Baik Pak. Td mlm sy sudah sempat kontak dg penulisnya. Memang ada 
miskomunikasi. Tetapi bagaimanapun juga, kita tetap menanggapi positif 
inisiatif mereka tsb. 
   
  Hari ini bbrp rekan di Padang juga mau diskusikan hal ini dg rekan2 di 
Padeks. Krn tanpa menyebutkan "credit title" MPKAS spt itu sblm artikel ttg 
MPKAS sendiri diekspose, masyarakat bisa salah persepsi nanti. Seolah MPKAS yg 
nebeng acara Padeks tsb. Dan ini sangat merugikan MPKAS. 
   
  Copy (scanning) berita dan foto2 di Padeks tsb skrg bisa dilihat di 
http://makitam.west-sumatra.com. Thanks.
   
  Salam,
  Nofrins

chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Nof yang bauk dan para kerabat MPKAS

Saya akan tulis surat peribadi pada Pimpinan Harian di Padang utk rencana kita 
yang besar ini Namun demikian mohon para rekan segera meluruskan segala 
sesuatunya agar kita selamanya berjalan dijalan yang benar
Ch N Latief


----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus 
To: RantauNet 
; [EMAIL PROTECTED]; IPMPP 
Cc: MPKAS 
Sent: Sunday, September 24, 2006 2:17:27 PM
Subject: [mak Itam] Minus akreditasi MPKAS di Padang Ekspress...


Assalamualaikum wr.wb.

Dear All Dunsanak,

Apakah sudah ada yang baca harian Padang Ekspres hari ini? Yang edisi cetak 
juga? Saya mohon bantuan klarifikasi. Karena katanya disalah satu rubrik yang 
berisi foto-foto para model di stasiun Kereta Api Simpang Haru Padang, tidak 
ada akreditasi Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar sama sekali. 

Padahal kegiatan pemotretan itu sepenuhnya disponsori atas nama MPKAS dan 
ditujukan untuk membangkitkan perhatian masyarakat ke Kereta Api Sumbar, bukan 
untuk permasalahan per-Kebayaan. Kalaupun ada masalah kebaya yg diekspose, sisi 
lain dari aktifitas itu, sejauh disebutkan bahwa acara tsb di lakukan oleh 
MPKAS dg PT KAI, sebetulnya tidak ada masalah. Sah-sah saja. Justru itu salah 
satu tujuan kita. PT KAI juga memberikan keleluasaan bergerak kepada kita 
semua, juga karena berharap mereka akan terbantu dengan kegiatan-kegiatan 
seperti ini.

Walaupun saya bukan orang jurnalistik, tetapi amat disayangkan sebetulnya media 
sekelas Padang Ekspress sampai "lupa" menulis akreditasi MPKAS dan PT KAI di 
koran harian mereka. Padahal kita butuh dukungan harian ini untuk memajukan 
per-kereta apian dan pariwisata di Sumbar, yang nota bene kampung halaman kita 
tercinta.

Rekan-rekan MPKAS dan AJI di Padang barusan akan membantu katanya membuat surat 
tertulis ke Padang Ekspres, agar Padeks segera memberikan koreksi. Agar 
ke-alpaan ini tidak terjadi lagi di masa depan, demi untuk menjaga 'tata etika' 
dunia jurnalistik yang baik dan benar.

Atas perhatian dan dukungannya, kami haturkan terima kasih.

Wassalam,
Nofrins St. Batuah - 46 thn
Sekjen MPKAS

Berikut berita lengkap di Padeks hari Minggu, 24 September 2006 :
http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=3963

Siluet Kebaya Tempo Doeloe
Minggu, 24-September-2006, 01:23:127 clicks


PESONA kebaya sebagai identitas busana bangsa Indonesia, sudah tak ada lagi 
yang menyangkal. Siluet etnik tradisional yang banyak terlihat pada mode kebaya 
tempo doeloe tampaknya tetap menjadi tumpuan inpirasi bagi para designer. Hal 
ini sangatlah membanggakan, sebab saat ini banyak perancang berlomba-lomba 
untuk merancang kebaya modifikasi. Yang mana mencerminkan sebuah pengolahan 
siluet etnik tradisional menjadi suatu rancangan busana kontemporer.




Bagi hampir setiap wanita Indonesia, memiliki setelan kebaya atau baju kurung 
sepertinya sudah merupakan suatu keharusan untuk dipikirkan. Bukan hanya karena 
tuntutan keadaaan tetapi mereka sadar bahwa mengenakan kebaya yang serasi akan 
membuat mereka tampak cantik, anggun dan mempesona. 

Anggun kali ini menampilkan contoh model kebaya yang dimodifikasi dengan indah. 
Tanpa mengenyampingkan unsur tradisional, kebaya yang dikolaborasikan dengan 
gaya klasik ini terlihat amat cantik. 

Kebaya dari bahan tule yang diberi bordir dan mutiara serta payet di bagian 
leher, lengan atau ujung baju terkesan mewah. Padanan, kain panjang yang 
merupakan modifikasi rok panjang dengan model duyung. Ada pula, bahan bawahan 
terbuat dari batik katun yang juga diberi aksen menggantung. 

Masih dengan gaya tradisional berupa stelan baju kurung yang khas dengan minang 
tempo doloe. Sementara paduannya rok panjang dari bahan tenun Thai silk sebagai 
alternatif pengganti kain. (VINNA MELWANTI) 






Get your email and more, right on the new Yahoo.com __._,_.___ 

Mari basamo awak maju mampatahankan mak Itam, tarutamo keselamatan asetno di 
Sumatra Barat. 




Your email settings: Individual Email|Traditional 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully 
Featured 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 


__,_._,___

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================


                
---------------------------------
 All-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke