-----Original Message----- From: Syafruddin Ujang Sent: 24 September 2006 16:45 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RGM_GM] Catatan ke Banda Naira (2)
Kisah Lain di Balik Kepahlawanan Bung Hatta dan Bung Syahrir: Nyaris Tercerabut di Minang, Dipuja di Banda Naira Kisah pembuangan dua tokoh nasional asal Minangkabau oleh pemerintah Kolonial Belanda, yaitu sang proklamator dan mantan Wakil Presiden Drs. Muhammad Hatta dan mantan Perdana Menteri Sutan Syahrir ke Banda Naira, Maluku, selama enam tahun (1936-1942) sudah banyak diceritakan orang. Des Alwi Abubakar, anak angkat Hatta dan Syahrir yang akrab disapa dengan Oom Des itu, sudah menulis sejumlah buku tentang kebersamaannya dengan kedua pahlawan kemerdekaan itu. Demikian juga penulis perorangan, media masa cetak maupun elekronik, serta memoar pribadi yang ditulis sendiri oleh kedua pelaku sejarah bangsa ini. Namun yang menarik bagi saya, sebagai salah satu anggota rombongan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, yang berkunjungan ke Banda Naira pekan lalu, adalah bagaimana orang Banda mengapresiasi kedua tokoh nasional tersebut. Meski cuma tinggal selama enam tahun di masa pembuangan dan bebas ke mana-mana dalam wilayah kepulauan itu, Bung Hatta, Bung Syahrir dan sejumlah tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya seperti dr. Tjipto Mangunkoesoemo dan I.K. Soemantri, sangatlah berkesan di hati masyarakat Banda. Ini tidak hanya dapat dibuktikan dengan terpeliharanya rumah-rumah yang dijadikan tempat pengasingan para tokoh-tokoh tersebut. Akan tetapi, khusus untuk Hatta dan Syahrir, masyakat Banda membangun sebuah Masjid bernama Masjid Jami' Hatta-Syahrir, mengabadikan nama Hatta dan Syahrir untuk dua buah pulau, yaitu Pulau Pisang di ujung timur Pulau Banda Besar untuk Pulau Syahrir dan Pulau Rosengging di belakang Pulau Banda Besar (arah selatan) menjadi Pulau Hatta. Kedua pulau itu sama-sama ada penghuninya. Tidak hanya itu, tahun 2001 silam, dibawah Yayasan Warisan dan Budaya Banda yang dipimpin Des Alwi, juga didirikan sebuah Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Syahrir yang lustrum perdananya, Sabtu (16/9) lalu dihadiri langsung oleh Menteri Negara Peberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Rumah Bung Hatta di Jl. Muhammad Hatta, Kampung Baru, Banda Naira, sudah dipugar oleh pemerintah setempat bersama Yayasan Warisan dan Budaya Banda tahun 1981-1983. Rumah Bung Hatta memang lebih tua dari rumah yang ditempati Syahrir di daerah Kampung Nusantara. Tetapi, berbagai perabotan rumah tangga, peralatan kerja dan foto-foto tua yang digatung di dinding dan dalam lemari, tejaga dengan baik. Kita bisa bebas menikmati dan melihat-lihat peninggalan yang ada. Di rumah Bung Hatta, kita bisa mengikuti jejak perjalanan Buang Hatta selama diasingkan di Banda Naira antara tahun 1936 dan 1942. Benda-benda yang pernah digunakan Bung Hatta, seperti pakaian, kopiah (peci hitam) yang dibeli Bung Hatta dari Toko Kopiah Bukittinggi, kacamata, baju tidur, sepatu, dan sendok makan tersimpan rapi di sebuah lemari yang sengaja ditarok di ruang tamu. "Maaf, karena kuncinya hilang, benda itu hanya bisa dilihat dari balik kaca saja," kata Ibu Emi Abdilla (64) yang menjadi penjaga di rumah itu. Di kamar kerja Bung Hatta (samping kanan ruang tamu), teronggok sebuah mesin tik hitam di atas sebuah meja kerja. Mesin tik itu adalah mesin tik untuk membuat surat dan menulis berbagai naskah/tulisan oleh sang proklamator untuk diterbitkan di sejumlah media perjuangan di masa itu. Perlengkapan rumah tangga lainnya, seperti kursi tamu, lemari makan, dan tempat tidur masih tertata rapi, demikian juga foto-foto Bung Hatta dan keluarga, terpampang rapi di setiap ruangan rumah. Di bagian belakang rumah, terdapat bangku-bangku sekolah yang digunakan Bung Hatta untuk mengajari anak-anak Banda (termasuk Des Alwi) dalam hal tulis-menulis, membaca, aritmatika dan bahasa Inggris. "Semua pelajaran diajarkan beliau dalam bahasa Belanda," cerita Des Alwi ketika menjadi tuan rumah atas kedatangan putri sulung Bung Hatta, Ny. Meutia Hatta Swasono ke tempat itu pada Jum'at sore sesaat setelah mendarat di Bandara Banda Naira. Di dekat lokasi bangku sekolah tersebut terdapat sebuah papan tulis hitam ukuran 1 x 1,5 meter pakai tiang penyangga. Pada bagian atas papan tulis itu, masih terjaga tulisan indah Bung Hatta yang berbunyi: "Sedjarah perdjoeangan Indonesia setelah Soempah Pemoeda di batavia pada tahun 1928". Di samping (bagian bawah) papan tulis itu, masih ada gentong besar yang digunakan Bung Hatta untuk menampung air hujan sebagai sumber air minumnya semasa pengasingan. "Saya sangat terharu menyaksikan semua ini dan bagaimana ayah sangat diapresiet oleh rakyat Banda, sehingga saya merasa datang ke Banda Naira bagai datang ke kampung sendiri," ujar Meutia kepada Singgalang dalam penerbangan dari Ambon menuju Jakarta pada Minggu (17/9) petang. (Baca juga wawancara khusus dengan Meutia Hatta; Saya Terasing di Minangkabau). Kondisi serupa juga terdapat di rumah tempat pengasingan Sutan Sjahrir dan dr Cipto Mangunkusumo. Sejumlah barang peninggalan mereka selama diasingkan di Banda Naira masih terawat dan tertata baik. Bentuk dan arsitektur asli bagunan tetap dipertahankan dan menjadi daya tarik tersendiri. Jendela-jendela rumah yang berukuran besar, tiang-tiang penyangga rumah berbentuk bulat dan langit-langit rumah yang tinggi memberikan kesan rumah yang kokoh dan megah. Rumah Syahrir merupakan rumah keluarga Abdilla (nenek Des Alwi) yang disewa Belanda. Di rumah ini, kita dapat menemukan Surat Pengangkatan Asli Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Soekarno. Des Alwi bersama masyarakat Banda yang lain membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan kembali benda-benda pusaka kedua tokoh dari Minang ini. Sampai-sampai dia menjemputnya ke negeri Belanda. "Maaf, bukan hanya karena beliau ayah angkat saya. Tetapi, mereka berdua adalah pejuang besar bangsa ini yang perlu dikenang sepanjang masa," tutur Des Alwi dalam nada yang agak meledek dan dan seakan setengah bertanya. Apa yang diberikan orang Minang buat putra terbaiknya itu? Rumah Bung Hatta tak terurus, rumah tempat kelahiran Bung Syahrir tak jelas, apalagi tentang Tan Malaka yang mati ditembak di hutan sekitar Jawa Timur. Malah, lebih mengecewakan lagi, gelar "datuk" yang pernah diberikan Gubernur Harun Zain akhir 70-an untuk Bung Hatta, pun dipersoalkan. Sementara, sekarang ini gelar-gelar itu sudah 'berserak' ke mana-mana. Kesan minus Oom Des tentang bagaimana perlakuan masyarakat Minang terhadap putra-putra daerahnya yang menjadi tokoh nasional, tak bisa saya bantah. Meski ada Rumah Bung Hatta di Bukittinggi, Patung beliau di Ngarai Sianok, gedung pertemuan Hatta, Universitas Bung Hatta, Taman Hutan Raya Bung Hatta, seakan belum cukup untuk menyamai apresiasi masyarakat Banda terhadap sang proklamator. Untuk membuktikan nilai minus itu, reporter Indosiar Asep Syafulloh dan Ahmad Baehaqi dalam program "teropong" yang tayang tanggal 26 Agustus lalu, menyebutkankan rumah Hatta di Bukittinggi yang tak terawat. Demikian pula nasib Sutan Syahrir, salah seorang arsitek republik ini yang jejaknya sulit ditemukan di tanah kelahirannya sendiri, Ranah Minangkabau. Rumah Hatta sepintas tidak berbeda dengan rumah lainnya di sekitar Jalan Sukarno-Hatta Bukittinggi yang dibangun oleh pemerintah Sumatra Barat beberapa tahun silam. Bahkan kondisinya terkesan tidak terawat. Wisatawan pun tidak banyak yang datang, bahkan ada sebagian yang sama sekali tidak mengenal sosok Hatta. Malah sebagian bangunan peninggalan Hatta di sini sudah sulit dikenali, karena telah berubah fungsi. Gedung di mana rumah Hatta dibangun, dahulunya adalah sekolah Hatta, yakni Europe Largere School. Hatta menamatkan pendidikan dasarnya selama enam tahun di sini. Ia termasuk anak yang beruntung, karena sekolah diperuntukan bagi warga keturunan kulit putih. Pemerintah kolonial saat itu memang sangat menghormati kakek Hatta yang cukup terpandang saat itu. Tahun seribu sembilan ratus enam belas, Hatta melanjutkan pendidikan menengahnya, atau Mulo di Padang. Sekolah itu kini bernama SMP Satu Padang. Selama tiga tahun hatta menimba ilmu di sekolah ini. Ruangan kelas Hatta masih dibiarkan seperti aslinya. Lain nasib yang dialami Sutan Sjahrir, tulis Asep. Mantan Perdana Menteri RI yang Pertama. Jejak Sjahrir di tanah Minang seolah lenyap ditelan bumi. Dari catatan sejarah, Sjahir, lahir di Padang Panjang pada lima Maret seribu sembilan ratus kosong sembilan. Namun peninggalan Sjahrir semasa kecil sulit ditemukan di sini. Jejak yang masih bisa dilacak, tulis Asep, adalah mengunjungi rumah adik tirinya, Rohana Kudus di Kampung Labuah Gadang di Koto Gadang. Namun, tidak ada satupun orang yang bisa ditemui. Kabarnya, rumah ini sejak lama sepi ditinggal penghuninya. Begitu pula dengan rumah kedua orang tua Sjahrir di Kampung Piliang, masih di Koto Gadang. Rumah besar ini kosong dan tidak terawat. Jejak Sjahrir sudah sulit ditemukan di tanah kelahiranya. Sejarah hanya mencatat, ia lahir di Tanah Minang ini dan tahun seribu sembilan ratus enam puluh enam, tutup usia di dalam tahanan di Zurich - Swiss. "Di samping Sjahrir, Tan Malaka juga tak bisa kalian cari," tutur Oom Des. Keberadaan Hatta dan Syahrir tidak hanya berkesan bagi Des Alwi. Abah Abdilla (74) tahun yang tinggal di depan rumah pengasingan Sutan Syahrir juga mengakui kesenangannya bersama kedua tokoh itu. Menurut ayah 13 orang anak ini, kebiasaan Hatta dan Syahrir berbeda-beda. "Oom Hatta itu lebih suka jalan-jalan ke puncak bukit dan ke kebun pala, sedang Oom Syahrir lebih suka berenang di laut," kata Abah yang setiap hari bertugas mengntar buah-buahan uang Bung Hatta dan Bung Syahrir. Abah masih ingat, mereka bermain di laut bersama Syahrir dengan menggunakan Kore-kore (sampan) yang sengaja di cat merah putih untuk mengail ikan. Institut Perikanan dan Pendidikan Hatta-Syahrir Di sebuah areal yang tak begitu luas di depan Pelabuhan Banda Naira, di mana dulu Bung Hatta dan Bung Syahrir untuk pertama kalinya menginjakkan kaki, selain dibangun sebuah Masjid dengan nama Masjid Jami' yang diresmikan 12 April 1979 oleh Ibu S. Wahyunah Syahrir bersama Meutia dan Halida Hatta, kini juga terdapat sebuah perguruan tinggi bernama Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Syahrir yang didirikan tahun 2001 lalu. Masjid Jami' itu adalah permintaan Bung Hatta sendiri yang kala itu menolak untuk dibuatkan patung di Banda Naira. Pada lustrum perdana Sabtu (16/9) lalu itu, baik Des Alwi selaku Ketua Yayasan WB Banda, maupun Ketua STP Hatta-Syahrir Prof. Dr. H. Hamadi B. Husain, --penduduk Pulau Rhun yang menjadi sumando Minang dari Maninjau-mengatakan status sekolah ini akan segera ditingkatkan menjadi Institut karena pada Wisuda 26 Lulusan SP Perikanan pada Kamis (21/9) ini oleh Dirjen Pendidikan Tinggi yang sekaligus akan menyerahkan surat izin Fakultas Ilmu Pendidikan. "Enam tahun ke depan, saya ingin sekolah ini menjadi universitas Hatta-Syahrir," kata Desa Alwi. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono dan Gubernur Karel Albert Ralahalu mengaku sangat tersekesan dengan STP Hatta-Syahrir yang sudah mampu meluluskan 26 wisudawan. Apalagi sebagian besar (16) orang adalah wanita. Malah, Gubernur Maluku sangat mensuppor permintaan Ketua STP Hatta-Syahrir agar seorang lulusan cumlaude-nya dapat diberikan beasiswa. Meutia dan Karel sangat berharap para lulusan Sekolah Tinggi Perikanan yang mahasiswanya tidak hanya orang Banda, agar dapat memberikan sumbang sihnya terhadap kemajuan negeri ini, khususnya di sektor pertanian perikanan. Apalagi Banda juga terkenal dengan ikan tunanya. Menurut Gubernur, Maluku yang 93,5 persen dari wilayahnya merupakan wilayah laut, jelas sangat membutuhkan tenaga-tenaga terampil di bidang kelautan dan perikanan. Dengan adanya sekolah tinggi itu, Meutia melihat bahwa Des Alwi, tokoh Banda yang disegani, tidak hanya membangun dari segi pisiknya saja, tetapi juga SDM-nya. "Saya bangga, sebagian besar lulusan pertama sekolah ini adalah perempuan. Itu membuktikan kaum perempuan bisa, namun selama ini kurang diberi kesempatan," katanya, sembari meminta mereka untuk terus mencari pengetahuan tentang laut dalam. * Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com> [Non-text portions of this message have been removed] __._,_.___ Messages in this topic <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/message/2837;_ylc=X3oDMTM1ZDFwbDcxBF9T Azk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRtc2dJZAMyODM3BHNl YwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQR0cGNJZAMyODM3> (1) Reply (via web post) <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/post;_ylc=X3oDMTJxNXE0ZHFyBF9TAzk3MzU5 NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRtc2dJZAMyODM3BHNlYwNmdHIE c2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQ--?act=reply&messageNum=2837> | Start a new topic <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/post;_ylc=X3oDMTJmczlocWExBF9TAzk3MzU5 NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0 aW1lAzExNTkwOTExMDE-> Messages <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/messages;_ylc=X3oDMTJmaHVrYzVwBF9TAzk3 MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dz BHN0aW1lAzExNTkwOTExMDE-> | Links <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/links;_ylc=X3oDMTJncWtsMDJzBF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNsaW5rcwR zdGltZQMxMTU5MDkxMTAx> | Database <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/database;_ylc=X3oDMTJkOWo3a2MzBF9TAzk3 MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNkYgRz dGltZQMxMTU5MDkxMTAx> | Polls <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/polls;_ylc=X3oDMTJncnZpc3UxBF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwR zdGltZQMxMTU5MDkxMTAx> | Members <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/members;_ylc=X3oDMTJmODlzcGZzBF9TAzk3M zU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzB HN0aW1lAzExNTkwOTExMDE-> | Calendar <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/calendar;_ylc=X3oDMTJlMHIycXA3BF9TAzk3 MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNjYWwE c3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQ--> =========================================================================== Sanak nan samo mancinto ranah Minangkabau, nan samo marindukan Minangkabau bangkik manjadi jaya baliak. Marilah awak susun tanago basamo, awak sinergikan daya dan kemampuan nan awak miliki. Ado ciek nan paralu awak kana: urang awak nan bisa, iyo samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo. Bisa ndak awak ubah fenomena ko? Awak pasti bisa. Mari sinsiangkan langan baju. Rang Dapua Milis Grup GM =========================================================================== Yahoo! Groups <http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlaGlwazIyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2N zczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwM Q--> Change settings via the Web <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/join;_ylc=X3oDMTJnc21obDdmBF9TAzk3MzU5 NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRz dGltZQMxMTU5MDkxMTAx> (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest <mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery: Digest> | Switch format to Traditional <mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery Format: Traditional> Visit Your Group <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM;_ylc=X3oDMTJlN3FrNmE1BF9TAzk3MzU5NzE0B GdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDM TE1OTA5MTEwMQ--> | Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Recent Activity * 1 New Members <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/members;_ylc=X3oDMTJnNDhncGFtBF9TAzk3M zU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJyc wRzdGltZQMxMTU5MDkxMTAx> Visit Your Group <http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM;_ylc=X3oDMTJmdG42ZW9jBF9TAzk3MzU5NzE0B GdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lA zExNTkwOTExMDE-> SPONSORED LINKS * Corporate culture <http://groups.yahoo.com/gads;_ylc=X3oDMTJkOGRrZXZvBF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzEEZ 3JwSWQDMTY3NzM0ODYEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMTcxNDY1BHNlYwNzbG1vZARzdGltZQMxMTU5MDkxM TAy?t=ms&k=Corporate+culture&w1=Corporate+culture&w2=Tissue+culture&c=2&s=43 &g=2&.sig=brwISv2CFo4OUPJ1Fzqq-A> * Tissue culture <http://groups.yahoo.com/gads;_ylc=X3oDMTJkYTYzdXQ3BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzIEZ 3JwSWQDMTY3NzM0ODYEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMTcxNDY1BHNlYwNzbG1vZARzdGltZQMxMTU5MDkxM TAy?t=ms&k=Tissue+culture&w1=Corporate+culture&w2=Tissue+culture&c=2&s=43&g= 2&.sig=LRWQEr_oY8hVw0-fmZYy3Q> Need traffic? Drive customers <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hq2k8do/M=493064.8985663.9760769.8674578/D=gr oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848644/R=0/SIG=131l83flq/*htt p://searchmarketing.yahoo.com/arp/srchv2.php?o=US2006&cmp=Yahoo&ctv=Groups5& s=Y&s2=&s3=&b=50> With search ads on Yahoo! Y! Messenger Instant hello <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hf5ipot/M=493064.8985659.9760753.8674578/D=gr oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848581/R=0/SIG=11umg3fun/*htt p://us.rd.yahoo.com/evt=42403/*http://messenger.yahoo.com> Chat in real-time with your friends. Yahoo! Mail Get it all! <http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h1l9th9/M=493064.8985657.9760727.8674578/D=gr oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848570/R=0/SIG=12j26nlu5/*htt p://us.rd.yahoo.com/evt=42411/*http://advision.webevents.yahoo.com/handraise rs> With the all-new Yahoo! Mail Beta . <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=16773486/grpspId=1600171465/msgI d=2837/stime=1159091101/nc1=3848644/nc2=3848581/nc3=3848570> __,_._,___ -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

