Dari Kompas Selasa, 17 Oktober 2006 - 10:48 wib http://www.kompas.com/ kito baco:
Air Danau Singkarak Menyusut, PLTA Tak Beroperasi Optimal Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi PADANG, KOMPAS - Terus menyusutnya air permukaan Danau Singkarak berdampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Danau Singkarak (175 MW) tidak beroperasi optimal, karena terjadinya penyusutan hutan di daerah tangkapan air 44 persen selama 114 tahun terakhir. Kenyataan itu diungkapkan mantan Wakil Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumatera Barat, Bambang Istijono ME, ketika mempresentasikan disertasinya dalam sidang senat terbuka, Selasa (17/10), di kampus Limau Manih Universitas Andalas, Padang. "Dari hasil penelitian DAS Sumani (56.385,21 hektar), dalam kurun waktu 114 tahun dari 1890 telah terjadi penyusutan hutan untuk usaha pertanian tanaman semusim, kebun, sawah dan permukiman dari 21.878,87 hektar menjadi 12.187,17 hektar atau menyusut lebih dari 44 persen," katanya. Perubahan penggunaan lahan tersebut menyebabkan fluktuasi debit maksimum dan minimum Sungai (Batang) Sumani sebesar 16,2 yang menunjukkan DAS Sumani rusak. Ini juga ditunjukkan oleh erosi yang besar dari erosi yang diperbolehkan yaitu melebihi 159,26 ton/hektar/tahun. Bambang menjelaskan, akibat rusaknya DAS Sumani dan lima Sub-DAS lainnya (Lembang, Sumani, Gawan, Aripan, dan Imang) sering terjadi erosi dan penurunan produktivitas lahan. Hal ini dikarenakan pola penggunaan lahan yang tidak mengikuti kaedah konservasi sehingga kerusakan lahan terus berjalan. "Oleh karena itu, perencanaan konservasi dengan mengalokasikan penggunaan lahan yang optimal dengan memperhatikan pendapatan petani perlu dilakukan," tandasnya. Bambang berpendapat, hal yang penting dipertahankan adalah teknologi konservasi dengan terasering dan guludan yang diterapkan oleh petani sendiri. Sedangkan komoditinya harus berdasarkan permintaan petani dan mempunyai nilai manfaat yang besar di samping aspek konservasinya. Hasil analisis yang mempertimbangkan berbagai pihak telah dapat menghasilkan penatagunaan lahan optimal, hasil air yang tinggi dan merata, erosi tanah yang kecil dari yang diperbolehkan dan pendapatan petani yang layak. "Artinya, melalui metode ini upaya konservasi tidak hanya dapat memperbaiki kondisi lingkungan DAS, tetapi sekaligus juga dapat meningkatkan pendapatan dan memberi peluang keberlanjutan yang baik," jelas Bambang, yang kini menjabat Kepala Dinas Pertambagan dan Energi Provinsi Sumatera Barat. -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.408 / Virus Database: 268.13.4/476 - Release Date: 10/14/2006 -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

