Eropa Tinggalkan Waktu Musim Panas

Waktu Musim - Eddi Santosa

Den Haag - Eropa resmi meninggalkan waktu musim panas.
Waktu mundur satu jam. Malam akan jadi lebih awal
gelap, dan pagi menjadi lebih awal terang.

Tepat jam 03.00 (29/10/2006) dinihari tadi waktu resmi
mundur satu jam ke posisi jam 02.00. Tidur malam juga
menjadi lebih panjang satu jam. Selisih dengan waktu
Indonesia bagian barat (WIB) menjadi 6 jam dari semula
5 jam di musim panas.

Di Belanda, kebijakan menerapkan waktu musim panas dan
musim dingin telah dimulai pada 1977. Setiap tahun
waktu musim panas ini dimulai pada Minggu dinihari
terakhir di bulan Maret dan berakhir pada Minggu
dinihari terakhir di bulan Oktober.

Sebenarnya waktu musim dingin itu adalah waktu riil,
sedangkan waktu musim panas adalah waktu rekayasa.
Penerapan waktu musim panas itu motivasinya adalah
untuk menghemat energi dan uang. 

Menurut EnergieNed, berkat kebijakan tersebut tahun
ini Belanda dapat menghemat energi listrik sebesar 350
juta KWh atau setara dengan 0,3% dari total penggunaan
listrik di Negeri Kincir Angin itu. 

Jika dikonversi ke uang, penghematan itu sama nilainya
dengan Euro 10/tahun per satuan rumahtangga atau Euro
60 juta (sekitar Rp 690 miliar) secara nasional.
Sebuah nilai penghematan yang cukup signifikan.

Indonesia Satu Zona Waktu?

Indonesia sesungguhnya juga dapat menghemat jutaan KWh
dan uang miliaran rupiah per tahun, dengan menerapkan
kebijakan yang serupa tapi tak sama. Misalnya dengan
menghapus WIB, WITA dan WIT menjadi hanya satu zona
waktu saja.

Penerapan kebijakan satu zona waktu untuk seluruh
Indonesia itu akan membuat seolah-olah kedatangan
malam menjadi tertunda di sebagian besar wilayah
Indonesia, yang efeknya akan mendorong orang menunda
menyalakan lampu. 

Mengapa pembagian 3 zona waktu itu harus
dipertahankan, jika ternyata terobosan baru bisa lebih
mendatangkan keuntungan dan efisiensi secara nasional?
Lagipula pembagian wilayah Indonesia menjadi 3 zona
waktu itu 'nonsens'. Contohnya: Bali dan Surabaya yang
secara faktual hanya berbeda beberapa menit saja,
namun akibat dari pembatasan wilayah waktu menjadi 1
jam. 

Perhatikan Cina. Jika menganut kebekuan ala Indonesia,
setiap beda 15 derajat garis bujur bumi ditetapkan
beda 1 jam, mestinya Cina membagi wilayahnya menjadi
empat zona waktu. Namun negeri yang luasnya 1/15 luas
daratan bumi itu hanya menerapkan satu zona waktu
saja. (es/es)

Sumber : detik.com

Muhammad Syahreza
PT. NOK Indonesia
Plant Engineering Dept.
Telp. : 021-898 1041 Ext. 128/135
Fax. : 021-898 0764
e-mail : [EMAIL PROTECTED]

"voorprong van het achterlijkheid."
Orang bisa melompat maju tanpa perlu mengikuti irama pengalaman yang dialami
orang lain tapi dengan belajar meniru menggunakan kemajuan teknologi

Tahukah anda bahwa dunia sudah berubah? Tahukah anda negara lain sudah
berubah? Inginkah anda negara anda juga berubah? Sudahkah anda berubah?

Kita memang miskin sumber daya alam tapi bukan berarti miskin kreatifitas

Perubahan memerlukan upaya dan dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal
yang terkecil dan dimulai saat ini juga
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke