Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Razali Nazir
   
  B u d a y a k a n   S i k a p   A m u a h
   
   
  SENIN, 20 NOVEMBER 2006
   
  PADANG, Singgalang


  Paralellisme penanggulangan kemiskinan berbasis nagari seperti dicanangkan 
Pemrov Sumbar hendaknya benar-benar dijalankan. 
  Walinagari sebagai element terdekat ke masyarakat dalam hal ini harus tanggap 
dan kontiniu mengerahkan masyarakatnya untuk bergerak, menjalankan usaha 
kemitraan demi kesejahteraan keluarga dengan berbagai pihak, termasuk Bank 
Pengkreditan Rakyat. 
  "Kerjasama ini tidak antara pemda dan BPR saja yang aktif, tapi walinagari 
juga. Kepada walinagari saya harapkan untuk bisa menciptakan budaya amuah, 
kemauan yang pantang menyerah kepada warganya," sebut perantau Minang Ir. 
Razali Nazir, M.Sc saat bertandang ke redaksi Singgalang, Jumat (17/11). 
  Selama ini, begitu banyak alternatif solusi yang diberikan pihak terkait, 
termasuk proyek pemodalan lewat kredit BPR. Tapi, kebanyakan diantara mereka, 
kata Razali, alternatif solusi itu tidak dicoba melaksanakan tapi mencari 
alasan untuk menutup diri, hal ini tidak akan memecahkan masalah. Akibatnya, 
sifat tidak mau mencoba tersebut kian mengkristal. 
  "Selama ini saya sering mengadakan halal bil halal dengan banyak masyarakat 
di pedesaan. Tujuannya ingin mengerahkan mereka untuk meningkatkan potensi 
perekonomian. Tapi apa yang terjadi, pada waktu berjalan hanya segelintir yang 
melaksanakan usulan dalam pengerahan tadi," urainya. 
  Berkaca dari pemandangan inilah, ia merasa perlu untuk meminta ketegasan 
sikap walinagari di tiap kecamatan menerapkan budaya amuah. 
  Sementara itu, secara pribadi, Razali yang juga dikenal sebagai pengusaha 
konstruksi ini telah menelurkan solusi terbaru sebagai bentuk dukungannya pada 
program pemrov tersebut yaitu sebagai berikut : 
  "Setelah berdialog panjang lebar dengan Boestal (Pemimpin Bank Indonesia 
cabang Padang), dengan sistem pembesaran modal kerja BPR adalah salah satu 
solusi dalam program pengentasan kemiskinan berbasis nagari. Idialnya, bukan 
jumlah BPR yang diperbanyak, melainkan cukup dengan memperbanyak cabang BPR 
pada tiap kecamatan. BPR menaikan modal dengan nilai  Rp 1 milyar, kata pak 
Boestal, BPR-BPR yang tersebar dipusatkan dengan kewenangan di provinsi. 
Barulah, BPR-BPR yang punya kantor pusat di Padang ini membuka cabangnya ke 
kecamatan-kecamatan. Jadi, bukan BPR-nya yang diperbanyak tapi perputaran 
uangnya," paparnya. 
  Dengan dibukanya kantor-kantor cabang ini, maka perputaran uang semakin 
kencang, tenaga kerjapun akan banyak terserap.
  Dengan demikian upaya pengentasan kemiskinan berbasis nagari dengan semangat 
amuah secara perlahan akan menuai hasil.

 __________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke