Insya allah minggu muko selesai sholat Ied, berbagai lokasi TPU- Islam
di Indonesia serta pandam -pekuburan keluarga akan kembali ramai
didatangi para keluarga/ ahlul bait. Hal yang sama kita temukan juga
hari terakhir menjelang Ramadhan kemaren.

Disini kita lihat berbagai rutinitas yang kadang kita ragukan
hubungannya dengan agama kita. Jadi mungkin hanya merupakan
tradisi/kebiasaan, ada juga yang tradisi setempat saja yang mungkin
tidak kita ditemui ditempat lain, walau kadang hal ini dibumbui aroma
agama.

Karena mungkin sebelum Ramadhan telah diziarahi,sekarang ini umumnya
rerumputan belum begitu tinggi sehingga mudah dibersihkan. Tapi yang
agak kontroversial ada juga saya lihat. Demi mendandani kuburan,
peziarah enak saja mematahkan bunga dari kuburan tetangga. Jadilah kubur
itu ditanami bunga curian he...he...

Kegiatan standar disini bisa dilihat mulai dari adanya tukang baca doa
yang komat kamit, sementara ahli keluarga ada yang kurang acuh mengikuti
doa tsb. Mungkin kelas do'a ini sama sebangun dengan do'a tahlilan yang
kita bincangkan kemaren, karena ada unsur komersilnya. Padahal semua
sanak keluarga kan bisa mendo'akan orang tua mereka pada waktu lain
terutama setiap selesai Sholat.  

Apakah untuk mendoakan orang tua itu kita memang harus mendatangi
kuburannya ??
 
Kegiatan lain diantaranya tabur bunga yang  bahkan juga disertai
penyiraman dengan air mawar. Kemudian botol air mawar ini ditaruh
terbalik diarah kepala simayit dikuburan. Penggunaan air mawar
dikampuang kami hanyo untuak diperciki di kain-kapan sesudah mayat
terbungkus. Ini mungkin juga sebagai tindakan berjaga-jaga mana tahu
si-mayat bermasaalah dan menimbulkan aroma yang kurang enak nantinya.

Yang jelas hari itu terjadi berbagai kegiatan perekonomian yang menjadi
lahan usaha bagi kelompok tertentu disana. Mulai dari tukang parkir,
penjual bunga, pembersih kuburan, pembaca do'a sampai ke penjual
makanan/teh botol.

Soal tabur bunga jo siram air mawar ko, indak ado ambo tamukan
dikampuang ambo. Bahkan sabananyo ambo indak rutin juo mendatangi
kuburan orang-tua menjelang hari-baik  bulan-baik itu. Tapi mendoakannya
setiap selesai Sholat, insyaallah lai ado.

Sekitar tahun 60-an ambo acok maliek rombongan famili kami yang berasal
dari kampung lain yang menziarahi kuburan moyang ambo dari pihak bapak.
Maklum maso daulu orang alim/terpandang itu umumnya banyak istrinya dari
berbagai daerah. Kuburan beliau itu dibuekkan semacam rumah yang dinding
dan pintunya berukir hiasan keemasan. Bahkan kuburan dengan nisan batu
besar-pipih yang ditancapkan itu pada hari tertentu diberi kelambu.

 Rombongan para peziarah ini  selesai berdoa yang disertai asap dari
pembakaran kemenyan mengadakan makan bersama dengan menggelar tikar
dilantai bangunan yang cukup apik ini. Mungkin karano masih paja-paja,
ambo acok diajak famili tsb utk makan bersama.
 Kuburan nan dibuek bangunan ko dikampuang kami namonyo Gobah. Untuak
itu kuburan sendiri sering disebut : TAMPAT. Misanyo : pai ziarah ka
tampat Syech Anu...

Ado duo kuburan didalam Gobah yang terletak dekat mesjid ini. Kuburan
lain adolah mertua laki-laki mak tuo ambo (Kakak Bapak).

 Tapi Bapak ambo adiak-beradik yang sudah dewasa indak pernah ambo liek
melakukan prosesi ini atau ikut mendampingi famili dalam kegiatan tsb. 

Sekitar tahun 70-an bangunan tembok iko indak ambo temui lagi kalau
pulang kampuang. Apakah sengaja dirubuhkan atau dimakan usia, entahlah.
Agak diragukan juga kalau rubuh dimakan usia, mengingat temboknya dulu
kelihatan cukup kuat.  Sisanya sekarang hanya sedikit bekas tembok
lantai saja lagi. Sekitar pekarangannya saat ini sudah menjadi kebun
pisang dll.

Sedangkan untuk kuburan lain dikampuang kami yang umumnya kuburan milik
keluarga/ persukuan, ziarah dengan acara seperi yang lazim kita lihat
diperkotaan sekarang  tidak ada ditemukan. Paling banter hanya
membersihkan dan menyianginya dari rumput liar.

Acara ziarah ini selain untuk menziarahi kuburan keluarga,dulu  banyak
juga yang dilakukan untuk mambayar nazar tertentu. Misalnya kalau ada
anak yang sakit, siorangtua memasang niat. Kalau anaknya sehat dia akan
memotong kambing di kuburan Syech Anu.  Menurut alm. ibu saya, tempat
favorit untuk bernazar orang kampung kami dulu adalah ke makam Syech di
Taram-Payakumbuh ??  Yang lain ado juo didaerah Limbukan. Kalau ado rang
palanta nan dari Taram mungkin bisa share baa sabab kuburan baliau
menjadi tempat ziarah itu.

Kini tampaknyo indak ado lai kegiatan mambantai kambiang dikuburan Syech
untuak mambayia nazar tu.

Bahkan Nyiak Taram, tukang sunat yang selalu keliling kampuang kami
dibulan Ramadhan, saat ini profesinya sudah diganti tenaga medis biasa.

Salah satu ramuan pengering luka Nyiak Taram ini dahulu berasal dari
kerikan tempurung kelapa. Bahan ini dibubuhi pada luka bekas yang
dipotong itu. Jaman ambo dulu banyak kawan samo gadang nan jadi pasien
Nyiak Taram ko. Ambo sendiri basunat jo Mantri Kesehatan di Baso. 
 
Kalau kito rujuk dengan kondisi kuburan Ma'la di Makah atau Baqi di
Madinah, mungkin nan dikarajokan masyarakat kito di Indonesia itu indak
ado dilakukan urang ditanah suci itu. Baa ka ziarah di Makah, karano
lahan kuburan yang terbatas itu telah digunakan sejak dulu. Diwaktu
tertentu,kuburan lama dibongkar dan diambil tulang belulangnya, kalau
sudah kosong lahan ini siap menjadi kuburan baru bagi yang meninggal
disana. Semua proses penguburan dilaksanakan serba cepat, kadang
keluarga yang ditinggalkan belum sempat diberi tahu. Kita hanya melihat
sedikit identitas sebagai nisan, tapi tahun depan kalau kita mau ziarah
kesana, kemungkinan terbesar kapling ini sudah ditempati mayat lain.   

Jadi kalau bisuak ka pai ziarah, sanak mambao bungo jo air mawar pulo ??

Cubo direnungkan dulu, adokoh kegiatan ini betul-betul Islami.

Wassalam

St. R.A


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke