Assalamu'alaikum wr. wb. pak Chaidir yang ambo hormati, data-data itu ado di buku yang diagiah pak Dirut PT KAI kemarin. nanti ambo titipkan ke sekjen kito. ado pulo nan taraso di ambo pak soal kereta api. misalnya di jalur serpong-tanah abang ado kereta eksekutif seharga Rp 8.000 dan kereta rel listrik ekonomi seharga Rp 1.500. Dengan kereta api memungkinkan terjadi subsidi silang sehingga masyarakat ekonomi lemah pun tidak terganggu aktivitasnya. Sementara untuk transportasi darat seperti bus, kini pemerintah sudah lepas tangan sehingga indak ado lai bus murah tanpa AC, bahkan bus AC kondisinyo mengkhawatirkan, kebanyakan melakukan kanibalisme suku cadang. (untuk busway itu kabarnya subsidinya cukup tinggi, sekitar Rp 6.500 per orang, jauh di atas kereta api ekonomi yang besarnya Rp 2.600).
demikian dulu dari ambo, wassalam erwin On Saturday 16 September 2006 17:27, chaidir latief wrote: > erwin yang baik > > Tolong dikumpulkan angka dan data tu dengan yang lain Auntuk menmbah > Menurut data PU pertumbuhan kendaraan bermotor kini alah 31% termasuk speda > motor Bandingkan apo nan akan kejadian 20 atau 30 tahun mendatabg Ya > akibatnya pada pemakaian BBM pada Subsisi pada kemacetan dll > > Ch N Latief > > > ----- Original Message ---- > From: Erwin <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Friday, September 15, 2006 4:15:14 PM > Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] JALAN KERETA API > > > Assalamu'alaikum wr. wb. > karena kemarin baru ketemu dirut KA, > baiklah ambo tambahkan ilustrasinya: > > untuk membawa 2000 ton barang dari Tanjung Enim ke Tarahan sepanjang 420 km > diperlukan 2 lokomotif dengan konsumsi 3,5 liter/lokomotif-km hasilnya= > dibutuhkan 3,5 liter x 2 lokomotif x 420 km = 2.940 liter. > > bandingkan dengan memakai truk, 1 truk 15 ton, berarti butuh 2000 ton/15 = > 134 truk. kita andaikan konsumsi bbm 1liter untuk 7 km (hemat), untuk satu > truk dibutuhkan 420 km/7 km = 60 liter. total konsumsi bbm= 60l x 134 truk > = 8.040 > > jadi untuk satu kali jalan saja sudah hemat hampir 1/3, belum lagi > memperhitungkan upah tenaga kerja, kutipan di jalan, dan kemungkinan > kerusakan kendaraan, kecelakaan, perampokan, kerusakan jalan, dll. > > penggunaan jalan raya memang lebih nyaman, apalagi dengan oto mewah dan > pengawalan. penikmat wisata biasanya adalah orang dengan dana berlebih > sehingga mereka mampu melakukan hal itu. > > tapi bagaimana dengan warga. jika bbm terus merangkak naik dan pembangunan > tersendat karena semakin tinggi biayanya, akibatnya mengurangi daya beli, > jalan bisa jadi hanya akan menjadi tontonan. atau jalan mungkin hanya akan > dipakai sekali-sekali. > > tulisan majalah tempo terbaru, hasil kajian konsultan transportasi yang > disewa Pemda DKI, pada tahun 2014 di DKI kemacetan tidak hanya terjadi di > jalan raya, bahkan ke jalan-jalan sempit ranah hunian. tak sepetak pun > tersisa bahkan untuk sekadar mengeluarkan mobil dari garasi rumah. saat ini > saja di jalur sibuk pada jam-jam padat kendaraan bergerak 10 km/jam, yang > normalnya 40-50 km/jam. > > hasil perhitungan ekonomi, kerugian rata-rata penduduk DKI Jakarta Rp 2.300 > per hari, biaya pemborosan bahan bakar dan kendaraan Rp 2.600, total Rp > 4.900. Jika dikalikan total penduduk 8,3 juta dan 250 hari kerja, nilai > kerugian Rp 10,4 triliun atau hampir menyamai APBD DKI yang cuma Rp 12,7 > triliun. belum lagi kerugian kesehatan, untuk berobat karena ISPA Bank > Pembangunan Asia memperkirakan warga DKI mengeluarkan Rp 900 miliar per > tahun. > > demikian dulu > > wassalam > erwin z -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

