Ass ww Apa yg pak saaf tuturkan benar adanya dan saya setuju dg bapak salam teriring do'a
Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. Dunsanak Dr H.K. Suheimi, Melihat catatan di bawah karangan Dunsanak, karangan tersebut bertanggal 9 Juni 1995, timbul pertanyaan pada diri saya, apakah masih terdapat praktek demikian pada saat ini, tahun 2006 ? Saya akan menggeleng-gelengkan kepala jika sekarang ini masih ada. Sambil ikut bersyukur bahwa masalah pemakaman alm Bp Zainuddin Dt Nan Gadang telah dapat berlangsung dengan selamat, saya garis bawahi pernyataan Dunsanak dalam hubungannya dengan ABS SBK yang menjadi perhatian saya secara khusus, bahwa : "[..] kita semua tahu akan akan sebuah plakat yang dikenal sebagai Piagam Bukit Marapalam "Adat bersandi syara'. Syara' ber sandi kitabullah. Syara' mangato adat mamakai". Artinya orang beradat adalah orang yang memakaikan atau menjalankan perintah agama dalam bentuk nyata, Jadi pembawa adat dan petugas adat pada hakikatnya adalah orang-orang yang melaksanakan dakwah bilhal. Tingkah laku perbuatan dan fiilnya adalah mencerminkan agama yang di peluknya dan akan mensegerakan perintah agamanya" Saya setuju sepenuhnya dengan pemahaman Dunsanak terhadap pelaksanaan 'Adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah, Syara' mangato adat mamakai'. Yang jadi masalah tentunya adalah apabila belum ada kesepakatan antara anak dengan kemenakan, yang mungkin lebih banyak kejadiannya. Menurut pendapat saya, masalah seperti ini jangan diselesaikan secara ad hoc, tetapi diatur secara lebih rapi, sehingga tidak akan terulang lagi gambaran yang memilukan ketika anak dan kemenekan bertengkar hebat di saat suasana duka. Wassalam, Saafroedin Bahar (70 th kurang) ----- Original Message ---- From: suheimi ksuheimi To: [email protected] Sent: Sunday, September 17, 2006 6:17:47 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Datuk D A T U K Oleh : Dr.H.K.Suheimi Alhamdulillah, saya bersyukur karena apa yang saya cemaskan dan saya khawatirkan selama ini tidak terjadi. Saya cemas karena dapat kabar, kalau pak datuk meninggal dunia, susah, bertele-tele, bisa berlarut-larut, rundingan tidak sekali putus. Datuk belum boleh di kubur sebelum dapat pengganti untuk meneruskan jabatan penghulu ini. Bayangan kecemasan itulah yang menghantui saya sewaktu membawa jenazah Mertua saya Zainuddin Dt Nan Gadang, pulang kampung. Karena sebagai datuk, mau tak mau boleh tak boleh beliau harus di makamkan di pandam pekuburan kemenakan dan disana pulalah di tetapkan siapa yang akan mengganti untuk meneruskan tongkat estafet kepenghuluan ini. Oh betapa leganya hati ini karena jenazah dapat terkubur sebelum waktu lohor di Magek Bukit Tinggi. Penyelenggaraan pemakaman ini dapat belangsung cepat karena jauh sebelumnya kami telah melihat dan meramalkan bahwa ayah ini tak bisa bertahan lagi. Janjiannya.... tak akan lama lagi. Maka kami berembuk dengan anak dan kemanakan, sepakat akan mensegerakan pelaksaan penyelenggaraan jenazah. Maka dirundingkanlah siapa yang pantas memikul jabatan datuk berikutnya. Sehingga sewaktu jenazah sampai dikampung tak banyak mengalami rintangan, sehingga ayah tercinta dapat beristirahat dengan tenang. Kami puas orang kampungpun lega. Beberapa kali saya menyaksikan selengkang pentang, bertengkar berkeras arang, sampai memukul meja menepuk dada dan mengeluarkan kata-kata yang tak senonoh di dekat jenazah. Hanya karena prihal rebutan antara anak dan kemenakan dan rebutan antara kemenekan dan kemenakan. Si anak ingin orang tuanya di selenggarakan di rumah anak karena sakit senangnya di rumah anak. Anak lah yang menyelenggarakan selama almarhum sakit. Kadang-kadang waktu sakit, lama tergeletak tak banyak yang hirau. Tapi waktu meninggal semua pada berebutan dan bertengkar di depan jenazah. Pernah kejadian si bapak berpesan meninggalkan, amanah sebelum wafat agar di kubur kelak di Tunggul hitam. Tungul hitam lebih bersih lebih terpelihara, agar anak bisa sering ziarah ke pusara dan akan dapat kiriman do'a. Karena selama hidup si bapak sangat rukun bersama anak dan istrinya dan selama sakitpun di selenggarakan oleh anak istri. Dan doa anaklah nanti yang akan sampai. Namun setelah semua argumentasi di terangkan, pihak kemenakan tak bisa terima. Sebagai Datuk dia adalah milik kaum, milik nagari maka pusaranya pun harus di pandam pekuburan kaumnya. Pertengkaran tak putus malam itu, berakhir dengan sakit hati. Esok harinya datang rombongan anak kemenakan sebanyak 3 mobil,dengan kepala diikat kain hitam dan kain merah. Mungkin ada juga yang menyandang senjata, bagaikan mau perang. Perintah dari kampung "jemput terbawa". Dia mamak kita dia penghulu kita, dia milik kita, dalam hal ini anak dan istri tak berhak. bermacam-macam kata-kata dan mungkin juga sumpah serapah di lontarkan, bersitegang, hampir saja terjadi pertempuran. Berulang kali saya menyaksikan kematian seorang datuk, bukannya tangis kepiluan yang terdengar, bukan memudahkan penyelenggaraan pemakaman jenazah yang jadi pembicaraan, tapi bertengkar. Tidak jarang pada hari itu putus hubungan keluarga dan sanak saudara yang selama ini telah terbina. Putus bakarek rotan, tidak akan saling menjelang. Kalau mau di himpun banyak susahnya dan banyak mudaratnya dari manfaatnya, serta bermacam-macam kejadian yang dapat saya catat. --- saya potong di bagian ini ----- -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

