Ambo indak maliek penyebab, kenapa umaat Islam sering bunuh-bunuh, apakah karena salah paham, aliran dsb. Namun yang jelas di Irak Sunni dan Syiah selalau bertentangan. AlQaeda sendiri yang teroris dari Sunni. Sedang penjuang Islam Lebanon yang jelas Syiah adalah paling gencar melawan Yahudi yang jelas-jelas musuh Islam, sementara pihak Sunni di Tim Teng lebih banyak berpangku tangan dan menjadi boneka adi kuasa. Jadi kita lihat kenapa perbedaan itu timbul, karena pola pikir yang jelas beda, lebih dari hanya sekedar "salah faham" Mengatakan Tabuik ajaran Syiah yang seolah-olah tidak layak diterima, karena kita seorang Sunii, ini sangat naif sekali. Tolong dibaca artikel berikut Pesta Hoyak Tabuik
Prosesi tabuik yang diawali dengan pengambilan tanah menandakan bahwa manusia berasal dari tanah. Pesta Hoyak Tabuik Pariaman, Sumatera Barat yang semula ritual kini sudah bergeser ke pesta budaya. Meski begitu pesta ini masih membawa pesan-pesan moral dan agama. Tabuik Pariaman sudah digelar sejak 1831, namun dalam perkembangannya, mulai tahun 1974 dipaket menjadi atraksi wisata, hingga menjadi event tetap pemda setempat. Di Padang Karbela, Irak sekarang, pada 61 H, cucu Nabi Muhammad SAW, Husein dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah. Nun jauh di Pariaman, Sumatera Barat, manuskrip kejadian itu diperingati secara ritual dalam acara yang disebut Hoyak Tabuik antara 1-10 Muharram. Ini adalah pesta rakyat yang diadakan setiap tahun dan sudah berlangsung sejak 1831 silam. Minggu lalu, puncak acara hoyak tabuik mencapai klimaksnya. Aroma kemenyan tercium kental di udara kota Pariaman. Ratusan ribu pengunjung seperti larut dalam kedukaan yang mendalam. Ratap tangis sekelompok orang menyeret pengunjung lainnya ikut meneteskan air mata. Pada sebuah lapangan di depan pasar Pariaman dua buah tabut, yakni sebuah ornamen yang berbentuk burung besar yang disebut sebagai buraq, berdiri kokoh berhadap-hadapan. Tinggi burung yang terbuat dari kerangka rotan itu 15 meter. Di antara ratap tangis dan aroma kemenyan yang menusuk hidung, dua tabut kemudian dihoyak (diarak dengan penuh semangat sembari menyatakan, hidup Hasan hidup Husein). Karena itu, pesta tabuik juga disebut dengan hoyak hosen. Kegiatan hoyak hosen menjadi bagian tak terpisahkan dari kerumunan ratusan massa. Ini memang sebuah upacara yang tak teratur, karena setiap orang merasa berhak berada sedekat mungkin dengan tabuik. Maka tak heran untuk masuk ke arena, alangkah sulitnya. Tabuik yang di Bengkulu disebut Tabot, pada awalnya merupakan kegiatan sangat ritual, kemudian berubah menjadi peristiwa budaya belaka. Begitulah, Ahad pekan lalu, dua tabuik., yaitu Tabuik Subarang dan Tabuik Pasa. Keduanya merupakan fersonifikasi dua pasukan yang akan berperang. Menjelang shalat Zuhur, kedua tabuik dipajang berhadap-hadapan. Pestanya sendiri baru dimulai sesudah shalat Ashar. Di tengah ratusan ribu orang, benda mati itu diarak, diadu, sebagaimana layaknya perang di Karbela. Upacara menjadi tidak teratur, karena tabuik yang dibawa masing-masingnya delapan orang itu, didekati oleh massa. Tubuh tabuik yang menjulang tinggi, kelihatan dari jauh, bergoyang seperti mau rebah. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Akhirnya tabuik memang dibuang ke laut Samudera Indonesia. Kedua tabuik karam di laut, maka saat itu usai perselisihan, berakhir sudah perang antara Tabuik Subarang dan Pasa. Prosesi membuang tabuik ke laut, menurut tokoh masyarakat Pariaman, Buya Bagindo M.Letter, merupakan bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang segenap sengketa dan perselisihan di antara mereka. Jika ada satu masyarakat punya potensi untuk tawuran, maka diperlukan satu event yang bisa mewakili tawuran itu, sehingga tersalur dengan baik. Ia menyatakan, masyarakat Pariaman sebenarnya merupakan masyarakat Islam seperti di daerah lainnya. Karena itu, di Pariaman tidak ada aliran dan penganut Syiah, seperti nafas dalam tabut itu. ''Ini hanyalah sebuah peristiwa budaya belaka,'' kata Buyo Bagindo M Letter. Meski sebagai peristiwa budaya belaka, ia tidak menapik bahwa dalam prosesi tabuik sebenarnya termuat ajaran moral dan agama. Prosesi tabuik dimulai 1 Muhamaram dengan upacara pengambilan tanah secara silang. Pengambilan tanah berbarengan dengan azan Magrib hari itu. Upacara ini, menurut Letter merupakan pemberitahuan kepada manusia bahwa dia berasal dari tanah. Pengambilan tanah secara silang ini, dalam wujud awalnya diwarnai oleh peperangan. Tanah tadi kemudian diarak oleh ratusan orang. Tanah kemudian disimpan dalam daraga berukuran 3x3 meter, kemudian dibalut dengan kain putih. Lalu diletakkan dalam peti bernama tabuik. Tabuik, konon artinya adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israel dengan Allah. Dalam pengertian perayaan pemperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifaan kepada musyawarah umat Islam, setelah ia meninggal. Namun janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat Jazid, anaknya, sebagai putera makhkota. khairul jasmi Makna Tabuik Mulai Bergeser Menurut Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, tabuik hadir di Pariaman sejak 1831. Jika benar, itu berarti pada saat Perang Paderi sedang berkecamuk. Tabuik Pariaman berasal dari Bengkulu. Upacara ini, pada awalnya hidup di kalangan Syiah Iran dan Karbela Irak. Semua dimaksudkan untuk memperingati dan meratapi kematian Husein, cucu Nabi Muhammad SAW pada tahun 680 M. Kematian lelaki ini diperingati dengan upacara, pidato dan puja-puji. Tak ketinggalan menabuh rebana serta alat musik lainnya. Upacara itu kemudian meluas, berkembang hingga sampai ke anak Benua India. Ketika Inggris menguasai Bengkulu dan Belanda menguasai Singapura, Inggris membawa serdadu asal Sepoy India ke Bengkulu. Serdadu ini adalah Islam Syiah. Di Bengkulu banyak yang membelot. Mereka kemudian mengadakan acara ritual tabot. Belakangan bukan hanya si India ini saja yang melakukan acara tabot, tapi juga bersentuhan dengan penduduk Islam lokal. Meluas dari Bengkulu ke Painan, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidie, Banda Aceh, Meuleboh dan Singkil. Menurut orientalis Snouck Hurgronje, tabot, masuk ke Nusantara melalui dua gelombang. Pertama sekitar abad 14 M, tat kala Hikayat Muhammad diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Melalui buku itulah ritual tabot dipelajari anak negeri. Kedua lewat serdadu India tadi. Dalam perkembangannya kemudian, alur masuk itu menjadi tidak penting. Yang penting justeru perkembangannya. Kegiatan tabot menghilang di banyak tempat. Hingga pada akhirnya hanya ada di dua tempat, di Bengkulu dengan nama Tabot dan di Pariaman Sumbar dengan sebutan Tabuik. Keduanya sama, namun cara pelaksanaannya berbeda. Di Bengkulu, acaranya lebih rapi dan lebih bermakna ketimbang di Pariaman. Di Pariaman, pergesaran telah terjadi sebegitu jauh. Ini dimungkinkan karena menurut Bagindo Letter, upacara tabuik sejak awal memang ditakuti oleh sebagian besar ulama. Sejak tahun 1974, ulama di sana kemudian mendesak pemerintah untuk melaksanakan upacara tabuik yang kental unsur budayanya. Sejak itulah kemudian, tabuik menjadi atraksi budaya belaka. Karenanya, pesta tabuik telah menjadi kalender tetap Pemda Padangpariaman. Hajatan ini pula menjadi sumber pendapatan daerah. Dari sisi ini, pemda merasa perlu turun-tangan mengelola tabuik, meski tidak bisa melepaskan keikutsertaan rakyat. Tabuik di Pariaman, bagaimana pun adalah bagian tak terpisah dari rakyat. Jangan bersikap PRASANGKA terhadap budaya. Budaya adalah bagian dari kehidupan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Selama budaya tidak mencampuradukan tauhid kepada Allah dengan keyakinan-keyakinan lain di luar itu, tidaklah menjadi masalah. Sesajen kelaut yang dilekaukan di pesisir jawa sangat beda dengan tabuik. Mereka mencampuradukkan antara keyakinan kepada Allah dengan "Penguasa Laut" seperti Nyi Roro Kidul dsb.Tabuik tidak demikian, bila anda baca artikel di atas. Kalau dusanak sudah baca komentar Buya Bagindo M. Letter, jelas bagaimana beda tabuik dengan sesajen ke laut. Syiah dan Sunni adalah ciptaan manusia, ciptaan Allah jelas Islam. Ahmadiyah adalah bentuk penyimpangan agama Allah sebagaimana Kristen, Yahudi, Nasrani dsb.karena tidak sesuai dengan Sunnah Rasul. Biarkan saja orang lain dengan keyakinan mereka. Lakum dinukum waliyadin. Agamamu agamamu, agamaku, agamaku. Orang mau menyembah batu atau matahari sekalipun biarkan saja. Kalau dusanak ingin meng-agamakan masyarakat mentawai juga lebih baik, karena banyak yang masih animisme. Maksud saya kita hidup dalam KORIDOR yang jelas sesuai Al-Qur'an dan Hadist. Ikuti saja dengan lurus dan prasangka baik tanpa mempersoalkan Sunni atau Syiah. Seharusnya kita iri dengan kemajuan orang-orang Syiah seperti Iran, karena intelektualitas mereka sangat bagus, bisa menantang adi kuasa dan bisa menciptakan nuklir untuk kemaslahatan ummat. Sementara kita ngurusin listrik saja terseok-seok. Padahal kita sama-sama punya minyak. Jadi mari kita renungkan, bahwa yang utama dalam hidup adalah ammal sholeh. Ini yang masih kurang dimasyarakat kita yang mayoritas Sunni. Hengky <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum Mungkin kalimaik umat islam hobi bunuh2an ko bisa di ralat, bahwa umat islam kini sadang banyak basalisiah paham antaro inyo samo inyo, jadi tajadilah saliang bunuah2 dek karano salah paham iko. Bababliak ka tabuik, Ambo sasuai jo dunsanak Ahmad iko Baa pulo dikatokan bahwa tabuik labiah positif daripado mambuang sajen ka lauik, kan tabuik dan sagalo isinyo nyo tu pun di buang ka lauik? Ambo pun indak tau bana apo sajo isi tabuik tu, mudah2an indak ado kumayan jo nasi kuniang di dalamnyo.... (Jujur sajo, ambo kadang2 suko tagalak mancaliak urang jawa satiok bulan2 tertentu barami2 ka lauik untuak mambuang sajen untuak manulak bala. Antah apo lah hubungannyo manulak bala ko jo sajen ka lauik.) Apokah di tabuik juga berlaku ketentuan iko? Untuak manulak bala sahinggo kok indak di karajoan bisa kualat? Bukankah Islam awak ( urang minang ) ba beda jo Islam rang Jawa ( maksudnya berbeda dari cara penyebaran dan penyampaian sehingga kalau di jawa unsur Hindu dan Budha nyo masih kuaik ) Mungkin mamak2 nan mangarati banyak jo agamo bisa manjalehan. Tapi walaupun baitu, bak kecek postingan Bapak Suheimi, biaya untuak mambuek tabuik tu kan maha, mubazir juo kalau lah basusah payah mambueknyo sudah tu bacampakan ka lauik. Itu kalau dari segi agama. Tapi kalau dari segi pariwisata, memang tabuik iko sangaik positif. Menarik ribuan wisatawan ka pariaman, mungkin dari wisatawan itu sajo bisa baliak biaya pembuatan tabuik ko. Tradisi dan budayo kampuang nan positif wajib kito budayokan. Tapi setidaknyo, unsur syiriknyo ( iko kalau ado )setidaknyo bisa dihilangkan. Salain itu, tujuan tabuik ko adolah memperingati ( merayakan ??? ) kematian Husain di Padang Karbala. Iko nan ambo dak habis pikir. Seharusnyo memperingati kematian iko kan jo amalan, mandoa, dsbnyo... bukan jo keramaian yang layak di sebut pesta rakyat cando iko. Sakali lai ambo mohon penjelasannyo. Tarimokasih Wassalam Hengky Sikumbang/29 th >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:palanta- >[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ahmad Ridha >Sent: 13 September 2006 19:58 >To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] >Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Tabuik - Ajaran Syiah ? > >On 9/13/06, Anzori wrote: >> Tradisi Tabuik sangatlah baik. Mari kito lupokan soal syiah jo suni. >Ummat Islam >> memang hobi bunuh2an. Contohnyo sajo di Irak. Tapi di Pariaman, tabuik >> adolah budaya nan harus dilestarikan. Karano labih positif dibandiang >maagiah >> sesajen ka lauik.. >> > >Ini lagi-lagi ujian untuk konsep Adaik basandi Syara', Syara' basandi >Kitabullah. Bagaimana pula bisa muncul kata-kata "Ummat Islam memang >hobi bunuh2an"? Bukankah termasuk definisi orang Minang adalah Muslim? > >Bagaimana pula tradisi tabuik mau dipertahankan tanpa menyisihkan >konsep ABS-SBK karena di situ dijelaskan: > >"Bahkan ada keyakinan pada sebagian masyarakat Padang Pariaman dan >Bengkulu, jika tidak melakukan ritual ini mereka akan mendapat >kualat." > >Ini sudah merupakan keyakinan yang salah. Apa ada contohnya dari >Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan para shahabat beliau? > >Juga ritual itu seperti kebiasaan meratap jahiliyah. > >Juga disebutkan: > >"semua benda-benda di atas diarak ke laut kemudian dibuang di tengah >laut, lalu mereka pulang sambil melantunkan Ali Bidaya... Ali Bidaya, Ya >Ali, Ya Ali, dan Ya Husain." > >============================================ -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

