Assalamu'alaikum wr. wb. pak H. Syafril yang ambo hormati, baiklah kita dudukkan masalah ini biar jernih.
Ado duo hal yang bapak sampaikan yang menurut ambo esensinya berbeda. Masalah terkait kereta api, kalau buliah ambo tambahkan, adalah masalah terkait pusat dan urusannya di Dirjen Kereta Api Departemen Perhubungan. Upaya yang dilakukan MPKAS dalam hal ini adalah agar alokasi dana di pusat, yang sangat diminati oleh semua daerah itu bisa diarahkan sebagian kecil ke ranah. Dalam rangka upaya itu, MPKAS sangat memerlukan dukungan dari ranah terutama dari pemda dan praktisi pariwisata sehingga upaya kita tidak bertepuk sebelah tangan. Dalam hal ini, pertanyaan pertama ambo, Apakah berdosa bila kita mengupayakan dana di pusat dapat diberikan ke ranah? tentunya kalau dana itu milik kereta api tidak mungkin dialokasikan ke sektor lain. Tentunya kita percaya bahwa Ketua MPKAS Pak Chaidir akan berjibaku mengerahkan segala jejaring beliau agar ranah mendapat alokasi, meskipun mungkin tidak mudah. Hanya sayangnya antusias dari pemda belum lagi terdengar gaungnya, dan yang agak pahit ambo dengar dari da Nof (sekjen MPKAS), saat diundang oleh Mendagri membahas soal kereta api ini, hanya pemda Sumbar di Sumatera yang tidak hadir. Kenapa kita antusias dengan kereta api? beberapa faktor telah disebutkan pak Chaidir dan bagi dunia pariwisata sendiri ini merupakan aset yang sangat menguntungkan. Kereta antik Ambarawa kabarnya tidak pernah sepi sepanjang tahun, padahal pemandangannya tidak seindah di ranah. Selain itu keyakinan Dirut Aerowisata sebelumnya juga telah menambah support upaya kita. PT Kereta Api sendiri sangat berhitung dalam melakukan investasi mereka. Dirut PT Kereta Api Ronny Wahyudi waktu ambo tanyokan soal pengembangan investasi kereta api mengatakan: "Kami akan concern setiap investasi yang memberikan masukan ke perusahaan meski satu rupiah," ujarnya. Kemudian masalah kedua, yang pak H. Syafril katakan soal pembangungan jembatan, jalan, dan masuknya listrik, tentulah telah sama-sama kita pahami sebagai masalah terkait otonomi daerah. Dana, alokasi dan prosesnya telah ditentukan oleh pemerintah daerah bersama-sama DPRD dan pemerintah daerah mempunyai kepentingan agar investasi itu menambah PAD. Dalam hal ini, peran orang rantau bisa dikatakan tidak ada dan orang di ranah pun mungkin akan mengatakan bahwa orang rantau tidak lebih tahu dari kami. Jadi biarlah soal otonomi daerah ini menjadi sarana perjuangan bagi orang-orang di ranah. Kami hanya berharap agar lebih banyak pembangunan itu menyentuh warga-warga yang kekurangan dan tidak hanya mengejar PAD. Dengan uraian di atas, harapan ambo agar kita tidak mendikotomikan upaya-upaya yang telah sama-sama kita jalankan selama tidak berakibat saling merugikan. dan alangkah indahnya jika kerja sama dapat dijalin dan disinergikan demi pembangunan di ranah. wassalam erwin z, humas MPKAS On Sunday 16 September 2007 22:07, H. Syafril (Nikita Hotel) wrote: > ass mualaikkum dunsanak > soto ambo saketek .. yo > ambo sangat salut begitu godang paratian rang rantau ka nasib kareta > api di sumbar nan ka mambangkik batang taradam, ambo mandukung sakali > gagasan itu sebagai tambahan aset wisata di ranah, mudahan mudahan > indak ado aral malintang. > Dunsanak ka sadonyo. > pada tgl 13 september 2006 patang, tapeknyo hari rabu , Para manager > perhotelan, travel agent yang ado di bukittinggi pergi outing ke luar > dengan tujuan kab lima puluh kota dgn rute bkt. batu ampa, sarik > laweh, pauh sangik, siamang bunyi, kubang, taeh, taram, kapalo banda, > pyk dan kembali ke bukittinggi. Sepajang jalan perintah 50 kota > giat giatnyo mambuka jalan baru, mabuek janbatan , memperbaiki jalan > nan rusak untuk mampamudah arus urang kaluar, ambo bacarito jo urang > kampung sangat godang mafaatnyo jalan nan di buek pemerintah, ambo juo > dapek carito dari urang kampung bahwa masih banyak daerah pedalam nan > alun ado jalan dan listrik masuk ka kampungnyo, kok di tunggu pitih > dari pemerintah kab mungkin gerakan lamo, dulu ambo bacarito jo urang > muaro petih nan jalan baru di buek oleh pemerintah, ia mangecekan ala > 40 tahun ia tdk ka payakumbuh karna butuh 1 hari ka pusat kota, kok > kini ala bisa di lalui oto, > kok lai sapakat dun sanak di palanta ko, rancak awak usulkan ka > pamarintah dari pada manghidupkan kareta api nan biayanyo sangat > godang, lebih baik biayatu untuk mambuek jalan baru, mambuka kampung > nan la tantanga salamo ko, mambuek jambatan, mamasukan listrik ka > kampung kampung. iko pangalaman kami salam bajalan kaluar kota, kami > para insan pariwisata kota bukittinggi mampunyai program sakali 3 > bulan outing ka kampung kampung dan maningakan seketek bingkisan di ma > kami sholat. kok lai ado waktu dunsanak bulan desember kami ka pai lai > dengan rute nan babeda, salama di pajalanan kami minta bantuan > pengawalan ka polreta bkt kadang kadang pakai oto dan potong ko pakai > honda , > > sagitu dulu dunsanak di palanta ko > > wasalam > > H Syafril ( 35 ) napar pyk ) > > > > > > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi > keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

