FYI...
Sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: "Tamasya" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Nature Trekker" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Explore Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Sutanto" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 10 Oct 2006 10:32:12 +0700
Subject: [tamasyaclub] Sawahlunto "Belanda Kecil" di Sumatera Barat
Sawahlunto "Belanda Kecil" di Sumatera Barat Suara Pembaruan, 8
Oktober 2006
Sawahlunto di Sumatera Barat bukan lagi daerah penghasil tambang batubara
terbesar di Indonesia. Dahulu memang daerah penghasil batubara terbesar yang
dimulai tahun 1891. Areal penambangan ini ditemukan oleh seorang geolog
Belanda, William Hendrik De Greve pada tahun 1867 yang diperkirakan depositnya
200 juta ton. Tambang terbuka saat ini sudah menipis setelah ditambang 110
tahun. Yang ada penambangan dalam.
Ada 100 bangunan peninggalan Belanda yang memiliki nilai sejarah. Demikian
pula bekas penambangan, stasiun kereta api, terowongan kereta api. Memiliki
nilai sejarah yang tinggi dan dijadikan objek wisata.
Dengan aset seperti itu, Kota Sawahlunto saat ini berbenah "Menjadi Kota
Wisata Tambang yang Berbudaya pada Tahun 2010". "Dengan aset peninggalan itu,
kita lebih menghayati arti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Apalagi yang
bekerja di tambang batubara waktu itu adalah orang- orang hukuman (orang- orang
rantai) dari pelbagai suku di Indonesia. Sisa-sisa kebudayaan masih ada di
sini. Sawahlunto sepertinya itu Miniatur Indonesia," kata Wali Kota Sawahlunto
Ir H Amran Nur kepada pers beberapa waktu lalu. Beberapa bangunan kuno yang
sudah direnovasi antara lain Museum Kereta Api. Ternyata Ambarawa bukan
satu-satunya Museum Kereta Api di Indonesia. Stasiun Sawahlunto juga menjadi
Museum Kereta Api. Jalur KA dibangun oleh Belanda pada tahun 1892 dari
Sawahlunto menuju ke Pelabuhan Teluk Bayur (dahulu bernama Emmahaven) Padang
untuk mengangkut batubara. Orang-orang Belanda yang pernah bekerja di
Sawahlunto ataupun ahli warisnya sering datang mengunjungi daerah itu.
Nostalgia. Para ahli waris ingin menapaktilasi cerita orangtua atau kakek
neneknya dahulu. Wisatawan mancanegara yang paling banyak datang memang dari
Belanda. Paket wisata memang banyak dijual ke Belanda. Mereka tinggal beberapa
hari di sana. Sayangnya hanya ada satu penginapan yang tersedia, Wisma Ombilin.
Sebagian tinggal di rumah-rumah penduduk (home stay). "Dengan peninggalan
seperti itu kita ingin menciptakan Sawahlunto sebagai "Belanda Kecil" (Small
Nederland), kata Walikota H Amran Nur. Dahulu Belanda membangun Proyek Tiga
Serangkai, yakni Tambang Batubara Ombilin, jalur KA, dan pelabuhan Teluk Bayur.
Pembangunan jalur KA pertama dilakukan dari Pulau Air (Padang) ke Padang
Panjang (71 km) selesai 12 Juli 1891. Dari Padang Panjang - Bukittinggi (19 km)
selesai November 1891. Padang Panjang - Solok ( 53 km) selesai Juli 1892. Solok
- Muara Kalaban (23 km) dan Padang - Teluk Bayur (7 km) selesai Oktober 1892.
Yang terakhir ialah Muara Kalaban ke Sawahlunto (2 km)
yang harus menembus sebuah bukit dengan membuat terowongan sepanjang 835 meter
yang selesai Januari 1894. Terowongan ini dikerjakan oleh orang hukuman (orang
rantai). Karena angkutan batubara menurun maka sejak 2002, jalur KA dan
Stasiun KA Sawahlunto ini tidak beroperasi dan dijadikan museum. Sayangnya,
lokomotif pertama yang waktu itu digunakan, saat ini berada di Museum KA
Ambarawa. Sekarang, jalur itu hanya untuk KA/lori wisata, yang beroperasi
setiap Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lain. Jaraknya pergi pulang dari
Stasiun Sawahlunto ke Stasiun Muara Kalaban sepanjang 2 km melewati terowongan
(disebut Lubang Kalam), tarifnya Rp 3.000 per orang. Gudang Ransum
Bangunan bersejarah lainnya yang sudah direnovasi dan layak dikunjungi ialah
Gudang Ransum (Goedang Ransoem). Gudang Ransum merupakan dapur umum yang
dibangun tahun 1918 yang memiliki dua buah tungku pembakaran. Tungku ini buatan
Jerman tahun 1894 yang dibuat oleh Rohrendampfkesselfabrik DR Patente No
13449 dan 42321. Peralatan memasak lainnya juga masih bisa ditemui di tempat
itu seperti periuk raksasa untuk memasak beras. Dapur umum itu dahulu untuk
memberi makan para pekerja pertambangan. Tidak kurang dari 65 pikul setiap hari
atau setara 3.900 kg nasi. Selain untuk pekerja pertambangan juga untuk memberi
makan kepada pasien rumah sakit, keluarga pekerja tambang. Sekitar 100 orang
bekerja di dapur umum ini. Untuk mengenang dan menghayati makna Museum Gudang
Ransum, sebaiknya turis datang di pagi hari sambil sarapan di tempat itu.
Disarankan, sarapan makan bubur kampiun yang terkenal di Sawahlunto. Bubur ini
terdiri dari bubur kacang ijo, bubur tepung beras, dan kue lopis yang disiram
dengan gula jawa yang telah dicairkan agak kental. Disantap ketika masih panas.
Atau bisa makan nasi dengan lauk khas Sawahlunto yakni dendeng batoko. Masih
ada bangunan-bangunan kuno di kota lama lain yang layak dikunjungi sebagai
peninggalan sejarah. Sekolah Santa Lucia, Gedung
Societet, Kompleks Rumah Sakit Umum, Gereja Katolik, Rumah Fak Sin Kek, Gedung
Komedi, Gedung Bioskop, Rumah Demang, Rumah Adat Kuno dan Masjid Nurul Huda.
Bangunan ini dibangun pada awal tahun 1900an dan sampai sekarang masih
berfungsi. Selain gedung-gedung kuno tersebut, jangan dilewatkan pula pusat
kerajinan Silungkang. Yang terkenal selain kerajinan tangan ialah kain tenun
Silungkang. Yang bagus harganya jutaan rupiah dan sudah terkenal sampai ke luar
negeri. Sapu ijuk buatan Silungkang juga terkenal kuat. Di Muara Kalaban saat
ini sedang dibangun Waterboom. Bisa untuk istirahat sejenk bagi yang ingin
melanjutkan perjalanan menuju Riau. Bagi yang ingin wisata ziarah, di
Sawahlunto terdapat makam pahlawan nasional Prof Mr H Muhammad Yamin. Ia lahir
di kota ini.
Wisata Pertambangan Untuk menapaktilasi bekas areal
pertambangan, kunjungilah kawasan Kandih. Areal ini dahulu dikeruk, diambil
batubaranya. Untuk menjaga agar lingkungannya tidak rusak, areal ini dijadikan
arena pacuan kuda. Sisa-sisa areal pertambangan yang masih utuh juga bisa
dilihat di sini, termasuk angkutan batubara dengan ban berjalan (conveyer
belt). Untuk tingkat lokal dan provinsi telah dilakukan uji coba. Bahkan mampu
menampung 40.000 orang penonton. Tanggal 17-18 September dilakukan pacuan kuda
nasional yang diikuti 10 provinsi dengan pengunjung sekitar 100.000. Kelas
areal pacuan kuda ini nomor dua setelah Pulomas Jakarta. Di sekitarnya dibangun
pula pembibitan sapi. Direncanakan dibangun pula taman safari. Di areal bekas
penambangan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto mengundang investor untuk
mengembangkan daerah wisata Kandih seluas 400 ha. Hak Guna Usaha (HGU) akan
diberikan gratis untuk waktu 25 tahun. "Semua perizinan yang
diperlukan dari Pemkot Sawahlunto akan diberikan secara cepat tanpa dipungut
biaya. Silakan dibuat hotel, resor atau untuk taman safari," kata Wali Kota. Di
bekas penambangan itu terdapat Danau Kandih seluas 12 ha untuk wisata air.
Danau itu adalah be- kas galian yang kedalamannya ada yang sampai 175 meter
yang terbentuk pada 25 April 2003. Karena dinding penahan dari lubang
tersebut tidak kuat maka air Sungai Ombilin menjebol dinding tersebut dan
terbentuklah Danau Kandih. Air Sungai Ombilin mengisi lubang ini sampai 3 jam
dan aliran sungai ke bawahnya kering. "Sekarang sudah normal lagi. Tinggal kita
memanfaatkan untuk objek wisata dan perikanan," katanya. Selain itu, diundang
pula investor untuk mengembangkan PLTU Sijantang dari 2 x 100 MW menjadi 4 x
100 MW. Dana yang dibutuhkan US$ 200 juta yang saat ini dalam pembicaraan
antara PLN dengan pihak Australia. PLTU yang menggunakan bahan bakar batu- bara
ini akan memperluas interkoneksi di Sumatera. [Roso Setyono]
__._,_.___ Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
11
New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Travel and adventure
Recreation travel
Discovery travel and adventure
Yahoo! 360°
Get Started
Create your page
Share your life
Y! Messenger
Send pics quick
Share photos while
you IM friends.
Yahoo! Mail
Get on board
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
.
__,_._,___
---------------------------------
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. --------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================