http://www.mediaindo.co.id/ Senin, 16 Oktober 2006 EDITORIAL Inspirasi dari Kemiskinan BERBAHAGIALAH orang miskin di Bangladesh karena memiliki Muhammad Yunus dengan Bank Grameen yang didirikannya. Berbahagia, karena nasibnya bukan hanya diperbincangkan di ruang-ruang seminar, dibahas sebagai wacana, lalu diobral dalam janji-janji kampanye, melainkan benar-benar diangkat dari kepapaan dengan tindakan nyata perbankan. Yang dilakukan M Yunus dan Bank Grameen adalah sangat praksis di bidang perbankan, tetapi yang praksis itu telah menjungkirbalikkan ideologi atau cara berpikir perbankan dalam memandang orang miskin. Orang miskin adalah manusia yang paling tidak berharga di mata bank. Tidak berharga, karena tidak bisa dijadikan debitur maupun kreditor, terlebih menjadi pemilik. Orang miskin tidak memiliki harta untuk dijadikan kolateral, untuk dijadikan jaminan, karena itu orang miskin tidak layak mendapat kredit. Dan orang miskin tentu saja tidak mempunyai apa pun untuk ditabung di bank, sehingga dari sudut apa pun, orang miskin sepenuhnya bukan dan tidak layak menjadi nasabah bank. Tapi M Yunus dengan Bank Grameen melawan semua pikiran konservatif, semua skema kehati-hatian perbankan (*prudential banking*), dengan menjadikan orang miskin justru sebagai *stakeholder* , dalam arti yang paling esensial yaitu baik sebagai nasabah maupun sebagai pemilik. Bertujuan untuk membebaskan orang miskin dari rentenir, Bank Grameen telah menyalurkan kredit kepada 6,5 juta warga miskin. Mereka kebanyakan (96%) perempuan yang tidak bisa memperoleh kredit dari bank-bank konvensional. Bukan hanya menyalurkan kredit untuk orang papa, tetapi bank yang kini memiliki 2.226 cabang di 71.371 desa itu, justru mayoritas sahamnya (94%) sekarang dimiliki orang miskin. Oleh karena komitmennya yang luar biasa kepada orang miskin itu, M Yunus dan Bank Grameen mendapat hadiah Nobel perdamaian 2006. Nobel perdamaian, karena Komite Nobel berpandangan bahwa memberantas kemiskinan merupakan langkah paling mendasar untuk mencegah konflik. Pemberian hadiah nobel kepada M Yunus dan Bank Grameen itu mestinya memberi inspirasi kepada pemerintah dan bank pemerintah di negeri ini untuk tidak terpenjara oleh cara berpikir perbankan yang konvensional. Bank-bank di negeri ini kelebihan likuiditas, tetapi keuntungannya meningkat karena uangnya hanya ditaruh di sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jika tahun lalu hingga Agustus, bank telah menyalurkan kredit sebanyak 107,04 triliun, untuk periode yang sama tahun ini hanya menyalurkan kredit Rp31,94 triliun. Artinya, kredit yang disalurkan turun drastis hanya sepertiga tahun lalu, tetapi anehnya keuntungan bank justru meningkat sebanyak Rp830 miliar. Perbankan nasional meraih keuntungan tanpa menyalurkan kredit. Dan, itu terjadi di tengah meningkatnya jumlah orang miskin di negeri ini. Mengapa negara, yakni pemerintah, DPR dan Bank Indonesia, tidak berani mengambil sebuah keputusan politik untuk meniru M Yunus dan Bank Grameen, yaitu menjadikan Bank Rakyat Indonesia, misalnya, betul-betul sebagai bank untuk rakyat, untuk mengangkat rakyat dari kemiskinan? Yang terjadi di negeri ini justru yang sebaliknya. Orang miskin digusur, bahkan dibikin tambah miskin. Pedagang kaki lima bukannya diberi kredit agar berkembang, tetapi malah diuber-uber dan diusir-usir, sedangkan pungutan retribusi terus dipungut. Hadiah Nobel perdamaian tahun ini jelas memberi inspirasi yang hebat untuk memperbaiki nasib orang miskin justru dengan menjadikannya sebagai aset perbankan nasional. [Non-text portions of this message have been removed]
-------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

