Ibu Hanifah yang baik www.fatimah.org ini adalah situs resmi syiah coba ibu baca artikel lainnya. Pasti banyak yang menjelek2an sahabat seperti abu bakar dan umar Saya sering berdebat dengan orang2 dari situs ini tentang syiah Artikel yang saya kirimkan tentang tabuik di pariaman juga saya ambil dari situs ini. Makanya saya kemudian bertanya ke milis ini Siapa tahu saya jadi mengerti apa tabuik yang sebenarnya
Salam Hengky Sikumbang >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:palanta- >[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of hanifah daman >Sent: 14 September 2006 10:22 >To: [email protected] >Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] HOYAK TABUT > >Ass Wr Wb bapak Suheimi yth > > Senang membaca tulisan bapak. > Hanifah sering juga menyaksikan pesta tabot di Bengkulu. Karena >perayaannya dibuat besar-besaran. Jumlah tabotnya tidak hanya satu tapi >banyak. Tabot itupun ada penilaiannya, jadi ada yang juara. Untuk >meramaikan acara taboot, setiap malam selama 10 hari juga diadakan pesta / >lomba seni budaya Bengkulu. Kadang kadang kami tersenyum ketika ada tari >dari suatu daerah ternyata tarinya serupa dengan tari di minang yang di >poles sedikit sehingga tidak percis sama. > > Tabot tersebut tidak semuanya dibuang, tapi yang agak aneh ketika berada >dekat pusara tempat pembuangan taboot ( di bengkulu tabot dibuang bukan ke >laut), entah pura-pura atau beneran beberapa diantara pengusung tabot (?) >entahlah entah siapa, selalu ada yang kesurupan setiap tahunnya. > > Ini tulisan tentang taboot Bengkulu > > http://www.fatimah.org/artikel/taboot.htm > > Wass > > Hanifah Damanhuri > > >suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > HOYAK TABUT > >Oleh ; Dr.H.K.Suheimi > >Waktu kecil saya selalu menunggu pesta hoyak tabut, ketika > >hoyak tabut itulah Pariaman di datangi oleh banyak manusia. > >Tampaklah dua buah tabut yang di Hoyak-hoyak itu di tengah lautan > >manusia. Kota Pariaman itu biasanya lengang, tapi bila musim > >tabut berobah menjadi lautan manusia sangat ramai dan berdesak- > >desak, sehingga sebuah lagupun di dendangkan dengan Syair : > >Pariaman tadanga langang, > >musim tabut makonyo rami. > >Tuan kanduang tadanga sanang, > >bawolah tompang badan kami > >Memang di hari-hari biasa Pariaman lengang, tapi di Hoyak > >Tabut, dia terbangun, manusianya melimpah ruah, berbondong-bon > >dongan ndak terhitung betapa banyaknya. Diwaktu kecil saya ndak > >pernah melewati kesempatan yang sebaik seperti musim tabut itu, > >saya sengaja pulang kampung, saya ikut beramai-ramai mengangkat, > >mengarak dan menghoyaknya. Akan lebih bersemangat lagi kalau di > >dera dan di bakar oleh bunyi Gandang Tabut, bagaikan gendang > >perang, apalagi ditingkah oleh suara Tasa yang melejit-lejit dan > > >memekik-mekik. Terlebih-lebih kalau yang memukul Tasanya berpen­ > >galaman dan pintar, dan Tasanya sudah di panas dan dihangatkan > >dengan menyangainya diatas kerisik daun kelapa kering yang di > >bakar, maka suasana bertambah semarak. Dan yang mengangkat serta > >yang menghoyak tabutpun seperti tak kenal lelah terbakar seman­ > >gatnya. > >Dulu sebelum di Pariaman ada Listrik, maka Tabut itu dengan > >leluasa dapat di arak keliling kota dan di hoyak dengan semangat > >yang tinggi sambil berteriak "Hoyak Husein-Hoyak Husein" "Hoyak > >Tabuik Hoyak" sebetulnya bukan "Hoyak" tapi adalah "Hayya Hu­ > >sein" artinya hidup Husein. Mengingatkan kita akan Husein Cucu > >Nabi Muhammad SAW yang terbunuh di Padang Karbala dengan sangat > >menggenaskan. > >Dalam sejarah tercatat Husein terkepung , suasana panas , > >dia letih dia kehausan, sehingga membuat Husein lengah. Ketika > >itulah Ibnu Syarik tentara Yazid menebas jari dan lengan Husein, > >jari dan tangan itupun putus tercampak. Disaat seperti itulah > >Sinnan bin Anis menusuk dadanya dan syammar bin Ziljausab memeng­ > >gal lehernya hingga putus, lalu memamerkan kepala Husein Bin Ali > >pada ujung tombaknya. Kepala yang terputus itu di bawa ke kota > >Kuffah untuk di persembahkan kepada Gubernur Abdullah bin Ziyad, > >kemudian di kirim ke Khalifah Yazid di Damascus. > >Tatkala Khalifah Yazid menyaksikan kepala Husein diatas baki > >yang diserahkan oleh utusan, air matanya berlinag dan berkata, > >"Aku tidak memerintahkan untuk membunuh Husein. Terkutuklah kau > >anak Marjanah, seandainya aku berada disitu, pasti aku akan > >memberikan keampunan kepadanya > >Tubuh Husein Bin Ali di makamkan di Karbala (Sekarang terle­ > >tak di negara Irak menjadi kota suci bagi kaum syiah), sedangkan > >kepalanya, atas perintah Khalifah Yazid di kuburkan dengan penuh > >penghormatan di Madinah disisi makam ibunda Fatimah dan saudara > >nya Hasan bin Ali. > >Peristiwa inilah yang di coba gambarkan dalam pesta Tabut > >setiap Tahun di Pariaman. Puncaknya ialah terjadi di hari Asura > >10 muharam. Karena di hari itulah 10 muharam tahun 61 H Husein > >terbunuh dengan sangat menggenaskan di Padang Karbala. Maka > >sebelum pesta puncak Tabut di angkat bersama-sama diarak dan > >akhirnya di bawa ke pinggir pantai untuk di buang ke laut lepas > >Kira-kira seminggu sebelumnya ada acara-acara seperti Me > >ngambil tanah, menebang batang pisang dan meng harak jari-jari. > >Semua itu saya ikuti sewaktu masih kecil, ketika tinggal di > >kampung di Pariaman. Kalau hari sudah senja disaat matahari mulai > >tenggelam, terlihat cahayanya memantulkan warna merah darah, dan > >lautpun memantulkan warna yang sama merahnya, disaat itulah Tabut > >di buang ke Laut lepas. Itu pulalah saat-saat yang paling menye­ > >nangkan bagi kami anak-anak, berebutan mengambil kain beludru > >yang meliliti bambu, memperebutkan bunga salapan, tidak peduli > >akan gulungan hombak dan derasnya arus serta alunan laut. Sebagai > >anak Asli Pariaman saya tak pernah gentar menghadapi gelombang > >laut dan ombak yang berdebur. Sering kami mempermainkan dan di > >permainkan oleh ombak. Sebagaimana nantinya akan sering di per­ > >mainkan oleh ombak dan gelombang kehidupan. Makanya terkenal > >orang Pariaman sebagai perantau yang tangguh, ada di mana-mana > >dan tidak gentar mengharungi lautan ke hidupan walaupun jauh di > >rantau orang, jauh dari kampung dan sanak famili > >Sekarang kesenangan-kesenangan seperti itu telah tak mungkin > >saya nikmati lagi, tapi saya ingin tahu apa sebetulnya Tabut itu. > >Dalam kepustakaan saya temukan bahwa Tabut berarti peti kayu yang > >dilapisi dengan emas sebagai tempat menyompan manuskrip kitab > >Taurat yang di tulis diatas batu. Di dalam Al-Qur'an pun terbaca > >kata-kata Tabut dalam rangkain ceritra Talut dan Jalut. Disebut­ > >kan bahwa sebagai tanda Talut akan menjadi raja ialah kembalinya > >tabut tersebut ke tangan Bani Israil setelah tabut itu hilang > >diambil oleh musuh pada masa pemerintahan Samuel. Nabi mereka > >mengatakan kepada mereka "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja > >ialah kembalinya tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan" > >Surat Al Baqarah ayat 248. > >Diadakannya pesta tabut adalah untuk mengenang kembali > >peristiwa sejarah yang sangat penting yang terjadi pada hari > >Asura yaitu musibah pembantaian Husein bin Ali bersama pengikut > >dan keluarganya di Padang karbala oleh pasukan Yazid dari dinasti > >umayyah. Peristiwa ini ternyata membawa dampak yang amat besar > >dalam sejarah perkembangan Islam. Disatu sisi hati umat Islam > >tersayat oleh perbuatan biadab dari pasukan Yazid dan disisi lain > >rasa hormat terhadap Husein semakin besar. Rasa haru dan rasa > >hormat itu akhirnya menumbuhkan hasrat untuk menjadikan hari > >kematian Husein itu sebagai hari yang perlu di peringati, apalagi > >hari itu memang hari yang di muliakan Allah swt dan RasulNya > >yaitu hari Asura. > >Pada mulanya memperingati terbunuhnya Husein tersebut hanya > >dalam bentuk sederhana, berupa ziarah ke tempat peristiwa berda > >rah itu, tapi lama kelamaan membudaya menjadi suatu peringatan > > >yang dilakukan secara besar-besaran. > >Dari hal diatas timbulah inisiatif pemuka Islam di zaman > >lampau untuk merayakan hari Asura tersebut. Upacara perarakan > >tabut yang yang diiringi dengan sorakan "hayya Husein" atau > >"Hidup Husein" sudah pasti mempunyai kaitan yang erat dengan > >peristiwa sejarah diatas. Oleh karena itu, tidak salah kalau > >timbul suatu dugaan bahwa aliran Syiah pernah menjejakkan kakinya > >diperairan Barat Pulau Sumatera, sehingga di Bengkulupun perayaan > >Tabut ini meriah. Namun kemungkinan itu belum di teliti dengan > >Memadai > >Dari latar belakang diatas kelihatan bahwa tujuan pembua­ > >tan dan pengarakkam tabut itu mempunyai kaitan yang erat dengan > >ekspressi rasa duka dan rasa hormat terhadap Husein bin Ali > >yang meninggal pada hari asura. Sebagai simbol dari rasa duka > >sekali gus hormat itu dibuatlah rangkaian "bunga raksasa" yang > >disebut tabut. Seperti karangan bunga yang berwarna putih pertan­ > >da berduka, seperti bunga kamboja yang di kampung saya disebut > >dengan bunga salapan. Membuang tabut ke laut bagaikan menabur > >karangan bunga sebagai ungkapan duka yang dalam. > >Waktu saya kecil yang suka bergembira, berteriak bermain > >ombak dan berebutan memperebutkan tabut yang di buang, saya > >sangat menantikan saat-saat seperti itu ialah ketika tabut itu di > >buang. Tapi kini setelah saya beranjak dewasa, timbul fikiran > >lain, bukankah sesuatu yang dibuang-buang itu sia-sia dan muba­ > >zir? Dan Mubazirun Ikhwanul Syaitan?. Apalagi kalau yang di buang > >itu dua buah tabut besar yang biayanya bukan main, membuatnya > >membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang sangat besar. Tidak > >mudah membuatnya dan tak mudah pula mengumpulkan dana yang demi­ > >kian besar, hanya untuk di buang?. Apakah tidak sebaiknya, tabut > >itu diarak juga ke pinggir laut, dan secara simbolis ada sesuatu > >yang di buang kelaut sebagai penganti tabut. Bisa saja tabut mini > >yang kecil yang biasa diarak waktu minta sumbangan sebelum Tabut > >besar keluar. Atau yang di buang itu salah satu saja dari bunga > >salapan yang di potong dan dihanyutkan ke laut lepas, sedangkan > >yang lain-lainnya di simpan dan di pelihara kembali, karena pesta > >tabut ini akan berulang setiap tahunya. Dan disaat pembuangan ke > >laut diadakan tata cara yang baik sambil mengingatkan dan menge­ > >nang sejarah Husein dan berduka atas kepergiannya. Mungkin ada > >kata-kata yang menusuk dan menggugah hati untuk mengingat kembali > >bahwa Islam ini pernah tercabik-cabik, hanya oleh karena persoa­ > >lan kecil dan sepele dan juga karena terjadinya salah pengertian, > >dan saling curiga. Kita peringati agar peristiwa itu tidak > >terulang lagi. Supaya kita bersatu padu jangan sampai terpecah. > >Kita rasakan akibat terpecah menimbulkan kemunduran dan kerancuan > >dalam agama kita. Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman > >Tuhan dalam Al=Qur'an dalam surat Al hujarat ayat 11: > >"Hai Orang-orang beriman Janganlah suatu kaum meng olok- > >olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang di olok- > >olokkan) lebih baik dari mereka (Yang meng olok-olokan) dan > >jangan pula wanita-wanita (meng olok-olok an) wanita lain (kare­ > >na) boleh jadi wanita (yang di olok-olokan) lebih baik dari pada > >yang mengolok-olokkan, dan janganlah kamu panggil memanggil > >dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah > >(panggilan) yang buruk sesudah (mereka) beriman dan barang siapa > >yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim" > >P a d a n g 29 Juni 1994 > > > >--------------------------------- >Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates >starting at 1ยข/min. >-------------------------------------------------------------- >Website: http://www.rantaunet.org >========================================================= >* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi >keanggotaan, >silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting >* Posting dan membaca email lewat web di >http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages >dengan tetap harus terdaftar di sini. >-------------------------------------------------------------- >UNTUK DIPERHATIKAN: >- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply >- Besar posting maksimum 100 KB >- Mengirim attachment ditolak oleh sistem >========================================================= -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

