Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
ass ww hanifah yang baik Ada suatu penjelasan prof azumardi di tv yang baik apakah hanifah mengkutinya Intinya adalah bagaimana agar manusia yang berbagai adat budaya ini memehami dan menganut agama islam Merangkul dan tidak mempertentangkan kebiasaan adat budaya suatu umat atau etnis Di Minangkabau dengan segala kearifan dengan ABSSBK harus diartikan meletakkan agama Islam menjadi dasar adat budaya Minangkabau Apa artinya ini Dalam agama Islam kan ada yang haram makruh fan halal Sekarang kita ambillah contoh urang kawin sasuku Menurut agama Islam memang boleh kawin tapi tidak menjadi berdosa ( tidak harus diartikan sebagai pertentangan ) kalau tidak boleh kawin oleh adat Minangkabau Itu sebebnya saya tidak sependapat ada dekotomi adat Miangkabau dengan Agama Islam Begitu juga harta pusaka yang merupakan ulayat kaum Di Saudi Arabia sendiri sah sah saja ada milik kerajaan yang turun temurun Ch N Latief ----- Original Message ---- From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> To: chaidir <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED]; Allan Arlanda <[EMAIL PROTECTED]>; "Buchari Alma, Prof. Dr." <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 7, 2006 11:52:23 AM Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] masa depan adat budaya minangkabau Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Ass Wr Wb bapak Chaidir yth Sebenarnya hanifah tidak menguasai tentang adat istiadat, kecuali apa yang dijalanani ketika dibesarkan dikampuang. Karena Adat Salingka Nagari, tentu apa yang hanifah ketahui tentang adat di Banuhampu, mungkin berbeda dari daerah lain. Sepertinya pak Saaf sangat paham tentang hal ini, dan pak Saaf mencoba mencari celah bagaimanacara menyamakan persepsi, sehingga adat tersebut tidak berlaku Salingka Nagari, tapi berlaku di Minang Kabau. Sepertinya konsep itu yang sedang digali pak Saaf dan mencoba menawarkan pembaharuan pada konsep ABSSBK. Menurut pak Chaidir, mungkin tidak impian pak Saaf tersebut terwujud? Oh ya bapak dulu sudah menganjurkan supaya masalah ini tidak hanya diperdebatkan, tapi ditindaklanjuti dengan penelitian. Mudah-mudahan ada yang mampu dan mau untuk menelitinya. Kalau konsep ABSSBK tersebut sudah jadi, maka menurut hanifah salah satu cara melestarikan budaya Minang Kabau adalah menjadikan ABSSBK sebagai salah satu matakuliah wajib lokal, yang diajarkan di PT di Sumbar dengn bobot 2 sks. Dengan begitu kekhawatiran punahnya budaya minang dapat dihindari. Hanya itu yang dapat hanifah kemukakan, terlebih terkurang mohon maaf. Maaf juga kalau hanifah CC kan ke palanta. Wass Hanifah Damanhuri chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: para dunsanak sebagai urang tuo perkenankan ambo menyampaikan kerisauan ambo Dalam contoh ko ambo mambandingkan generasi tuo urang Minang membandingkan dengan cino dan jahudi Kini pak Syaf meambik contoh ke tetangga ka urang Batak Baa nasib kito Ch N Latief SIAPA PEDULI HARI DEPAN ADAT BUDAYA MINANGKABAU H.Ch. N. Latief SH. MSi. Dt Bandaro Fakta dilapangan Pendapat para pakar dan masih dibenarkan sebahagian terbesar masyarakat, bahwa Adat Budaya adalah ciri atau jati diri dari suatu etnis. Keberadaan etnis yang beraneka ragam adat budayanya itu diakui dan akan tetap dipertahankan dan menjadi ciri dan kekuatan pula dari bangsa ini. Karena itu Kepala Negara sendiri pada tiap kesempatan menekankan agar semua etnis berupaya berbenah dengan caranya masing masing Suatu yang menonjol dari etnis Minang adalah bahwa makin lama perimbangan jumlah mereka yang ada di Ranahnya dan mereka yang ada di Rantau makin tidak seimbang. Melalui berbagai seminar dan loka karya diakui oleh tokoh urang Minang bahwa pemahaman nilai nilai yang terdapat dalam adat budaya yang merupakan jati diri itu makin melemah, terutama yang ada di perantauan. Melalui berbagai seminar dan loka karya yang dengan tema serem seperti “ Minangkabau ditepi jurang “ dll, nyatanya sampai sekarang tidak ada suatu langkah nyata berkesinambungan yang dilakukan. Semua urang Minang menyadari dan memahami bahwa pelestarian nilai nilai tidak mungkin hanya dengan ”ota dan ruok ” dipalanta atau akan mengetahuinya masing masing dengan melalui nalurinya sendiri sendiri, bim salabim Nilai nilai harus difahami, dimengerti dan dihayati sebagai sesuatu yang benar dan wajar, terutama oleh generasi muda yang makin kritis Ini memerlukan upaya dan cara. Bukannya tidak pernah ada usaha selama sekali. Melalui antara lain Loka Karya di Bandung, dua hari dua malam dengan amat serius yang berlangsung tidak seperti ekor tikus Terdokumentasi keputusan dan kesimpulan serta kesepakatannya yang mereka namakan “ Deklarasi Bandung “ dengan baik dalam satu buku. Melalui suatu musyawarah tokoh tokoh Minang diseluruh Nisantara di Sawaklunto akhir 2005 dibuka wakil Presiden dan membentuk pengurus yang terdiri lebih 300 tokoh urang Minang dengan lebih tujuh puluh butir programnya. Sampai sekarang terhadap masalah yang penting ini belum juga ada gaungnya atau langkah nyata Sementara itu Gubernur Sumatra Barat menyampaikan fakta dilapangan bahwa dari 3 urang Minang di Ranah 1.nya miskin, dengan segala ekses negative seperti pengangguran, kebodohan (ada peringkat kita dimana secara nasional kita telah berada dibawah propinsi baru seperti Bangka Bilitung ) dll Berbagai upaya dilakukan namun suatu fakta pula, orang lain maju dengan cepat kita basiengsuik dan masih berdebat juga Hal ini diakui erat kaitannya dengan pemahaman terutama penghayatan serta pelaksanaan nilai nilai adat budaya itu tadi Banyaknya pertanyaan yang tidak pernah terjawab atau dijawab Fakta diatas menimbulkan banyak sekali pertanyaan Pertanyaan itu selama ini tak pernah terjawab atau dijawab. Dalam literatur diungkapkan bagaimana tingginya nilai nilai adat budaya Minangkabau yang sekarang masih dibanggakan oleh generasi tua. Mungkin akan banyak yang akan meradang kalau dengan jujur pula diajukan pertanyaan sederhana dan esensial ” masih dihayatikah nilai nilai yang tinggi itu” oleh orang Minang atau lebih sederhana ”masih mengertikah urang Minang akan adat budayanya” Dalam suatu diskusi untuk mengajarkan adat budaya Minangkabau ke generasi muda di Jawa Barat, hadir tokoh tokoh ya profesor ya pejabat ya ada yang bergelar datuk, dengan jujur mengakui kurangnya pemahaman mereka tentang adat budaya Minangkabau. Agama Islam saja yang katanya agama urang Minang, karena adatnya yang basandi syaraq syaraq basandi Kitabullah dan pengajaran agama itu diulang ulang tiap hari tiap waktu, masih saja kelepotan. Apalagi adat budaya yang tak pernah diajarkan lagi, tak ada buku buku, tak ada kursus dll Sementara masih saja dikatakan adat budaya itu jati diri, pandangan hidup urang Minang dsbnya. Pertanyaan berikutnya adalah masih perlukan urang Minang punya jati diri, punya pandangan atau filsafah hidup seperti yang diajarkan nenek moyang mereka Apa sebenarnya jati diri, pandangan hidup atau filsafah hidup urang Minang dewasa ini Jati diri adalah sesuatu yang khas yang membedakan ernis Minang dengan etnis lainnya Jati diri bukan milik perorangan tetapi milik suatu komunitas, milik suatu etnis.atau bangsa. Jati diri berkaitan dengan harga diri, harga diri dari suatu kumunitas Pandangan hidup membentuk watak. Kalau telah terjadi perubahan terhadap apa yang dinamakan jati diri atau pandangan hidup. apakah dengan demikian tidak merobah pula watak dari urang Minang. Apakah ini bukan suatu masalah bagi urangMinang. Pertanyaan yang paling penting adalah siapa sekarang yang peduli dan benar benar memikirkan hari depan adat budaya Minangkabau ini Di rantau orang hanya mengenal atau menyaksikan adat budaya Minang kalau ada kawinan dari mereka yang berdui,ada berita batagak gala, atau dalam omongan sambil lalu.. Masalah adat budaya tidak mungkin hanya dikupas dan ditentukan perorangan Peran organisasi atau lembaga amat penting Sampai sebarapa jauh peran Organisasi yang menamakan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau atau LKAAM atau GEBU MINANG yang telah merubah namanya menjadi Gerakan Eekonomi dan Adat Budaya Minang Atau Perguruan Tinggi yang pernah membangun Centre for Minangkabau Sudies atau Pemda Sumbar yang pernah membentuk Pusat Pengkajian Islam dan Adat Budaya Minangkabau Memematahkan garis turun dari mana Garis turun dari apa yang diutarakan diatas kalau tidak dipatahkan akan menuju kekehancuran Pertanyaan kita ” titik patah itu harusnya dimulai darimana” Pertama harus disepakati dulu ”apa yang salah pada urang Minang selama ini” dan adanya kemauan dan upaya ”merubah diri” tidak membuat lagi kesalahan yang sama itu Menurut hasil penelitian kami di Bandung kelemahan urang Minang selama ini ” habis waktu di ota jo ruok ” tidak ada langkah nyata berlanjutan ” angek angek cirik ayam ” Yang paling parah adalah sulit bersinergi. Mereka merasa semua samo gadang, suatu pengertian yang salah dari ” didahulukan selangkah, ditinggikan serantiang ” . Menurut diskusi kami urang Minang kini kehilangan induak. Tidak ada pimpinan urang Mimamg yang dijadikan panutan. Yang ada adalah mantan pejabat yang dijadikan pemimpin. Jumlah pejabat urang Minang yang menomjol itupun makin berkurang Sedangkan yang ada itupun tidak dipupuk tidak digadangkan, tetapi dikorek dicari kesalahannya Inilah yang harus dipatahkan lebih dahulu Selanjutnya adalah pemahaman dan penghayatan akan adat budaya itu sendiri Salah satu esensi adat budaya adalah solidaritas atau rasa kebersamaan Rasa kebersamaan timbul dari dalam. Ia dihayati karena ia ditanamkan turun temurun sebagai suatu kebenaran dan keharusan. Dalam masyarakat yang memiliki rasa kebersamaan rasa hormat kepada pemimpin inharen dengan rasa kebersamaan itu. Pemahaman dan penghayatan solidaritas dimulai dengan antar saudara, antar kaum terus menaik antar suku, antar etnis dan antar suku bangsa menjadi solidaritas nasional Rasanya ini benar yang makin menurun tajam Observasi kami solidaritas yang nasih tersisa adalah solidaritas sporadis, kalau ada bencana, membangun mesjid dll Namun demikian kita belumn terlambat Dimanapun urang Minang berada yang tua sampai yang muda masih mengerti ” kabukik samo mandaki kalurah samo manirun, sasakik sasanang sahino samalu sadanciang bak basi saciok bak ayam” dst dst. Maalahnya bagaimana memberi isi kalimat kalimat diatas secara nyata menjadikan satu tittik balik yang perlu dicarikan penerapannya yang tepat Jadikan Kemiskinan dan SDM urang Minang sebagai pemicu Ujung ujung dari masalah adat budaya yang jati diri atau pandangan hidup dll itu adalah adanya etnis yang jaya, terhormat, dihargai ( etnis dan Ranah Minang pernah mendapat tempat terhormat itu ) karena punya dan melaksanakan nilai nilai yang tinggi itu Ini menyangkut SDM urang Minang Inilah yang harus kita benahi Untuk mematahkan garis turun membangkik batang tarandam, yang pasti kita perlu dana Tidak boleh miskin Dalam suatu artkel saya, saya pernah menyampaikan bahwa menurut adat budaya Minangkabau. maupun menurut agamanya yang Islam, urang Minang tidak boleh miskin. Suatu yang istimewa dari adat budaya Minangkabau adalah, kebersamaan itu di back up dengan aturan ekonomi keluarga yang dinamakan oleh de Joselin de Jong sebagai ”community fund atau social fund yang pada adat Minangkabau dinamakan hak ulayat ” Sekelompok anak muda tengah bergerak ikut mengentasi kemiskinan itu dengan membenahi ” ulayat baru urang Minang ” berupa dana abadi milik etnis Minangkabau, Yang dimintakan dari solidaritas kebersamaan itu tidak banyak, Hanya 2000 rupiah sebulan atau 25 000 rupiah setahun Kalau dapat menghimpun 800 000 keluarga Minang saja, ( yang diasumsikan terdiri dari suami istri dan 3 anak ) akan terkumpul tiap tahunnya 100 M dana segar Suatu jumlah yang luar biasa Disinilah kita menguji dan melihat titik patahnya garis turun kebersamaan dari adat budaya Minangkabau yang jati diri pandangan hidup itu. Semua kita menyadari bahwa pada waktu ini etnis Minang sangat memerlukan dana sendiri Yang dimintakan itu tidak seberapa Kita menggugah kepedulian dan rasa kebersamaan itu Namun sampai sekarang masih saja bergeraknya upaya ini lamban sekali Mari kita bandingkan generasi orang tua kita Pada permulaan revolusi kita membutuhkan kapal terbang Keadaan ekonomi keluarga belum sebaik seperti sekarang Gelang ditangan cincin dijari diberikan Dalam waktu singkat kita mampu membeli sebuah kapal terbang Mari pula kita lihat etnis lain Melalui the International Overseas Chinees Convention Negri Cina membutuhkan dana membangun negrinya Dengan sekejap terkupiul sebanyak 650 M $ dan oleh orang Yahudi terkumpul 250 M $ Yang pasti dana yang dibutuhkan masuk dulu Mereka manfaarkan dana itu Membangun negrinya tanpa banyak komentar Setelah ada uang mereka langsung bagi kerja dengan ketat Ada yang merencanakan, yang mengawasi – kalau ada yang curang kalau perlu tembak -, ada yang mengerjakan dsbnya Tidak seperti urang Minang berdebat berkepanjangan dan uang tidak masuk masuk Kita lihat hasilnya bagaimana negara dan bangsa itu sekarang. Kapan kita akan berubah Kapan titk balik itu akan terjadi Moga moga tulisan singkat ni ada manfaatnya --------------------------------- Check out the all-new Yahoo! Mail - Fire up a more powerful email and get things done faster. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================ -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

