Senin, 11-September-2006, 03:27:13
Padang, PadekSemakin banyaknya perkawinan dalam satu suku saat ini
memprihatinkan banyak pihak, terutama bundo kanduang. Kondisi itu dinilai,
mencerminkan kurangnya tanggung jawab orangtua dalam memperkenalkan adat dan
budaya Minang ke anak.
Kawin satu suku ini sangat banyak kita temui di dalam kehidupan
masyarakat. Hendaknya orangtua ketika melihat anaknya dekat dengan seseorang,
maka ditanya terlebih dahulu sukunya apa. Ini dilakukan agar terhindar dari
kawin sesuku, kata Ketua Bundo Kanduang Padang Timur Kartini disela-sela
Seminar Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di aula Akper
Ranah Minang Sabtu (9/9).
Tidak hanya itu, orang Minang yang sifatnya perantau serta mempunyai anak dan
cucu dirantau juga harus ada tanggungjawab moral dalam memberitahu dan
mengingatkan anak akan suku yan melekat di dalam dirinya.
Seminar dengan tema Kabek dapek dibukak, buhua jan sampai goyah menandakan
juga walau era globalisasi semakin modern dan kemajuan zaman tidak dapat
dihindari, tetapi jangan sampai adat dan budaya Minang goyah terhadap
modernisasi tersebut.
Kartini mengakui kalau bukan hanya puti bungsu (generasi muda-red) saja yang
tidak mengenal adat Minang, tetapi bundo kandung juga banyak yang tidak paham
dan mengerti tentang adat Minang itu sendiri.
Kita mengakui kalau banyak juga bundo kanduang yang tidak paham akan adat
Minang itu sendiri. Sebab itulah kita ingin menyamakan langkah dan persepsi
tentang hal ini untuk dibawa dan diajarkan ke anak dan lingkungan, ucap ibu
empat orang anak ini.
Seminar yang diselenggarakan satu hari penuh ini dihadiri oleh bundo kanduang
dari semua kecamatan yang ada di Kota Padang.
Selain itu, lanjutnya, pakaian orang Minang dahulu yang disebut baju basiba
seperti baju kurung longgar serta tidak menampakkan lekuk tubuh, saat ini
ucapnya lagi disosialisasikan bundo kanduang Kecamatan Padang Timur untuk
dipakai sehari-harinya dan juga dalam menghadiri berbagai acara.
Sementara itu Camat Padang Timur Yalmasril mengaku kagum akan kegiatan yang
diselenggarakan oleh para bundo kanduang yang ada di lingkungannya. Bundo
kanduang yang ada di Padang Timur ini selalu aktif dalam membuat kegiatan yang
sangat bermanfaat bagi generasi muda yang saat ini memang sudah hampir tidak
tahu akan adat dan budayanya sendiri seperti bagaimana bersikap, berpakaian,
dan lainnya, katanya.
Sebab itu ia berharap agar dalam kegiatan inmuncul pemikiran-pemikiran bernas
yang mampu mengangkat dan mengembalikan adat budaya minang yang sudah hampir
hilang dan terbenam. (nen)
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================