-----Original Message-----
From: Syafruddin Ujang
Sent: 24 September 2006 16:45
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RGM_GM] Catatan ke Banda Naira (2)

Kisah Lain di Balik Kepahlawanan Bung Hatta dan Bung Syahrir:
Nyaris Tercerabut di Minang, Dipuja di Banda Naira Kisah pembuangan dua
tokoh nasional asal Minangkabau oleh pemerintah Kolonial Belanda, yaitu sang
proklamator dan mantan Wakil Presiden Drs. Muhammad Hatta dan mantan Perdana
Menteri Sutan Syahrir ke Banda Naira, Maluku, selama enam tahun (1936-1942)
sudah banyak diceritakan orang. Des Alwi Abubakar, anak angkat Hatta dan
Syahrir yang akrab disapa dengan Oom Des itu, sudah menulis sejumlah buku
tentang kebersamaannya dengan kedua pahlawan kemerdekaan itu. Demikian juga
penulis perorangan, media masa cetak maupun elekronik, serta memoar pribadi
yang ditulis sendiri oleh kedua pelaku sejarah bangsa ini.
Namun yang menarik bagi saya, sebagai salah satu anggota rombongan Menteri
Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, yang
berkunjungan ke Banda Naira pekan lalu, adalah bagaimana orang Banda
mengapresiasi kedua tokoh nasional tersebut.
Meski cuma tinggal selama enam tahun di masa pembuangan dan bebas ke
mana-mana dalam wilayah kepulauan itu, Bung Hatta, Bung Syahrir dan sejumlah
tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya seperti dr. Tjipto Mangunkoesoemo dan
I.K. Soemantri, sangatlah berkesan di hati masyarakat Banda. Ini tidak hanya
dapat dibuktikan dengan terpeliharanya rumah-rumah yang dijadikan tempat
pengasingan para tokoh-tokoh tersebut. Akan tetapi, khusus untuk Hatta dan
Syahrir, masyakat Banda membangun sebuah Masjid bernama Masjid Jami'
Hatta-Syahrir, mengabadikan nama Hatta dan Syahrir untuk dua buah pulau,
yaitu Pulau Pisang di ujung timur Pulau Banda Besar untuk Pulau Syahrir dan
Pulau Rosengging di belakang Pulau Banda Besar (arah selatan) menjadi Pulau
Hatta. Kedua pulau itu sama-sama ada penghuninya.
Tidak hanya itu, tahun 2001 silam, dibawah Yayasan Warisan dan Budaya Banda
yang dipimpin Des Alwi, juga didirikan sebuah Sekolah Tinggi Perikanan
Hatta-Syahrir yang lustrum perdananya, Sabtu (16/9) lalu dihadiri langsung
oleh Menteri Negara Peberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono dan Gubernur
Maluku Karel Albert Ralahalu.
Rumah Bung Hatta di Jl. Muhammad Hatta, Kampung Baru, Banda Naira, sudah
dipugar oleh pemerintah setempat bersama Yayasan Warisan dan Budaya Banda
tahun 1981-1983. Rumah Bung Hatta memang lebih tua dari rumah yang ditempati
Syahrir di daerah Kampung Nusantara.
Tetapi, berbagai perabotan rumah tangga, peralatan kerja dan foto-foto tua
yang digatung di dinding dan dalam lemari, tejaga dengan baik. Kita bisa
bebas menikmati dan melihat-lihat peninggalan yang ada.
Di rumah Bung Hatta, kita bisa mengikuti jejak perjalanan Buang Hatta selama
diasingkan di Banda Naira antara tahun 1936 dan 1942. Benda-benda yang
pernah digunakan Bung Hatta, seperti pakaian, kopiah (peci hitam) yang
dibeli Bung Hatta dari Toko Kopiah Bukittinggi, kacamata, baju tidur,
sepatu, dan sendok makan tersimpan rapi di sebuah lemari yang sengaja
ditarok di ruang tamu. "Maaf, karena kuncinya hilang, benda itu hanya bisa
dilihat dari balik kaca saja," kata Ibu Emi Abdilla (64) yang menjadi
penjaga di rumah itu.
Di kamar kerja Bung Hatta (samping kanan ruang tamu), teronggok sebuah mesin
tik hitam di atas sebuah meja kerja. Mesin tik itu adalah mesin tik untuk
membuat surat dan menulis berbagai naskah/tulisan oleh sang proklamator
untuk diterbitkan di sejumlah media perjuangan di masa itu. Perlengkapan
rumah tangga lainnya, seperti kursi tamu, lemari makan, dan tempat tidur
masih tertata rapi, demikian juga foto-foto Bung Hatta dan keluarga,
terpampang rapi di setiap ruangan rumah.
Di bagian belakang rumah, terdapat bangku-bangku sekolah yang digunakan Bung
Hatta untuk mengajari anak-anak Banda (termasuk Des Alwi) dalam hal
tulis-menulis, membaca, aritmatika dan bahasa Inggris. "Semua pelajaran
diajarkan beliau dalam bahasa Belanda," cerita Des Alwi ketika menjadi tuan
rumah atas kedatangan putri sulung Bung Hatta, Ny. Meutia Hatta Swasono ke
tempat itu pada Jum'at sore sesaat setelah mendarat di Bandara Banda Naira.
Di dekat lokasi bangku sekolah tersebut terdapat sebuah papan tulis hitam
ukuran 1 x 1,5 meter pakai tiang penyangga. Pada bagian atas papan tulis
itu, masih terjaga tulisan indah Bung Hatta yang berbunyi: "Sedjarah
perdjoeangan Indonesia setelah Soempah Pemoeda di batavia pada tahun 1928".
Di samping (bagian bawah) papan tulis itu, masih ada gentong besar yang
digunakan Bung Hatta untuk menampung air hujan sebagai sumber air minumnya
semasa pengasingan.
"Saya sangat terharu menyaksikan semua ini dan bagaimana ayah sangat
diapresiet oleh rakyat Banda, sehingga saya merasa datang ke Banda Naira
bagai datang ke kampung sendiri," ujar Meutia kepada Singgalang dalam
penerbangan dari Ambon menuju Jakarta pada Minggu (17/9) petang. (Baca juga
wawancara khusus dengan Meutia Hatta; Saya Terasing di Minangkabau).
Kondisi serupa juga terdapat di rumah tempat pengasingan Sutan Sjahrir dan
dr Cipto Mangunkusumo. Sejumlah barang peninggalan mereka selama diasingkan
di Banda Naira masih terawat dan tertata baik. Bentuk dan arsitektur asli
bagunan tetap dipertahankan dan menjadi daya tarik tersendiri.
Jendela-jendela rumah yang berukuran besar, tiang-tiang penyangga rumah
berbentuk bulat dan langit-langit rumah yang tinggi memberikan kesan rumah
yang kokoh dan megah.
Rumah Syahrir merupakan rumah keluarga Abdilla (nenek Des Alwi) yang disewa
Belanda. Di rumah ini, kita dapat menemukan Surat Pengangkatan Asli Sutan
Syahrir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Soekarno. 
Des Alwi bersama masyarakat Banda yang lain membutuhkan waktu bertahun-tahun
untuk mengumpulkan kembali benda-benda pusaka kedua tokoh dari Minang ini.
Sampai-sampai dia menjemputnya ke negeri Belanda.
"Maaf, bukan hanya karena beliau ayah angkat saya. Tetapi, mereka berdua
adalah pejuang besar bangsa ini yang perlu dikenang sepanjang masa," tutur
Des Alwi dalam nada yang agak meledek dan dan seakan setengah bertanya. Apa
yang diberikan orang Minang buat putra terbaiknya itu? Rumah Bung Hatta tak
terurus, rumah tempat kelahiran Bung Syahrir tak jelas, apalagi tentang Tan
Malaka yang mati ditembak di hutan sekitar Jawa Timur. Malah, lebih
mengecewakan lagi, gelar "datuk" yang pernah diberikan Gubernur Harun Zain
akhir 70-an untuk Bung Hatta, pun dipersoalkan. Sementara, sekarang ini
gelar-gelar itu sudah 'berserak' ke mana-mana.

Kesan minus Oom Des tentang bagaimana perlakuan masyarakat Minang terhadap
putra-putra daerahnya yang menjadi tokoh nasional, tak bisa saya bantah.
Meski ada Rumah Bung Hatta di Bukittinggi, Patung beliau di Ngarai Sianok,
gedung pertemuan Hatta, Universitas Bung Hatta, Taman Hutan Raya Bung Hatta,
seakan belum cukup untuk menyamai apresiasi masyarakat Banda terhadap sang
proklamator. 

Untuk membuktikan nilai minus itu, reporter Indosiar Asep Syafulloh dan
Ahmad Baehaqi dalam program "teropong" yang tayang tanggal 26 Agustus lalu,
menyebutkankan rumah Hatta di Bukittinggi yang tak terawat. Demikian pula
nasib Sutan Syahrir, salah seorang arsitek republik ini yang jejaknya sulit
ditemukan di tanah kelahirannya sendiri, Ranah Minangkabau. 

Rumah Hatta sepintas tidak berbeda dengan rumah lainnya di sekitar Jalan
Sukarno-Hatta Bukittinggi yang dibangun oleh pemerintah Sumatra Barat
beberapa tahun silam. Bahkan kondisinya terkesan tidak terawat. Wisatawan
pun tidak banyak yang datang, bahkan ada sebagian yang sama sekali tidak
mengenal sosok Hatta. Malah sebagian bangunan peninggalan Hatta di sini
sudah sulit dikenali, karena telah berubah fungsi.

Gedung di mana rumah Hatta dibangun, dahulunya adalah sekolah Hatta, yakni
Europe Largere School. Hatta menamatkan pendidikan dasarnya selama enam
tahun di sini. Ia termasuk anak yang beruntung, karena sekolah diperuntukan
bagi warga keturunan kulit putih. Pemerintah kolonial saat itu memang sangat
menghormati kakek Hatta yang cukup terpandang saat itu.

Tahun seribu sembilan ratus enam belas, Hatta melanjutkan pendidikan
menengahnya, atau Mulo di Padang. Sekolah itu kini bernama SMP Satu Padang.
Selama tiga tahun hatta menimba ilmu di sekolah ini. Ruangan kelas Hatta
masih dibiarkan seperti aslinya.

Lain nasib yang dialami Sutan Sjahrir, tulis Asep. Mantan Perdana Menteri RI
yang Pertama. Jejak Sjahrir di tanah Minang seolah lenyap ditelan bumi. Dari
catatan sejarah, Sjahir, lahir di Padang Panjang pada lima Maret seribu
sembilan ratus kosong sembilan. Namun peninggalan Sjahrir semasa kecil sulit
ditemukan di sini.

Jejak yang masih bisa dilacak, tulis Asep, adalah mengunjungi rumah adik
tirinya, Rohana Kudus di Kampung Labuah Gadang di Koto Gadang. Namun, tidak
ada satupun orang yang bisa ditemui. Kabarnya, rumah ini sejak lama sepi
ditinggal penghuninya. Begitu pula dengan rumah kedua orang tua Sjahrir di
Kampung Piliang, masih di Koto

Gadang. Rumah besar ini kosong dan tidak terawat.

Jejak Sjahrir sudah sulit ditemukan di tanah kelahiranya. Sejarah hanya
mencatat, ia lahir di Tanah Minang ini dan tahun seribu sembilan ratus enam
puluh enam, tutup usia di dalam tahanan di Zurich - Swiss. "Di samping
Sjahrir, Tan Malaka juga tak bisa kalian cari," tutur Oom Des.

Keberadaan Hatta dan Syahrir tidak hanya berkesan bagi Des Alwi. Abah
Abdilla (74) tahun yang tinggal di depan rumah pengasingan Sutan Syahrir
juga mengakui kesenangannya bersama kedua tokoh itu. 
Menurut ayah 13 orang anak ini, kebiasaan Hatta dan Syahrir berbeda-beda.
"Oom Hatta itu lebih suka jalan-jalan ke puncak bukit dan ke kebun pala,
sedang Oom Syahrir lebih suka berenang di laut," kata Abah yang setiap hari
bertugas mengntar buah-buahan uang Bung Hatta dan Bung Syahrir. Abah masih
ingat, mereka bermain di laut bersama Syahrir dengan menggunakan Kore-kore
(sampan) yang sengaja di cat merah putih untuk mengail ikan. 
Institut Perikanan dan Pendidikan Hatta-Syahrir Di sebuah areal yang tak
begitu luas di depan Pelabuhan Banda Naira, di mana dulu Bung Hatta dan Bung
Syahrir untuk pertama kalinya menginjakkan kaki, selain dibangun sebuah
Masjid dengan nama Masjid Jami' yang diresmikan 12 April 1979 oleh Ibu S.
Wahyunah Syahrir bersama Meutia dan Halida Hatta, kini juga terdapat sebuah
perguruan tinggi bernama Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Syahrir yang
didirikan tahun 2001 lalu. Masjid Jami' itu adalah permintaan Bung Hatta
sendiri yang kala itu menolak untuk dibuatkan patung di Banda Naira.
Pada lustrum perdana Sabtu (16/9) lalu itu, baik Des Alwi selaku Ketua
Yayasan WB Banda, maupun Ketua STP Hatta-Syahrir Prof. Dr. H. Hamadi B.
Husain, --penduduk Pulau Rhun yang menjadi sumando Minang dari
Maninjau-mengatakan status sekolah ini akan segera ditingkatkan menjadi
Institut karena pada Wisuda 26 Lulusan SP Perikanan pada Kamis (21/9) ini
oleh Dirjen Pendidikan Tinggi yang sekaligus akan menyerahkan surat izin
Fakultas Ilmu Pendidikan. "Enam tahun ke depan, saya ingin sekolah ini
menjadi universitas Hatta-Syahrir," kata Desa Alwi.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono dan
Gubernur Karel Albert Ralahalu mengaku sangat tersekesan dengan STP
Hatta-Syahrir yang sudah mampu meluluskan 26 wisudawan. Apalagi sebagian
besar (16) orang adalah wanita. Malah, Gubernur Maluku sangat mensuppor
permintaan Ketua STP Hatta-Syahrir agar seorang lulusan cumlaude-nya dapat
diberikan beasiswa.
Meutia dan Karel sangat berharap para lulusan Sekolah Tinggi Perikanan yang
mahasiswanya tidak hanya orang Banda, agar dapat memberikan sumbang sihnya
terhadap kemajuan negeri ini, khususnya di sektor pertanian perikanan.
Apalagi Banda juga terkenal dengan ikan tunanya. Menurut Gubernur, Maluku
yang 93,5 persen dari wilayahnya merupakan wilayah laut, jelas sangat
membutuhkan tenaga-tenaga terampil di bidang kelautan dan perikanan.

Dengan adanya sekolah tinggi itu, Meutia melihat bahwa Des Alwi, tokoh Banda
yang disegani, tidak hanya membangun dari segi pisiknya saja, tetapi juga
SDM-nya. "Saya bangga, sebagian besar lulusan pertama sekolah ini adalah
perempuan. Itu membuktikan kaum perempuan bisa, namun selama ini kurang
diberi kesempatan," katanya, sembari meminta mereka untuk terus mencari
pengetahuan tentang laut dalam. *

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
<http://uk.messenger.yahoo.com>  

[Non-text portions of this message have been removed]



__._,_.___
Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/message/2837;_ylc=X3oDMTM1ZDFwbDcxBF9T
Azk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRtc2dJZAMyODM3BHNl
YwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQR0cGNJZAMyODM3> (1) Reply (via web
post)
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/post;_ylc=X3oDMTJxNXE0ZHFyBF9TAzk3MzU5
NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRtc2dJZAMyODM3BHNlYwNmdHIE
c2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQ--?act=reply&messageNum=2837> | Start a
new topic
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/post;_ylc=X3oDMTJmczlocWExBF9TAzk3MzU5
NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0
aW1lAzExNTkwOTExMDE->
Messages
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/messages;_ylc=X3oDMTJmaHVrYzVwBF9TAzk3
MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dz
BHN0aW1lAzExNTkwOTExMDE->  | Links
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/links;_ylc=X3oDMTJncWtsMDJzBF9TAzk3MzU
5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNsaW5rcwR
zdGltZQMxMTU5MDkxMTAx>  | Database
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/database;_ylc=X3oDMTJkOWo3a2MzBF9TAzk3
MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNkYgRz
dGltZQMxMTU5MDkxMTAx>  | Polls
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/polls;_ylc=X3oDMTJncnZpc3UxBF9TAzk3MzU
5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNwb2xscwR
zdGltZQMxMTU5MDkxMTAx>  | Members
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/members;_ylc=X3oDMTJmODlzcGZzBF9TAzk3M
zU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNtYnJzB
HN0aW1lAzExNTkwOTExMDE->  | Calendar
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/calendar;_ylc=X3oDMTJlMHIycXA3BF9TAzk3
MzU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNjYWwE
c3RpbWUDMTE1OTA5MTEwMQ-->
===========================================================================
Sanak nan samo mancinto ranah Minangkabau, nan samo marindukan Minangkabau
bangkik manjadi jaya baliak. Marilah awak susun tanago basamo, awak
sinergikan daya dan kemampuan nan awak miliki. Ado ciek nan paralu awak
kana: urang awak nan bisa, iyo samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo.
Bisa ndak awak ubah fenomena ko? Awak pasti bisa. Mari sinsiangkan langan
baju.

Rang Dapua Milis Grup GM
===========================================================================
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlaGlwazIyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE2N
zczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTE1OTA5MTEwM
Q-->
Change settings via the Web
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/join;_ylc=X3oDMTJnc21obDdmBF9TAzk3MzU5
NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNzdG5ncwRz
dGltZQMxMTU5MDkxMTAx>  (Yahoo! ID required) Change settings via email:
Switch delivery to Daily Digest
<mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery: Digest>  |
Switch format to Traditional
<mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery Format:
Traditional> Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM;_ylc=X3oDMTJlN3FrNmE1BF9TAzk3MzU5NzE0B
GdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDZnRyBHNsawNocGYEc3RpbWUDM
TE1OTA5MTEwMQ--> | Yahoo! Groups Terms of Use
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Recent Activity

*                1
        New Members
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM/members;_ylc=X3oDMTJnNDhncGFtBF9TAzk3M
zU5NzE0BGdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJyc
wRzdGltZQMxMTU5MDkxMTAx> 

Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/RGM_GM;_ylc=X3oDMTJmdG42ZW9jBF9TAzk3MzU5NzE0B
GdycElkAzE2NzczNDg2BGdycHNwSWQDMTYwMDE3MTQ2NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lA
zExNTkwOTExMDE->
SPONSORED LINKS

*       Corporate culture
<http://groups.yahoo.com/gads;_ylc=X3oDMTJkOGRrZXZvBF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzEEZ
3JwSWQDMTY3NzM0ODYEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMTcxNDY1BHNlYwNzbG1vZARzdGltZQMxMTU5MDkxM
TAy?t=ms&k=Corporate+culture&w1=Corporate+culture&w2=Tissue+culture&c=2&s=43
&g=2&.sig=brwISv2CFo4OUPJ1Fzqq-A>  
*       Tissue culture
<http://groups.yahoo.com/gads;_ylc=X3oDMTJkYTYzdXQ3BF9TAzk3MzU5NzE0BF9wAzIEZ
3JwSWQDMTY3NzM0ODYEZ3Jwc3BJZAMxNjAwMTcxNDY1BHNlYwNzbG1vZARzdGltZQMxMTU5MDkxM
TAy?t=ms&k=Tissue+culture&w1=Corporate+culture&w2=Tissue+culture&c=2&s=43&g=
2&.sig=LRWQEr_oY8hVw0-fmZYy3Q>  

Need traffic?

Drive customers
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hq2k8do/M=493064.8985663.9760769.8674578/D=gr
oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848644/R=0/SIG=131l83flq/*htt
p://searchmarketing.yahoo.com/arp/srchv2.php?o=US2006&cmp=Yahoo&ctv=Groups5&
s=Y&s2=&s3=&b=50> 

With search ads

on Yahoo!

Y! Messenger

Instant hello
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hf5ipot/M=493064.8985659.9760753.8674578/D=gr
oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848581/R=0/SIG=11umg3fun/*htt
p://us.rd.yahoo.com/evt=42403/*http://messenger.yahoo.com> 

Chat in real-time

with your friends.

Yahoo! Mail

Get it all!
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h1l9th9/M=493064.8985657.9760727.8674578/D=gr
oups/S=1705171465:NC/Y=YAHOO/EXP=1159098301/A=3848570/R=0/SIG=12j26nlu5/*htt
p://us.rd.yahoo.com/evt=42411/*http://advision.webevents.yahoo.com/handraise
rs> 

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

.
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=16773486/grpspId=1600171465/msgI
d=2837/stime=1159091101/nc1=3848644/nc2=3848581/nc3=3848570>
__,_._,___ 


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke