jadi ambo batarimo kasih atas tanggapannyo. Walaupun ambo sacaro umua jauah labiah senior dari Angku Mudo Proto, tapi bukan berarti ambo labiah menguasai sagalo hal dari nan mudo. Satiok kito masiang-masiang punyo kompetensi dan diferensiasi. Nobody is a hero...! Semoga nuansa ini bakambang baiak pulo di kampuang awak kalau iyo ingin samo2 maju dari keterpurukan ini. Amin. Salam, Nofrins St. Batuah - 46 thn proto_melayu wrote: Assalamualaikum Tarimo kasi Da Nofrin St. batuah..ambo sangaik sapandapek baraso nan dibutuhkan SUmbar adolah good manager bukannyo good birokrat..seorang manger sudah pasti birokrat yang baik namun birokrat yang baik belum tentu manager yang baik.kita bisa contoh tetangga kita Jambi..gubernurnya adalah pengusaha muda yang sukses kemajuannya sungguh mencengangkan PAD meningkat 300 % lebih sehingga saat ini pendapatan mereka sudah jauh melangkahi Sumbar. Kita tengok juga gorontalo yang dipimpin oleh pengusaha sukses juga..PAD nya juga melesat jauh..jadi apa poin yang bisa kita ambil ? Serahkanlah sesuatu pada ahlinya..hahaha.. Sejauh yang saya pahami sebagai orang awam dalam sector ekonomi..yang dibutuhkan sebagai landasan awal adalah kebijakan pemerintah daerah. Bagaimana agar investor mau menanamkan modalnya di daerah kita. Itu dulu.. kalau selama ini gubernur Cuma bergaul dengan kalangan LSM local yang tak jelas ujung pangkalnya, atau dengan "perantau yang oportunis" bagaimana investor akan tertarik ?..mbok pergaulan gubernur diperluas ke lingkaran pengusaha2 pribumi maupun asing yang sesungguhnya sangat banyak bertebaran di Jakarta..itu salah satu kelebihan gubernur Jambi. Nah produk hokum dan regulasinya tentu juga sangat berpengaruh termasuk bagaimana membangun birokrasi satu atap !! Dalam sector ekonomi rakyat..selama perda tanah ulayat belum selesai maka sesungguhnya banyak hal yang bisa dilakukan. Dengan perekonomian berbasis nagari misalnya. Setiap nagari bisa diharuskan membentuk Usaha Bersama Nagari. Yang paling cocok adalah sector agrobisnis. Modal bisa didapat dengan memberikan kemudahan kemudahan dalam peminjaman ke koperasi atau Bank. Usaha Nagari ini akan mendatangkan lapangan kerja bagi anak nagari itu sendiri dan apa usahanya saya rasa setiap nagari mempunyai keunggulan tertentu. Bagaimana pemasarannya ? itu lah yang musti dipikirkan bersama oleh Pemda2 yang ada.jadi sebaiknya berhenti mengkambing hitamkan masalah tanah ulayat ! Saya rasa tidak sulit sesungguhnya mencari keunggulan komparatif yang dimiliki sumbar selama Pemerintah mempunyai keinginan untuk itu dan mau membuka diri dengan masukan2 yang membangun. Selama ini saya lihat rakyat bahkan pemerintah Sumbar sendiri masih terlena bahwa Sumbar daerah yang kaya, pemandangannya elok, orangnya pintar2..masih terpaku pada romantisme masa lalu padahal dalam realita Sumbar sudah ketinggalan kereta sementara kapal kepadang juga sudah berlayar ( meminjam judul film). Salah satu yang perlu kita sadari juga..sesungguhnya tolak ukur kehebatan atau kepintaran atau kecedasan suatu suku bangsa tidak bisa diukur dari derajad intelektual semata yg selama ini kita percayai). Selama ini banyaknya tokoh tokoh politik dan agama dari sumbar sudah memperdaya kita dan kita terlena. intelegensi tidak hanya diukur dalam masalah social dan politik saja namun termasuk intelegensi dalam ekonomi..kalau hatta, natsir, tan malaka dll memang hebat. Tapi pada masa itu memang dibutuhkan banyak tokoh politik dalam perjuangan..sekarang yang dibutuhkan orang berjiwa pengusaha/entrepreneurship yang mampu memanfaatkan potensi ekonomi rakyat. Jadi berhentilah menganalogikan orang sukses adalah orang yang keluar masuk Koran sebagai politikus atau anggota DPR. Spirit itulah yang musti di munculkan lagi bahwa saat ini Sumbar bukan apa apa lagi, era hatta , tanmalaka, sutan syahrir sudah lewat. Yang dibutuhkan saat ini adalah jiwa yang mampu bangkit untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang ekonomi. Kalau generasi muda minang mau maju dan berhasil maka berkaryalah dalam bidang ekonomi. Tidak usah semuanya bercita cita jadi tokoh politik seperti Hatta dkk karena itu tidak akan membuat rakyat minang menjadi sejahtera, kita tahu sejarah bisa mebunuh anaknya sendiri seperti halnya PRRI.. Mungkin itu dulu ya da sutan..saya bukan ahli ekonomi (sesuatu yang cukup saya sesali ) sehingga mungkin sanak sanak yang lain lebih paham dan mengerti bagaimana caranya mencari peluang2 ekonomi yang layak di speed up di sumbar Wassalam Proto/25th Recent Activity 3 New Members Visit Your Group SPONSORED LINKS School education Pre school education Jiang nan Nan hai hotel Sma Yahoo! Avatars Create a Face Show your style in Messenger & more. Yahoo! Mail Next gen email? Try the all-new Yahoo! Mail Beta. Y! Messenger Instant smiles Share photos while you IM friends. . __,_._,___ --------------------------------- How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

