Assalamualaikum wr.wb.
Dear All Dunsanak,
Apakah sudah ada yang baca harian Padang Ekspres hari ini? Yang edisi cetak
juga? Saya mohon bantuan klarifikasi. Karena katanya disalah satu rubrik yang
berisi foto-foto para model di stasiun Kereta Api Simpang Haru Padang, tidak
ada akreditasi Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar sama sekali.
Padahal kegiatan pemotretan itu sepenuhnya disponsori atas nama MPKAS dan
ditujukan untuk membangkitkan perhatian masyarakat ke Kereta Api Sumbar, bukan
untuk permasalahan per-Kebayaan. Kalaupun ada masalah kebaya yg diekspose, sisi
lain dari aktifitas itu, sejauh disebutkan bahwa acara tsb di lakukan oleh
MPKAS dg PT KAI, sebetulnya tidak ada masalah. Sah-sah saja. Justru itu salah
satu tujuan kita. PT KAI juga memberikan keleluasaan bergerak kepada kita
semua, juga karena berharap mereka akan terbantu dengan kegiatan-kegiatan
seperti ini.
Walaupun saya bukan orang jurnalistik, tetapi amat disayangkan sebetulnya
media sekelas Padang Ekspress sampai "lupa" menulis akreditasi MPKAS dan PT KAI
di koran harian mereka. Padahal kita butuh dukungan harian ini untuk memajukan
per-kereta apian dan pariwisata di Sumbar, yang nota bene kampung halaman kita
tercinta.
Rekan-rekan MPKAS dan AJI di Padang barusan akan membantu katanya membuat
surat tertulis ke Padang Ekspres, agar Padeks segera memberikan koreksi. Agar
ke-alpaan ini tidak terjadi lagi di masa depan, demi untuk menjaga 'tata etika'
dunia jurnalistik yang baik dan benar.
Atas perhatian dan dukungannya, kami haturkan terima kasih.
Wassalam,
Nofrins St. Batuah - 46 thn
Sekjen MPKAS
Berikut berita lengkap di Padeks hari Minggu, 24 September 2006 :
http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3963
Siluet Kebaya Tempo Doeloe Minggu, 24-September-2006,
01:23:12 7 clicks PESONA kebaya sebagai identitas busana
bangsa Indonesia, sudah tak ada lagi yang menyangkal. Siluet etnik tradisional
yang banyak terlihat pada mode kebaya tempo doeloe tampaknya tetap menjadi
tumpuan inpirasi bagi para designer. Hal ini sangatlah membanggakan, sebab saat
ini banyak perancang berlomba-lomba untuk merancang kebaya modifikasi. Yang
mana mencerminkan sebuah pengolahan siluet etnik tradisional menjadi suatu
rancangan busana kontemporer.
Bagi hampir setiap wanita Indonesia, memiliki setelan kebaya atau baju kurung
sepertinya sudah merupakan suatu keharusan untuk dipikirkan. Bukan hanya karena
tuntutan keadaaan tetapi mereka sadar bahwa mengenakan kebaya yang serasi akan
membuat mereka tampak cantik, anggun dan mempesona.
Anggun kali ini menampilkan contoh model kebaya yang dimodifikasi dengan indah.
Tanpa mengenyampingkan unsur tradisional, kebaya yang dikolaborasikan dengan
gaya klasik ini terlihat amat cantik.
Kebaya dari bahan tule yang diberi bordir dan mutiara serta payet di bagian
leher, lengan atau ujung baju terkesan mewah. Padanan, kain panjang yang
merupakan modifikasi rok panjang dengan model duyung. Ada pula, bahan bawahan
terbuat dari batik katun yang juga diberi aksen menggantung.
Masih dengan gaya tradisional berupa stelan baju kurung yang khas dengan minang
tempo doloe. Sementara paduannya rok panjang dari bahan tenun Thai silk sebagai
alternatif pengganti kain. (VINNA MELWANTI)
---------------------------------
Get your email and more, right on the new Yahoo.com
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================