Sanak Anzori dan para dunsanakBetul sekali Bettul sekali pendapat sanak Anzori Konsep yang bagus paralu dukungan Salah satu dukungan adalah PERDA Nagari itu sendiri Dukungan berupo Landasan Hukumnyo Sanak manyabuik antaro lain dima peran perantau dll macam macam yang harus sadapek mungkin masuk dalam Perda itu
Semenjak lamo ambo sampaikan ka melis ko bahwa beberapa anggota DPRD Sumbar sewaktu ambo sampaikan adonyo melis ko ( maafkan ambo nampaknyo di Sumbar alun banyak yang mangarati internet - melis dll ditoncik ingin maliek data Kodya atau kabupaten - indak kalua ) cubo kito sampaikan ka melis ko kalau kalau ado yang berminat memberikan masukan Ini Perda Perubahan penyempurnaan memang ( pak Syaf ) Io sampai kini alun ado yang tertarik mambaconyo Ambo minta mereka mengirimkan lewat internet ternyata mereka kirim lewat Pos Jadi kalau ado yang berminat ambo tik ulang untuk dikirim lewat internet Karano indak ado peminat ( sakurang2nyo mambaco ( untuk apo ambo tik ulang Ch N Latief Dt Mandaro 78 ----- Original Message ---- From: Anzori <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, September 21, 2006 11:04:17 AM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Kemiskinan - Model Pengentasan yang Berbasis Nagari assa.w.w. Apapun konsep Gubernur untuk memajukan nagari adalah bagus, model apapun yang mau diaplikasikan, patut didukung oleh semua pihak. Tidak ada yangsalah dengan model itu. Seluruh kebijakan tentunya berlu ditunjang oleh perangkat penerapan. Bicara soal model, sebuah model akan membantu mengarahkan penerapan di lapangan. Sebuah model akan diuji nanti dilapangan, sehingga bisa berhasil akan menjadi benchmark. Kalau gagal akan direvisi sesuai prinsip plan-do-check-action. Pertanyaannyo : sampai dimana keterlibatan urang rantau nanti dalam penerapan dan apa yang dilakukan dek urang rantau. Bagaimanapun Pemda tentu lebih menitik beratkan pada pelaksana di daerah. Urang rantau tentunyo labih bersifat pendorong atau motivator apakah dalam bentuk sumbangan moril dan materil. Kalau ambo mengusulkan untuk keterlibatan urang rantau melalui poros langsung : Kepala Nagari/Kerapatan Adat Nagari-Asosiasi Perantauan. Jadi akan jelas nilai tambah yang dihasilkan. chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ass ww sanak z chaniago yang baik dan para dunsanak Pikiran anda sangat mengesankan Kemiskinan - Upayo daerah - Konsep Gamwan - Bantuan dan perhatian SBY dsb seyogianya direspons dengan tindakan Apopun caronyo Salah satu caro tu adalah dilakukaqn sekelompok rang Rantau adalah DAMI Ternyato mandapek sambutan nan sangat positif Setelah launching di Gubernuran Ado MOU dengan Bank Nagari dan pertemuan dengan Bank Bank serta Perguruan Tinggi di Sumbar diadokan roadshow ka Pemda Kab dan Kota Sambutan luar biasa Kini alah dibentguk Team DAMI di Sumbar Nan ambo saluut bebarapo generasi mudo nan dengan ongkos sendiri beberapa hari ke Padang agar kilo meter pertama dari perjalanan nan panjang ini berjalan mulus dan dapat membola salju PERTANYAAN Baa respos para dunsanak di melis ko Baa respons dari para dunsanak di rantau Rasonyo masih MBEK CAH juo Sebagai urang tuo manuruik ambo. iolah sato sakaki dulu bara pun jumlahnyo dan sato pulo mengawasi Pengawasan paralu Tapi mengecek pengawasan dipinggir jalan sajo Sado urang bisa Pitih indak masuak masuak juo Ch N Latief Dr Bandaro 78 ----- Original Message ---- From: Z Chaniago To: [email protected] Sent: Thursday, September 21, 2006 9:32:21 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Kemiskinan - Model Pengentasan yang Berbasis Nagari http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/21/sumbagut/2969229.htm Kemiskinan Model Pengentasan yang Berbasis Nagari Di zaman reformasi ini, tidak banyak pejabat di daerah yang peduli pada kemiskinan warganya. Hampir di semua provinsi, angka kemiskinan terus naik. Memang tak dapat dipungkiri, kenaikan itu seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak yang makin melemahkan daya beli rakyat kebanyakan. Tetapi, persoalan menjadi lain, ketika pejabat daerah mau meluangkan waktu untuk memikirkan kepentingan rakyatnya yang miskin, tidak hanya memikirkan bagaimana meraih "kue pembangunan" yang dibagi-bagikan pemerintah pusat. Di Sumbar, pola pengentasan kemiskinan yang diterapkan Gubernur Gamawan Fauzi kemiskinan menarik perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak tanggung-tanggung, Gamawan diminta presentasi, di hadapan Presiden SBY di Istana Negara. "Di tengah berbagai kritikan dan sorotan yang diarahkan ke Presiden, mencermati pola Sumatera Barat mengentaskan kemiskinan, Presiden seakan-akan mendapat jawaban dari kritikan itu. Karena itu, disepakati pencanangan pola atau model yang diterapkan di Sumbar bisa menjadi cantoh bagi daerah lain," kata Gamawan Fauzi, ketika bincang-bincang khusus dengan Kompas, Rabu (20/9). Model pengentasan kemiskinan itu, tidak jauh berbeda dengan konsep para pakar. Tetapi, Gamawan melengkapi konsep itu dengan perhatian dan sentuhan yang lebih manusiawi. Setiap nagari yang akan dikembangkan, dibedah dulu kelebihan dan kekurangannya, termasuk sumber daya manusianya. Setelah diketahui dengan pasti, pejabat diminta memberi pemahaman kepada masyarakat miskin dan bagaimana mereka dapat keluar dari kondisi keterbelakangan itu. "Selama ini, kebijakan makro yang dirancang menjadi sering tidak operasional di tingkat implementasi karena missing link antara persepsi pemerintah (pelaku) dengan pemahaman masyarakat," jelasnya. Di lapangan, kata Gamawan, penduduk di tingkat nagari harus tumbuh secara mandiri dan perpaduan antara kebijakan makro dan mikro. "Pola ini harus didukung komitmen penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, bersendikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi," katanya. Untuk menghidupkan dan menggerakkan kapasitas dan peranserta masyarakat bawah dalam berusaha, menurut Gamawan, tingkat keberhasilannya harus dipantau dan dievaluasi secara sistematis dan "berkedekatan". Untuk dapat melaksanakan itu, diperlukan mekanisme yang disepakati bersama. "Di sini nilai agama dan adat menjadi faktor penguat," katanya. Gubernur yang mendapat penghargaan sebagai tokoh anti korupsi; Bung Hatta Anti-Corruption Award itu, masuk ke penentuan wilayah, kelompok, sektor sasaran penanggulangan yang dilaksanakan secara terpadu dan sinergis. "Konsep ini mengandalkan sinkronisasi dan koordinasi di tingkat nagari sebagai institusi pelaksana terdepan," katanya. (Yulnardi) Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ====================================================================== -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Get your email and more, right on the new Yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

