FYI,
Pak Nofrin, tlg kirimkan ciek ka palanta sma1bkt.
Mokasih

________________________________

From: Elthaf . [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, August 22, 2006 5:27 PM
To: suheimi ksuheimi; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Belaian Nan Lembut


Ciek lai dari kkd. Suheimi, 65
Trims,
Elthaf, 80

 
On 8/22/06, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

         
        Belaian Nan Lembut
        Oleh dr.H.K.Suheimi
         
        Banyak orang mendambakan kelembutan, lebih-lebih lagi jika ada
belaian nan lembut. Dari judulnya saya tertarik dan juga saya
mendambakankannya. Nah belaian nan lembut inilah yang saat ini saya
dengar dari Radio Classy 
        Hari ini saya dengar suara Adi yang khas  menyentuh dan
menyejukkan, dia membacakan bahan dan ceritra yang telah di olah Yanti.
Kisah ini sangat menyentuh dan menarik, Ingin saya ceritrakan juqa pada
pembaca saya yang setia. Agar kita sama-sama berbagi.    
        Ceritranya sederhana, bahannya berasal dari Meidi. Meidi sedang
melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di UNP. Dia suka sekali
membongkar-bongkar internet. Banyak ceritra menarik dan penuh makna yang
didapatnya , Seperti hari ini dia bertutur tentang Keledai. Ceritra
inilah yang akan saya sampaikan pada pembaca dalam kolom Resonansi Jiwa.

         
         
        
        Michael dan aku tidak tahu kapan pelayan meletakkan
piring-piring di meja kami , waktu itu kami duduk-duduk di sebuah
restoran kecil , terlindung dari kesibukan kota Third Street , di New
York City,, Aroma makanan yang yang baru saja disajikan tidak mengusik
keasyikan kami mengobrol , malah makanan itu kami biarkan dingin, Kami
terlalu asyik mengobrol sampai lupa makan,, 
        Obrolan kami seru sekali , meskipun yang diobrolkan tidak
penting,, Kami tertawa-tawa membicarakan film yang kami tonton malam
sebelumnya , dan berdebat tentang makna di balik teks yang baru saja
kami pelajari untuk seminar sastra,, Dia bercerita waktu dia mengambil
langkah penting menuju kedewasaan , yaitu hanya mau dipanggil Michael
dan pura-pura tidak mendengar bila dipanggil "Mikey",, Waktu umur dua
belas atau empat belas... 
        Dia lupa , tapi dia ingat ibunya menangis dan berkata bahwa dia
terlalu cepat menjadi dewasa,, Ketika kami mulai mencicipi makanan ,aku
bercerita dulu aku dan kakakku suka memetik buah mangga tetangga , kalau
mengunjungi sepupu-sepupu kami yang tinggal di desa,, Aku ingat , aku
selalu memakan habis bagianku sebelum pulang ke rumah , dan bibiku
selalu memperingatkan bahwa perutku pasti akan sakit sekali,, Tentu saja
, itu tak pernah terjadi,, 
        Sementara obrolan kami yang menyenangkan terus berlanjut ,
pandanganku melayang ke seberang ruangan dan berhenti di sudut,,
Sepasang orang tua duduk berduaan di pojok itu,, Si wanita mengenakan
rok bermotif bunga yang sudah pudar , sama pudarnya dengan bantal tempat
dia meletakkan tas tangannya yang kusam,, Puncak kepala si lelaki
mengilat seperti telur rebus yang sedang dia nikmati pelan-pelan,,
Wanita itu mengunyah oatmeal-nya pelan-pelan juga , nyaris dengan susah
payah,, 
        Tetapi yang membuat pikiranku teralih kepada mereka adalah
keheningan yang melingkupi mereka, aku seakan melihat kekosongan
melankolis melingkupi pojok tempat mereka duduk,, Ketika obrolanku
dengan Michael mereda dari gelak tawa menjadi bisikan , dari pengakuan
ke penilaian, keheningan pasangan itu mengusik pikiranku,, Alangkah
menyedihkan, pikirku, kalau tak ada lagi yang bisa diobrolkan,, Tidak
adakah halaman yang belum mereka baca dalam kisah hidup masing-masing? ,
bagaimana kalau itu terjadi pada kami..??,, 
        Setelah acara makan selesai dan aku juga tidak lagi memedulikan
tingkah pola dua pasangan yang sudah tua itu , eMichael dan aku membayar
makanan , lalu beranjak meninggalkan restoran,, Ketika kami melewati
pojok tempat pasangan itu duduk , dompetku terjatuh,, Aku membungkuk
untuk mengambilnya, dan aku melihat , di bawah meja tangan mereka saling
berpegangan lembut,, Mereka makan dengan hening sambil bergandengan
tangan! , Aku menegakkan tubuhku,, 
        Aku sangat tersentuh melihat tindak sederhana namun penuh makna
yang mencerminkan kedekatan hubungan pasangan itu , aku merasa istimewa
karena boleh menyaksikannya,, 
        Belaian lembut tangan lelaki tua itu pada jari-jari istrinya
yang letih dan keriput , tidak hanya mengisi apa yang sebelumnya
kuanggap sudut yang secara emosional kosong , tetapi juga mengisi
hatiku,, 
        Keheningan mereka bukanlah keheningan yang tidak nyaman ,
seperti ketidaknyamanan yang selalu kita rasakan setelah mendengar
sebaris lelucon atau canda-tawa waktu kencan pertama,, Bukan itu,
keheningan mereka adalah keheningan yang nyaman dan rileks, itu adalah
ungkapan cinta yang lembut dan tidak selalu membutuhkan kata-kata untuk
mengekspresikannya,, 
        Mungkin telah bertahun-tahun mereka bersama-sama menghabiskan
jam-jam seperti ini di pagi hari , mungkin hari ini tak ada bedanya dari
kemarin, tetapi mereka menikmatinya dengan hati yang damai,, Mereka
saling menerima pasangannya, apa adanya,, 
        Aku berpikir mungkin... ketika aku dan Michael keluar dari
restoran , bukan sesuatu yang buruk bila kelak yang seperti itu kami
alami,, Mungkin... itu akan menjadi ungkapan cinta yang lembut dan penuh
kasih,,, 
         
        Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al
Qur'an surat 
        Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu
ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah
dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan
tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159) 
        
________________________________

        How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone
call rates.
<http://us.rd.yahoo.com/mail_us/taglines/postman8/*http:/us.rd.yahoo.com
/evt=39663/*http:/voice.yahoo.com> 

        

        


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke