Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Ass WW
Syukurlah dusanak Ridwan dipertemukan dg Keluarga Sech Ahmad Khatib
semua kita agaknya berkeinginan bertemu dan berkumpul bersama keluarga ini
Pada hakikatnya dari fikiran dan tulisan beliaulah berkembangnya Islam di
seantero Indonesia dean belahan Bui ini
Sayapuningin membaca karya-karya besar beliau
Utk menyegarkaningatan kita pada Ulama besar Ini saya kirimkan kembali
tulisan yg saya tu;is 5 Desember 1992
TERTUNDUK DI SIMPANG JALAN
xx!
Oleh : Dr.H.K.Suheimi
[1]
---------------------------------
---------------------------------
Disini, di tempat ini, di sebuah simpang, di Koto Gadang, di
tempat mobil menunggu penumpang, di sini banyak orang berlalu
lalang, namanya di tengah simpang dan disini pulalah saya tertun­
duk dan terduduk, terpana menyaksikan sebuah nama, nama besar
yang sering saya dengar, nama besar yang mengharumkan nama Indo­
nesia di seantero dunia, mengharumkan ranah minang dan khususnya
mengharumkan nama Koto Gadang. Namanya di abadikan di sebuah
jalan di simpang, di depan mesjid yang antik, nama itu telah
terukir di hati ini, ialah nama "Sech Ahmad Khatib". Siapa yang
tak kenal dengan nama ini, dari tangannya lah banyak terlahir
pemimpin-peminpin bangsa, dari tangannyalah banyak terlahir
ulama-ulama dan pembaharu-pembaharu Islam, baik di Indonesia
maupun di Malaysia.
---------------------------------
---------------------------------
Kiai Haji Hasyim Ansary adalah adalah belajar dari dia, dan
kita kenal Kiai inilah pendiri NU. Kia Haji Ahmad Dahlan adalah
muridnya yang mendirikan Muhammadiayah di Jokya. Haji Agus Salim
yang juga keponakan dari Sech Ahmad Khatib, sebelumnya beliua
menerima didikan di negeri Belanda, dan bertingkah laku ke Barat-
Baratan, tapi setelah Haji Agus salim bertugas di konsulat Jed­
dah, beliau belajar dengan mamaknya Sech Ahmad khatib, disinilah
terjadi perubahn yang mendasar dari H.Agus Salim sehingga beliau
menjadi ulama dan panutan serta sebagai pendiri PSSI atau Parta
Syarika Islam Indonsia.
ð73
---------------------------------
---------------------------------
H.Sulaiman Rasuli, yang terkenal dengan julukkan "inyiak
canduan" adalah murid Sech Ahmad Khatib. Beliau adalah pendiri
PERTI dan beliau pernah memimpin Konstituante dalam pemerintahan
Presiden Sukarno. H.Ibrahim Musa yang di kenal dengan nama
"Inyiak Parabek" adalah murid sech Ahmad Khatib. BAnyak lagi
tercatat murid=murid beliau yang lain baik di langkat, deli dan
johor Malay sia. Dimanapun murid beliau berada, disana semua
murid jadi pembaharu dan sebagai pemimpin umat.
---------------------------------
---------------------------------
Beliau jadi besar, beiua jadi termasyhur berkat ketajaman
dan keluasan fikirannya, dan karena tutur bahasanya yang halus
dan menawan, juga karena tulisan-tulisannya yang di tulis dalam
bahasa Arab dan juga ada yang dalam bahasa Indonesia. Saya ingin
mengenal beliau lebih dekat. DAri riwayat dan sejarah yang saya
baca tertulis bahwa Sech AhmadKhatib lahir pada tahun 1860 (1276
H) di Koto Gadang. Beliau berasal dari keluarga yang taat beraga­
ma dan sekali gus kuat berpegang pada adat. Ketika berusia11
tahun beliau telah di bawa ayahnya Abdullatif belajar ke Mekkah.
Pada usia sekitar 16 tahun, beliau sempat kembali ketanah air
untuk beberapa bulan, kemudian pada tahun 1976 kembali lagi ke
Mekkah memperdalam ajaran agama dan langsung menetap di sana.
Ketika beliau berusia 20 tahun, karena kehalusan budi bahasa dan
penguasaan pengetahuan agamanya, namanya mulai di kenal di ma­
syarakat Mekkah. Atas dasar ini, beliau diambil menantu oleh
seorang saudagar Mekkah Sech Saleh Kurdi, pedagang dan penyalur
kitab-kitab ke agamaan. Beliau nikah dengan Khadijah.
---------------------------------
---------------------------------
Sech Saleh Kurdi ini mempunyai hubungan dengan pemerintah
kerajaan Arab Saudi di Mekkah. Suatu ketika Ahmad Khatib dan
mertuanya di undang oleh istana untuk satu jamuan berbuka puasa
ð73[1]
ð73[1] berssama dengan keluarga kerajaan. Dan ketika mereka melaksanakan
Shalat Magrib berjemaah, dan Syarif, raja, menjadi Imam. Dalam
salah satu bacaan raja terdapat kekeliruan, dan langsung di
luruskan oleh Ahmad Khatib. Setelah Shalat berjemaah selesai,
raja semakin mengerti bahwa Ahmad Khatib adalah seorang pemuda
yang pandai. Latar belakng inilah yang kemudian menempatkan Ahmad
Khatib ke dalam jabatan Imam dan Guru Besar di Mesjid al-Haram,
Mekkah. Jabatan seperti ini merupakan suatu prestasi keagamaan
yang tinggi.
---------------------------------
---------------------------------
Selain memangku jabatan Imam dan Guru besar, Ahmad Khatibpun
terkenal cukup produktif. Beliau menulis dalam bahasa Arab dab
bahasa Melayu. Karya-karyanya ini banyak di terbitkan dengan
bantuan dana dari sang mertua selaku distributos kitab-kitab ke
agamaan.
---------------------------------
---------------------------------
Walaupun Ahmad khatib tidaksempat pulang ke Indonesia,
beliau tetap seorang tokoh pembaharu di Sumatera Barat pada
dekade awal abad ke 20. Pikiran-pikirannya disebar luaskan ke
Tanah Air, baik melalui buku-bukunya maupun melalui mereka yang
datang ke Mekah untuk beribadat haji dan kemudian menyempatkan
diri belajar kepadanya. Setelah mereka kembali ke Tanah Air,
mereka menjadi guru-guru di daerah asalnya masing-masing. Misaln­
ya yang berasal dari daerah Minangkabau adalah Sech Jamil Jambek
yang masih kita lihat Suraunya sekarang y.i Surau Inyiak Jambek
di dekat PAsar Bawah B.Tinggi. Haji Abdul Karim Amarullah yang
kita kenal dengan Haji Rasul ialah Ayah dari Buya Hamka. Haji
Abdullah Ahmad Sebagai pendiri Sekolah Adabiah dan PGAI. Haji
Sulaiman ar Rasuli di kenal dengan Julukkan Inyiak Canduang seba­
gai pendiri Perti. Haji Ibrahim Musa yang di kenal dengan Inyiak
ð73[1]
ð73[1] Parabek. Dan keponakan beliau sendiri yaitu Haji Agus Salim seba­
gai pendiri PSSI.
---------------------------------
---------------------------------
Yang berasal dari luar daerah Minangkabau diantaranya Sech
Muhammad Nur sebagi Mufti Kerajaan LAngkat. Sech HAsan MAksum
sebagai Mufti kerajaan Deli. Sech Muhammad Saleh sebagai Mufti
Kerajaan Selangor dan SechMuhammad Zain sebagai Mufti di Binjai.
---------------------------------
---------------------------------
Adapun yang berasal dari Jawa tercatat Kiai Haji Hasyim
Asy'ari pendiri pesantren Tebu Ireng, dan yang kemudian menjadi
pemimpin NU. Kiai Haji Ahmad DAhlan sebagai pendiri Muhammadiah.
Selai itu beberapa ulama besar di Kalimantanpun banyak yang
belajar dari beliau.
---------------------------------
---------------------------------
Khusus masalah-masalah yang berkembang di Minangkabau,
beliau sangat terkenal menolak keraspraktek-praktek tarekat
Naqsyahbandiyah dan hukum waris yang bersdasarkan adat. Ulama
besar yang termasuk pelopor pembaharu ini meninggal pada tahun
1916 (1334 H)
---------------------------------
---------------------------------
Saya teringat padanya, ketika masih sangat muda, sebagai
tamu, tapi dengan sangat berani melakukan pembetulan terhadap
bacaan Raja sewaktu menjadi Imam Shalat magrib. Beliau memberikan
koreksi dan pembetulan adalah karena ilmu yang di milikinya dan
karena ketajaman nyali nya. Dan Raja ternyata tidak marah akan
koreksi Sech Ahmad Khatib, bahkan Raja menerima pembetulan itu,
bahkan menanyakan prihal Ahmad Khatib, akhirnya raja tertarik dan
kepada Ahmad Khatib di serahi tugas yang besar dan sangat mulia
yaitu menjadi Imam di Mesjidil Haram di Ka'bah dan segaligus jadi
Guru Besar disana. Karena anugerah dan kepercayaan yang tinggi
itu pulalah, makanya beliau tidak pernah berpisah dengan Ka'bah,
sehingga setelah kepulangannya di usia 16 tahun, beliau tidak
ð73[1]
ð73[1] pernah pulang lagi ke Indonesia sampai akhir hayatnya wafat di
Mekkah.
---------------------------------
---------------------------------
Sebagai Imam dan Guru besar di mesjidil Haram, tentu sudah
hampir seluruh kepala negara pernah mengikuti beliua shalat. Imam
adalah pemimpin, pada hakekatnya beliau memimpin semua oramg yang
ikut shalat berjemaah. Dapat kita bayangkan betapa banyak jumlah
jemaah yang pernah di pimpinnya, betapa banyak kepala-kepala
negara yang jadi makmumnya dan mengikutinya dengan khusuk,
bayangkan saja shalat di Ka.bah, yang konon khabarnya pahalanya
seribu kali lebih banyak di bandingkan dengan shalat di luar
ka'bah. Saya ngak dapat membayangkan betapa banyak pahala yang di
terimanya dan betapa tinggi penghargaan yang di perolehnya disisi
manusia dan di sisi Allah s.w.t. Belum lagi dari murid-muridnya
yang tersebar di seantero dunia. Belum lagi dari tulisan=tuli­
sannya yang jika di baca orang, setiap kali itu pula mengalir
amalan menyusulinya.
---------------------------------
---------------------------------
Disimpang jalan ini saya tertekur dan tafakur sambil bersyu­
kur membaca nama besarnya. Disinipun saya merenung, bahwa dia­
ntara murid-muridnya ada yang mendirikan Muhammadiyah dengan
lambang matahari, mendirikan Nu dengan lambang Bumi, dan mendiri­
kan PSII dengan lambang bulan dan Bintang. Serta mendirikan PERTI
dengan lambang Mesjid. Andaikan semua lambang-lambang ini bisa di
satukan dengan arti kita menyatukan antara Matahari, Bumi, Bulan
dan Bintang, didalam sebuah Mesjid. Oh Alngkah kuat dan kokohnya
persatuan itu. Andaikan Sech Ahmad Khatib masih hidup. Tentu
beliau dengan mudah menyatukan semua ini dengan memanggil semua
murid-muridnya. Hasyim Asy'ari, Ahmad Dahlan, Agus Salim dan
Sulaiman ar-Rasuli, tentu terjalinlah persatuan yang sangat kokoh
ð73[1]
ð73[1] diantara ummat ini. Terbangkitlah satu kesatuan umat yang sangat
kuat. Tapi sayang beliau telah pergi, telah pulang ke Rahmatullah
pada tahun 1916..... Yang tinggal hanya namanya, yang tingal
adalah tulisan-tulisannya, yang tinggal adalah cucu-cucu dari
murid-muridnya. Betapa gembiranya beliau yang sekarang di alam
Barzah, kalau dapat menyaksikan semua murid-murid dan semua
aliran-aliran bersatu padu dalam menyongsong kebangkitan Islam
sedunia. Saya bangga dan saya bersyukur yang jadi panutan dan
jadi guru bagi ulama-ulama di seluruh Indonesia adalah orang yang
saya kagumi dan cintai, orang minang, orang koto Gadang dan
beliau bernama Sech Ahmad Khatib. Dari Koto Gadang inilah terpan­
car satu cahaya, satu sinar yang menyinari seantero Indonesia dan
dunia. Dari sinilah terlahir putra yang terbaik yang mengharumkan
nama Indonesia, dan darinya terlahir murid-murid yang jadi panu­
tan si seluruh negeri.
---------------------------------
---------------------------------
Dibawah plang namanya saya tertegun dan saya tertunduk dan
saya berharap agar sedikit ilmunya dapat menular kepada kita-kita
yang telah di tinggalkan.
---------------------------------
---------------------------------
Saya sudah pernah menunaikan ibadah Haji, tapi saya rasa
sangat kurang dan minim ilmu yang saya miliki. Saya rasakan
perbedaan orang sekarang dengan orang dahulu. Kalau sekarang
kebanyakkan orang-orang termasuk saya hanya ingin menunaikan
ibadah haji, kemudian pulang kembali ke Indonesia. Tapi orang
dahulu saya lihat, mereka sengaja pergi ke Mekkah mencari guru,
ingin menggali dan menimba ilmu dari guru-guru besar yang ber
domisili di Mekkah, sehingga pulangnya mereka menyebarkan ajaran
yang di perolehnya dari Mekkah. Lihatlah sejarah Haji Miskin pada
tahun 1798 menuntut ilmu di Mekkah dan belajar disana bersama
ð73[1]
ð73[1] H.Adur-Rahman dari Piobang dan H. M Arif dari Sumanik. Hasyim
Asy'ari, Ahmad Dahlan, Jamil Jambek, Agus Salim, Sulaiman ar-
Rasuli, Ibrahim Musa. Semua mereka ke Mekkah belajar dan menggali
ilmu. Dan Ilmu ini terbanyak di berikan oleh Sech Ahmad Khatib.
Keingin saya mencari beliau guru yang tercinta, tapi waktu sampai
di Mekkah saya bingung dan saya tidak dapat belajar banyak dan
saya tidak dapat menemui seorang guru disana. Saya hanya agak
sering mendengarkan diskusi antar ulama-ulama sedunia, didepan
Mesjidil Haram, yang tiap hari diadakan antara Shalat magrib dan
Shalat Isya. Tapi saya tidak mengerti dan tidak paham akan apa-
apa yang di ucapkan guru-guru itu, karena semua mereka fasih
berbahasa Arab, bahasa yang saya senang mendengarnya, tapi sulit
saya mengerti. Kadang-kadang saya iri pada mereka yang punya
waktu, bisa belajar bahasa Arab, saya banyak ketinggalan dan
kekurangan.
---------------------------------
---------------------------------
Hari ini di sini saya seru namanya, nama besar Sech Ahmad
Khatib, semoga sedikit ilmunya dapat saya serap dan saya
amalkan .
---------------------------------
---------------------------------
Kepada orang tua, kepada guru yang mendidik kita, selalu
diajarkan agar kita merendahkan diri, tunduk sambil memanjatkan
do'a untuknya. Di Simpang jalan di koto Gadang, saya tunduk,
merendahkan diri dan melafaskan do'a untuk beliau Sech Ahmad
Khatib. Untuk semua itu saya teringat akan sebuah Firman Suci_Nya
dalam surat Al-Israa' ayat 24 :
---------------------------------
---------------------------------
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah :"Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu
kecil". Koto Gadang 5 Desmber 1993
ridwan m sirin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
Assalamua'laikum wr.wb
Dunsanak di palanta RN
Pada malam Jum'at kemarin, pada acara pertemuan keluarga
besar Minang Saiyo Jeddah tanpa diduga kami kedatangan
tamu beberapa orang Saudi laki2 dan perempuan terpelajar
yang kira-kira setelah memperkenalkan diri mereka mengatakan
bahwa sedang mencari keluarga dari atau kakek mereka yang
berasal dari Minang kabau Sumatera-Barat.
Adapun kakek mereka itu bernama Shekh Ahmad Katib 1860-1916M
Beliau ini adalah ulama besar yang banyak kaitannya dengan Islam di Indonesia
menurut keluarga ini ulama besar Shekh Ahmad Katib sudah menulis puluhan
buku2 agama yang berbahasa melayu.
Keluarga ini sedang berusaha mengumpulkan copian karya tsb dan akan
diterjemahkan
kebahasa arab.
Mereka meminta tolong kepada kami supaya membantu mewujudkan rencana mulia ini
Ada rencana mereka akan ke Tanah Air, mungkin uda Zulharbi dari perguruan
Parabek
bisa membantu dan dunsanak sekalian yang mungkin punya informasi lebih yang
mana akan bermafaat untuk keluarga ini.Khususnya Yth.Bpk.Prof.DR Suhaemi
yang banyak tahu mengenai ulama besar dari Minang Kabau ini.
Kinia ambo sadang di luar Saudi Arabia, ada permintaan keluarga ini supaya ada
pertemuan
yang lebih komplit dengan keluarga besar Shekh Ahmad Katib.
Insya Allah jawab ambo.
Wassalam
ridwan m sirin
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================