Asswrwb,
 Sudah sering kita diskusikan kita Sumbar memang
miskin, tp haruskah kita tutup mulut terhadap
penyelengaraan negara ini,..kasus korupsi yg tebang
pilih, baca 4 kesalahan Pmrth oleh Amin Rais, hasil
tambang yg dikuras Asing, dll.
Tp Sumbar lain geliat nya " sdh sering sungkem" dan
gelar Pusaka Ninik Mamak perlu di anugerahkan ke sono,
gelar Humoris causa perlu di gelarkan ke sono beliau,
entah sesuai dgn keahlian dan "perfomance" nya beliau.
Itulah sanak..marilah kita sadarkan diri utk
"membangkik batang tarandam".

Wass. Muzirman
==============================================


Tinggi, Kepentingan Sumbar Atas Pusat 
Rabu, 13-September-2006, 02:57:13 1 clicks   
 
 
Jakarta, Padek—Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) Irman Gusman mengatakan, ketergantungan Provinsi
Sumbar terhadap pemerintah pusat sangat tinggi dalam
hal sumber keuangan daerah, mengingat minimnya sumber
daya alam yang dimiliki Bumi Minangkabau ini dibanding
daerah lain di Tanah Air. 
 
 

Irman Gusman menyampaikan hal itu ketika menerima
Forum Komunikasi Pemuda Lintas Nagari Sumbar di lantai
8 Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa
(12/9). Forum ini menuntut agar PP 84/1999 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten
Agam segera dilaksanakan. 

Irman menjelaskan, kemampuan sumber daya ekonomi
Sumbar relatif berkekurangan dan masih mengadalkan
bantuan dari pusat. Dicontohkan Irman, jika APBD
Sumbar mencapai Rp1 triliun, maka Rp700 miliar masih
merupakan dana yang berasal dari APBN. 

Jika Riau memberikan Rp15-20 triliun ke pusat atas
pemanfaatan sumber daya alam, mereka menerima dana
dari pusat Rp4 triliun. Sedangkan Sumbar memberikan
dana ke pusat Rp4 triliun dan menerima Rp400 miliar
dari pusat. ”Artinya, kepentingan Sumbar terhadap
pusat masih sangat tinggi,” ungkapnya. 

Walau demikian, sambung Irman, keadaan Sumbar relatif
lebih baik ketimbang wilayah lain. Pembangunan ekonomi
era Soeharto jauh lebih menguntungkan Sumbar, karena
didukung kemampuan lobi tokoh-tokoh Sumbar yang mentas
di panggung nasional. Sekarang pun keadaan tidak jauh
berbeda, hubungan Sumbar dengan pemerintahan SBY-MJK
juga terbilang luar biasa. 

Berangkat dari ilustrasi itu, Irman mengajak
masyarakat Sumbar, khususnya Agam dan Bukitinggi untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara-cara
budaya Minangkabau yang mendahulukan musyawarah untuk
mufakat setelah dipelajari manfaat dan mudharat PP.
Ini tiada lain agar Sumbar tetap mendapat perhatian
dari pemerintah pusat. ”Jangan ada cara-cara
memaksakan. Terus terang saja, saya pernah
dipaksa-paksa,” pinta Irman Gusman. 

Saat, itu, menurut Perwakilan Forum Komunikasi Pemuda
Lintas Nagari di (Sumbar), PP Nomor 84/1999 adalah
perwujudan aspirasi dan harapan masyarakat. ”Kami
membantah pendapat bahwa PP lahir dari sebuah
pemaksaan kehendak, melainkan hasil persetujuan DPRD
Agam bersama Bupati Agam ketika itu. Oleh karena itu,
kami mendesak PP 84/1999 dan Instruksi Mendagri Nomor
133 Tahun 1999 segera dilaksanakan,” tegas Syahril
Muchtar. (fas) 
 
 
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke