Tolong dibaca aturan di footer dibawah --------------------------------------
Salamaik Pak Razali, ambo salut ateh usaho bapak, posting bapak di RN ambo ikuti taruih. Salam kenal dari ambo. Elthaf -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of razali nazir Sent: Monday, November 27, 2006 3:55 PM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [EMAIL PROTECTED] Budayakan Sikap AMUAH Tolong dibaca aturan di footer dibawah -------------------------------------- Razali Nazir B u d a y a k a n S i k a p A m u a h SENIN, 20 NOVEMBER 2006 PADANG, Singgalang Paralellisme penanggulangan kemiskinan berbasis nagari seperti dicanangkan Pemrov Sumbar hendaknya benar-benar dijalankan. Walinagari sebagai element terdekat ke masyarakat dalam hal ini harus tanggap dan kontiniu mengerahkan masyarakatnya untuk bergerak, menjalankan usaha kemitraan demi kesejahteraan keluarga dengan berbagai pihak, termasuk Bank Pengkreditan Rakyat. "Kerjasama ini tidak antara pemda dan BPR saja yang aktif, tapi walinagari juga. Kepada walinagari saya harapkan untuk bisa menciptakan budaya amuah, kemauan yang pantang menyerah kepada warganya," sebut perantau Minang Ir. Razali Nazir, M.Sc saat bertandang ke redaksi Singgalang, Jumat (17/11). Selama ini, begitu banyak alternatif solusi yang diberikan pihak terkait, termasuk proyek pemodalan lewat kredit BPR. Tapi, kebanyakan diantara mereka, kata Razali, alternatif solusi itu tidak dicoba melaksanakan tapi mencari alasan untuk menutup diri, hal ini tidak akan memecahkan masalah. Akibatnya, sifat tidak mau mencoba tersebut kian mengkristal. "Selama ini saya sering mengadakan halal bil halal dengan banyak masyarakat di pedesaan. Tujuannya ingin mengerahkan mereka untuk meningkatkan potensi perekonomian. Tapi apa yang terjadi, pada waktu berjalan hanya segelintir yang melaksanakan usulan dalam pengerahan tadi," urainya. Berkaca dari pemandangan inilah, ia merasa perlu untuk meminta ketegasan sikap walinagari di tiap kecamatan menerapkan budaya amuah. Sementara itu, secara pribadi, Razali yang juga dikenal sebagai pengusaha konstruksi ini telah menelurkan solusi terbaru sebagai bentuk dukungannya pada program pemrov tersebut yaitu sebagai berikut : "Setelah berdialog panjang lebar dengan Boestal (Pemimpin Bank Indonesia cabang Padang), dengan sistem pembesaran modal kerja BPR adalah salah satu solusi dalam program pengentasan kemiskinan berbasis nagari. Idialnya, bukan jumlah BPR yang diperbanyak, melainkan cukup dengan memperbanyak cabang BPR pada tiap kecamatan. BPR menaikan modal dengan nilai Rp 1 milyar, kata pak Boestal, BPR-BPR yang tersebar dipusatkan dengan kewenangan di provinsi. Barulah, BPR-BPR yang punya kantor pusat di Padang ini membuka cabangnya ke kecamatan-kecamatan. Jadi, bukan BPR-nya yang diperbanyak tapi perputaran uangnya," paparnya. Dengan dibukanya kantor-kantor cabang ini, maka perputaran uang semakin kencang, tenaga kerjapun akan banyak terserap. Dengan demikian upaya pengentasan kemiskinan berbasis nagari dengan semangat amuah secara perlahan akan menuai hasil. __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================ -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika: 1. Email ukuran besar dari >100KB. 2. Email dengan attachment. 3. Email dikirim untuk banyak penerima. ================================================

