Assalamu'alaikum WW

Berandai-andai..... jikok sadonyo tanah pertanian padi di sumbar dapek 8 ton 
per hektar.....

Wassalam


http://www.kompas.com/ver1/Ekonomi/0610/10/093912.htm

Produktivitas Padi Harus Delapan Ton Per Hektar


NEW DELHI, KOMPAS- Dunia pertanian pangan menghadapi tantangan besar, yakni 
kelaparan dan masalah pangan lainnya. Dalam beberapa tahun mendatang, 
kebutuhan beras dunia akan meningkat sampai 38 persen. Untuk itu, 
produktivitas padi rata-rata yang dari sekitar lima ton per hektar harus 
menjadi delapan ton per hektar. Kuncinya, perbaikan kualitas benih.

Pandangan ini mengemuka dalam Kongres Padi Internasional II yang dibuka 
Perdana Menteri India Manmohan Singh di Gedung Vigyan Bhawan, New Delhi, 
India, Senin (9/10). Dalam pembukaan kongres ini hadir, antara lain, 
Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI) Robert S 
Zeigler, Ketua Komisi Nasional Petani India MS Swaminathan, sejumlah pejabat 
pemerintah dari berbagai negara, peneliti, serta pimpinan perusahaan yang 
bergerak dalam pertanian padi.

Manmohan mengatakan, pertambahan penduduk dunia kembali lebih cepat 
dibandingkan penyediaan pangan. Kondisi itu menimbulkan kelaparan dan 
malnutrisi di berbagai tempat.

"Tugas kita menangani masalah ini. Kita harus melakukan perbaikan melalui 
Revolusi Hijau Kedua. Salah satunya dengan melakukan riset untuk memperbaiki 
varietas padi," ujarnya.

Ketua Komisi Nasional Petani India MS Swaminathan menyebutkan, sesuai dengan 
data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), kebutuhan beras secara global 
pada tahun 2025 mencapai 800 juta ton. Kemampuan produksi saat ini kurang 
dari 600 juta ton. Untuk itu, produktivitas padi harus ditingkatkan dari 
lima ton per hektar menjadi delapan ton.

"Harus ada strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan beras bagi 
peningkatan kebutuhan. Peningkatan produksi, kenaikan pendapatan petani, 
serta kelestarian lingkungan membutuhkan pengembangan teknologi baru," 
katanya.

Terkait dengan itu, Swaminathan memasukkan teknologi pengembangan padi 
hibrida, pengembangan beras super, dan penelitian beras yang tahan terhadap 
sejumlah penyakit serta kondisi lingkungan yang tak sesuai.

Ia juga mengusulkan peningkatan nilai ekonomi seluruh biomassa padi, seperti 
batang padi, jerami, kulit padi, dan hasil samping lainnya, untuk 
meningkatkan pendapatan petani. Usaha mina padi dan integrasi dengan 
peternakan masih perlu dilanjutkan, yang juga dapat meningkatkan pendapatan 
petani.

Sementara itu Direktur Jenderal IRRI Robert S Zeigler menantang peneliti 
untuk meningkatkan produksi padi agar bisa memenuhi kebutuhan. Saat ini 
produktivitas tanaman padi masih sangat kecil dan membutuhkan 
perbaikan.(Andreas Maryoto)




Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke